Sabtu, 06 Agustus 2011

PPOB ( Payment Point Online Bank )

GRATIS BIAYA PENDAFTARAN

GRATIS SPANDUK DAN KERTAS

TERDEPAN,HANDAL,TANGGUH & TERPERCAYA

Kami menghadirkan sistem pembayaran rekening listrik, telepon dan penjualan voucer all operator dengan memanfaatkan fasilitas perbankan atau dikenal dengan PPOB (payment point online bank). Dengan sistem ini, pelanggan akan semakin mudah dalam hal pembayaran listrik , telepon, dll di mana saja dan kapan aja.


KAMI MENERIMA PENDAFTARAN PPOB UNTUK AREA PLN :

1.Kalimantan Selatan
2.Kalimantan Timur
3.Klimatan Tengah
4.Kalimatan Barat
5.Pulau Jawa
6.Sulawsi
7.Madura ,Bali seluruh wilayah Indonesia

PERALATAN :

1. Perangkat Komputer dengan spesifikasi sebagai berikut :
- Pentium4
- Minimal RAM 512 Mb
- Monitor & VGA Resolusi 1024X768 pixels
- Printer
2. Koneksi internet

PERSYARATAN :

1. Setor deposit awal sejumlah Rp. 1.000.000,- Deposit awal ini digunakan untuk melakukan transaksi di loket (ditransfer setelah mendapatkan user id dan password)

FASILITAS PEMBAYARAN YANG SUDAH BISA DILAYANI:

1. Pembayaran tagihan rekening Listrik
2. Pembayaran tagihan rekening Telephone
3. Pembayaran tagihan rekening Speedy
4. Penjualan token listrik prabayar PLN
5. Penjualan pulsa isi ulang elektrik
6. Pembayaran tagihan PDAM (wilayah Denpasar dan Balikpapan)


SHARING PROFIT :

1. PLN Fee Rp. 1.000,-
2. PLN PREPAID Fee Rp. 1.000,-
3. Telepon / Flexi Pasca Bayar Fee Rp. 1.000,-
4. Speedy Fee Rp. 1.000,-
5. Pulsa elektrik harga jual bisa anda tentukan sendiri.
6. PDAM Fee Rp. 750,-

Fee transaksi anda akan ditambahkan secara otomatis sebagai penambahan deposit pada awal bulan maksimal 7 ( tujuh ) hari kerja

Asumsi:
Bila anda dalam 1 bulan melakukan transaksi 1.000 tagihan PLN dan 1.000 tagihan telkom, maka Fee yang diperoleh = (1.000 X Rp. 1.000) + (1.000 X Rp. 1.000) = Rp. 2.000.000,- . Komisi yang anda peroleh akan diakumulasikan hingga akhir bulan dan dikirim sebagai penambahan deposit loket anda.

ADMIN BANK PLN Rp. 1.600,-
ADMIN BANK TELKOM Rp. 1.500,-

PROSEDUR PENDAFTARAN PPOB :

TELPON KE 082148881971 - 081351279800 - 085754791119 untik mendapatkan
User Id dan Paswot
3. Setelah mendapatkan USER ID dan PASSWORD :
- Silahkan download software ppob beserta update ppob nya
- link sofware : http://www.ziddu.com/download/15672754/app ppob.rar.html
- Transfer Deposit awal PPOB untuk transaksi

Contoh Aplikasi :



TRANSFER UNTUK DEPOSIT PPOB :

BRI : 0389 01000 2203 09 A/N : SUGENG RIHADI SE
BNI : 499-499-499-8 A/N : PT.ARINDO PRATAMA
BNI : 033.222.3339 A/N. PT. ARINDO PRATAMA
BCA : 809 0508 599 A/N. SUGENG RIHADI SE

TRANSFER DIPOSET MELALUI BRI SLIP SETORAN MASUKAN KODE LOKET

APLIKASI PPOB BNI DOWNLOAD DISINI



Hal Hal Yang kurang jelas kita pandu sampai bisa lewat telpon,sms,ym
Khusus untuk wilayah Tabalong Bisa datang langsung ke alamat di bawah
dan untuk instalasinya Kami bisa datang ke Outlet anda

Contact Person : H.M. Hasbaini Gani

Hp : 082148881971-085754791119
Ym : free_mptree
Email : free_mptree@yahoo.com

CARA TRANSAKSI PLN PASCABAYAR

Klik PLN masukan no Id pelanggan kemudian tekan inter,musukan numinal di kolom jumlah bayar ,nomonal dikolom jumlah bayar harus sama atau lebih besar nilainya dari niminal
pada kolom total bayar kemudian tekan enter ,pastikan printer dalam keadaan ready,untuk setting printer jika anda menggunakan printer bisa di sudut kiri atas klik file pilih SET PRINTER dan pilih INK ,dan kaluu anda menggunakan printer epson + II pilh USB,tes print klik PLN masukan 00000 tekan inter 2 kali .....

Kamis, 04 Agustus 2011

PELAPORAN DIPOSET TRANSFER BANK BRI


Untuk menambah/mengisi saldo loket,anda harus transfer terlrbih dahulu ke Bank BRI
No rek : 0389-01-00022-0309 a/n Sugeng Rihadi SE ,minimal Rp 500.000 ,pada slip setoran pada nama pengirim jangan lupa masukan nama anda dan kede loket dan di keterangan masukan juga kode loket anda,setelah anda melakukan trf anda akan menerimana slip kopy dari BRI seperti pada gambar di atas,kemudian anda login ,klik
file di sudut kiri atas pilih pelaporan transfer diposet ,masukan data dengan benar seperti gambat di atas kemudian klik sent

Minggu, 31 Juli 2011

CARA PELAPORAN DIPOSET TRANSFER BANK BRI

Langkah pertama anda transfer terlebih dahulu ke bank BRI NO : 0389 01000 220309,
minimal 500000,pada slip setoran jangan lupa masukan kode loket anda

Minggu, 17 Juli 2011

LANGKAH PENAMBAHAN SALDO PPOB

Langkah pertama anda harus mentransfer uang minimal Rp 1000000 ke BNI NO REK
499 499 4998 an : PT ARINDO PRATAMA , setelah melakukan transfer anda akan menerima
tanda bukti dari bank ,



klik file di sudut kiri atas ,pilih laporan transfer diposet


masukan tanggal dan jam ,nomor rekening ,nomor validasi ,jumlah transfer ,catatan tambahan di isi nama dan kode loket,pastikan data yang anda masukan sudah benar, klik SENT untuk mengirin pesan,pastikan pesan anda diterima ,setelah sent anda akan menerima balasan " pesan sudah kami terima akan segera kami proses " itu berarti pesan sudah diterima,tunggu beberapa saat saldo anda akan masuk,bila mana saldo anda dalam waktu 20 menit tidak masuk,anda bisa melakukan pengaduan dengan cara klik FILE pilih layanan pengaduan ,pilih lain lain , tulis pengaduan anda contuh ' deposet RP......... bni rek ....... validasi......... belum masuk kemudian
klik SENT ,pastiakan pesan anda terkirim ,

Catatan : Transfer menggunakan ATM nomor validasi di isi No RECORD
Transfer mengunakan SMS BANKING ,INTERNET BANKING,nomor validasi di
isi nomor rekening pengirim .

Kamis, 14 Juli 2011

LINK ......

http://www.ziddu.com/download/15672754/app ppob.rar.html

Kamis, 20 Januari 2011

Tiga Ciri Orang Ikhlas

Jika ada kader dakwah merasakan kekeringan ruhiyah, kegersangan ukhuwah, kekerasan hati, hasad, perselisihan, friksi, dan perbedaan pendapat yang mengarah ke permusuhan, berarti ada masalah besar dalam tubuh mereka. Dan itu tidak boleh dibiarkan. Butuh solusi tepat dan segera.

Jika merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan menemukan pangkal masalahnya, yaitu hati yang rusak karena kecenderungan pada syahwat. “Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj: 46). Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati.” (Muttafaqun ‘alaihi). Imam Al-Ghazali pernah ditanya, “Apa mungkin para ulama (para dai) saling berselisih?” Ia menjawab,” Mereka akan berselisih jika masuk pada kepentingan dunia.”

Karena itu, pengobatan hati harus lebih diprioritaskan dari pengobatan fisik. Hati adalah pangkal segala kebaikan dan keburukan. Dan obat hati yang paling mujarab hanya ada dalam satu kata ini: ikhlas.

Kedudukan Ikhlas

Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162). Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” Rasulullah saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”

Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”

Fudhail bin Iyadh memahami kata ihsan dalam firman Allah surat Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” dengan makna akhlasahu (yang paling ikhlas) dan ashwabahu (yang paling benar). Katanya, “Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar, maka tidak diterima. Dan jika amal itu benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima. Sehingga, amal itu harus ikhlas dan benar. Ikhlas jika dilakukan karena Allah Azza wa Jalla dan benar jika dilakukan sesuai sunnah.” Pendapat Fudhail ini disandarkan pada firman Allah swt. di surat Al-Kahfi ayat 110.

Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya, “Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”

Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.” Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”

Makna Ikhlas

Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.

Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.

Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.

Karena itu, bagi seorang dai makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian si dai menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dai yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘Allahu Ghayaatunaa‘, Allah tujuan kami, dalam segala aktivitas mengisi hidupnya.

Buruknya Riya

Makna riya adalah seorang muslim memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan mendapat posisi, kedudukan, pujian, dan segala bentuk keduniaan lainnya. Riya merupakan sifat atau ciri khas orang-orang munafik. Disebutkan dalam surat An-Nisaa ayat 142, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

Riya juga merupakan salah satu cabang dari kemusyrikan. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Riya. Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya, ‘Pergilah pada yang kamu berbuat riya di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu mendapatkan balasannya?’” (HR Ahmad).

Dan orang yang berbuat riya pasti mendapat hukuman dari Allah swt. Orang-orang yang telah melakukan amal-amal terbaik, apakah itu mujahid, ustadz, dan orang yang senantiasa berinfak, semuanya diseret ke neraka karena amal mereka tidak ikhlas kepada Allah. Kata Rasulullah saw., “Siapa yang menuntut ilmu, dan tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan perhiasan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan wangi-wangi surga di hari akhir.” (HR Abu Dawud)

Ciri Orang Yang Ikhlas

Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:

1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”

Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.

Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”

2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)

Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.

3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.

Para dai yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu mereka senantiasa membangun amal jama’i dalam dakwahnya. Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata.