Ini adalah kisah yang patut dijadikan pelajaran zaman. Kisah seorang wanita bernama, Laila al-Hulw yang sebelumnya tidak penah mengingat Allah dan lupa kepada-Nya. Suatu ketika, ia diberi cobaan dengan penyakit yang menakutkan dan menjijikkan sekaligus mematikan. Barulah setelah itu, ia tersadar dan menyadari bahwa hanya Allah lah tempat berlindung dan memohon. Dia lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Yang Maha menyembuhkan. Kemudian ia habiskan waktunya untuk mendekatkan diri kepada-Nya di rumah-Nya, Baitullah al-Haram dan di sanalah terjadi kejadian aneh yang akhirnya merubah kehidupannya secara total.
Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak penuturannya:
Sudah 9 tahun aku mengidap penyakit yang sangat mengerikan sekali, yaitu penyakit kanker. Semua orang pasti tahu bahwa nama ini sangat menakutkan. Di negeriku, Maroko, orang tidak menyebutnya penyakit as-Sarathan (kanker) tetapi disebut ‘momok’ (al-Ghawl) alias ‘penyakit kotor (al-Maradl al-Khabits).’
Penyakit ini mengenai bagian payudaraku. Sebelumnya, tingkat keimananku kepada Allah sangatlah lemah; aku lalai dari mengingat Allah. Aku mengira bahwa kecantikan seseorang akan abadi selama hidupnya dan masa muda dan kesehatannya juga demikian. Aku sama sekali tidak mengira akan menderita penyakit yang amat berbahaya, kanker. Namun setelah aku benar-benar menderita penyakit ini, jiwaku menjadi sangat guncang. Aku berpikir bagaimana bisa menghindar darinya tetapi hendak kemana? Sementara penyakitku ini akan selalu bersamaku di mana pun aku berada. Aku juga pernah berpikir untuk bunuh diri namun aku masih mencintai suami dan anak-anakku. Aku sama sekali tidak pernah berpikir bahwa Allah akan menyiksaku bilamana aku jadi bunuh diri –sebagaimana yang aku jelaskan tadi- sebab aku orang yang lalai dari mengingat Allah.
Rupanya, melalui penyakit ini Allah ingin memberikan hidayah kepadaku dan melalui perantaraanku pula, Dia memberikan hidayah kepada banyak orang. Setelah itu, mulai semua urusan berkembang.
Ketika menderita penyakit tersebut, aku bersama suamiku pergi ke Belgia untuk berobat dan di sana aku mendatangi beberapa orang dokter terkenal namun mereka semua hampir sepakat mengatakan kepada suamiku bahwa payudaraku harus dihilangkan.
Tidak sebatas itu, aku juga harus menggunakan obat-obat dengan dosis tinggi di mana efek sampingnya dapat merontokkan rambut, melenyapkan bulu mata, kedua alis mata, menumbuhkan seperti jenggot di atas wajah bahkan merontokkan juga kuku dan gigi. Karena itu, aku menolaknya sama sekali seraya berkata, “Aku lebih baik mati dengan tetap memiliki payudara dan rambut serta semua apa yang diciptakan Allah untukku dari pada harus cacat. Lalu aku meminta kepada para dokter agar membuat resep pengobatan ringan untukku dan mereka pun mengabulkannya.
Kemudian aku kembali ke negeriku, Maroko dan aku gunakanlah obat yang diberikan para dokter tersebut. Ternyata obat itu tidak memiliki efek samping apa pun dan ini membuatku senang. Aku berkata pada diriku, “Barangkali saja para dokter itu salah dalam mendiagnosa dan aku sebenarnya tidak menderita penyakit kanker itu.”
Akan tetapi, setelah kira-kira enam bulan kemudian, aku mulai merasakan susutnya berat badanku, warna kulitku banyak berubah dan merasakan berbagai keluhan sakit. Yah, sakit yang selalu bersamaku. Lalu dokter pribadi kami di Maroko menyarankanku agar pergi ke Belgia, maka aku pun berangkat ke sana bersama suami.
Di sanalah, seakan bencana itu benar-benar tiba. Para dokter malah berkata kepada suamiku, “Penyakitnya sudah menyerang seluruh tubuhnya, termasuk kedua paru-paru.” Mereka menyatakan tidak memiliki resep apa pun yang dapat menyembuhkan kondisi yang aku alami tersebut. Kemudian mereka berkata kepada suamiku, “Sebaiknya, anda bawa kembali isterimu ini ke negerimu hingga ia menemui ajalnya di sana.”
Suamiku kaget alang kepalang mendengar pernyataan itu dan tidak mudah percaya begitu saja dengan ucapan mereka. Karena itu, kami bukannya pulang ke Maroko seperti yang disarankan tetapi malah ke Perancis. Kami mengira bahwa pasti ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakitku itu. Namun, kami tidak mendapatkan apa-apa sehingga akhirnya kami sangat ingin sekali untuk meminta tolong kepada seseorang di sana agar aku dimasukkan ke rumah sakit untuk menghilangkan payudaraku dan menggunakan obat-obat berdosis tinggi itu.
Akan tetapi, suamiku rupanya ingat sesuatu yang selama ini kami lupakan bahkan sepanjang hidup kami. Allah telah memberikan ilham kepada suamiku agar kami berziarah ke Baitullah al-Haram di Mekkah. Kami harus berdiri di hadapan-Nya guna memohon disembuhkan dari penyakit yang aku derita ini. Kami pun melakuan hal itu.
Kami berangkat dari Paris seraya bertahlil dan bertakbir. Aku sangat gembira sekali karena untuk pertama kalinya memasuki Baitullah al-Haram dan melihat Ka’bah yang dimuliakan. Di sebuah toko di kota Paris, aku membeli sebuah mushaf dan setelah itu, kami berangkat menuju Mekkah al-Mukarramah.
Akhirnya, kami sampai juga di Baitullah al-Haram. Tatkala sudah masuk dan melihat Ka’bah, aku banyak menangis karena menyesali atas perbuatanku yang telah lalu. Aku sudah tidak pernah melakukan berbagai kewajiban yang diperintahkan Allah; shalat, puasa, kekhusyu’an dan pasrah diri kepada-Nya.
Aku berkata, “Wahai Rabb, pengobatan terhadap penyakitku sudah membuat tak berdaya para dokter. Sedangkan penyakit itu berasal dari-Mu dan Engkau pulalah Yang Memiliki obatnya. Semua pintu telah tertutup di hadapanku, yang tinggal hanyalah pintu-Mu saja. Karena itu, janganlah Engkau kunci pintu-Mu dati hadapanku.”
Aku pun melakukan thawaf di Ka’bah dan banyak memohon kepada-Nya agar Dia tidak menyia-nyiakan harapanku dan tidak menghinakanku serta dapat membuat tercengang para dokter yang telah memvonisku.
Seperti yang telah aku katakan tadi, dulu aku orang yang lalai dari mengingat Allah dan jahil terhadap agama-Nya. Karena itu, aku mendatangi beberapa ulama dan syaikh yang berada di sana seraya meminta mereka menunjukiku buku dan doa yang mudah dan ringkas untuk aku jadikan pegangan. Lalu mereka menasehatiku agar banyak-banyak membaca al-Qur’an dan meminum air zam-zam sepuas-puasnya. Mereka juga menasehatiku agar memperbanyak berdzikir kepada Allah dan membaca shalawat kepada Rasulullah SAW.
Berada di Baitullah, aku merasakan ketenangan jiwa yang luar biasa. Karena itu, aku minta izin kepada suamiku untuk tetap tinggal di al-Haram dan tidak pulang ke hotel. Dia pun mengizinkanku.
Di al-Haram kebetulan ada beberapa saudariku seiman dari Mesir dan Turki yang menjadi tetanggaku duduk-duduk. Mereka sering melihatku sedang menangis lalu bertanya perihal sebab aku menangis. Aku menjawab, “Karena aku sudah sampai di Baitullah padahal aku tidak mengira akan demikian mencintainya seperti sekarang ini. Kedua, karena aku mengidap kanker.”
Lalu mereka menemaniku dan tidak ingin berpisah. Aku beritahukan kepada mereka bahwa aku berniat I’tikaf di rumah Allah ini. Maka, mereka pun memberitahu kepada suami-suami masing-masing untuk meminta izin tinggal bersamaku. Kami tidak pernah memejamka mata, tidak makan kecuali hanya sedikit. Kami hanya banyak minum air zam-zam sebab di dalam hadits, Nabi SAW, bersabda, “Air zam-zam itu sesuai dengan (tujuan/niat) meminumnya.” (Hadits Shahih, HR.Ibn Majah dan lainnya) Meminumnya karena niat agar disembuhkan, maka Allah akan menyembuhkan anda, meminumnya karena niat agar hilang dahaga, maka Allah akan menghilangkan dahaga anda dan meminumnya karena niat agar berlindung kepada Allah, maka Dia akan melindungi anda.
Benar, Allah telah menghilangkan rasa lapar kami dan kami terus melakukan thawaf. Kami melakukan shalat dua raka’at, lalu mengulangi thawaf lagi. Kami meminum air zam-zam dan memperbanyak bacaan al-Qur’an. Demikianlah, siang dan malam, kami hanya sedikit tidur. Ketika aku sampai di Baitullah, tubuhku kurus sekali, pada sebagian tubuhku bagian atas banyak sekali tumbuh bintik-bintik dan benjolan-benjolan yang menandakan bahwa kanker telah menyerang seluruh anggota badanku bagian atas. Mereka menasehatiku agar membasuh separuh tubuhku bagian atas dengan air zam-zam akan tetapi aku takut bila menyentuh benjolan-benjolan dan bintik-bintik itu, aku akan teringat sakit lantas membuatku terlena dari berdzikir dan beribadah kepada Allah. Aku pun membasuhnya tetapi tanpa menyentuh tubuhku.
Pada hari ke-lima, teman-temanku itu memaksaku agar menyapu seluruh tubuhku dengan sedikit air zam-zam. Pada mulanya, aku menolak tetapi tiba-tiba aku merasa mendapatkan kekuatan yang mendorongku untuk mengambil sedikit air zam-zam lalu menyapunya ke tubuhku. Saat pertama kali, aku merasa cemas, kemudian aku merasakan ada kekuatan lagi, tetapi masih ragu-ragu namun ketika untuk kali ketiganya tanpa terasa aku memegang tanganku lalu menyapu air zam-zam ke tubuh dan payudaraku yang mengeluarkan darah, nanah dan bintik-bintik. Di sinilah, terjadi sesuatu yang tidak pernah aku sangka-sangka. Rupanya, semua bintik-bintik itu lenyap seketika dan aku tidak menemukan sesuatu pun di tubuhkku, tidak rasa sakit, darah atau pun nanah.!!
Pada awal mulanya, aku betul-betul kaget. Karenanya, aku masukkan kembali kedua tanganku ke dalam bajuku untuk mencari penyakit yang dulu bersarang di tubuhku, namun aku tidak mendapatkan sedikit pun benjolan-benjolan itu. Bulu kudukku merinding saking kagetnya, akan tetapi barulah aku teringat bahwa Allah Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu. Lalu aku meminta salah seorang temanku untuk menyentuh tubuhku dan mencari bintik-bintik dan benjolan-benjolan, barangkali saja ada. Tiba-tiba mereka berterik tanpa sadar, “Allahu Akbar, Allahu Akbar.!”
Tak berapa lama setelah itu, aku tidak kuasa lagi untuk segera pulang dan memberitahukan perihal tersebut kepada suamiku. Aku memasuki hotel tempat kami menginap, dan begitu sudah berdiri di hadapan matanya, aku robek bajuku seraya berkata, “Lihatlah rahmat Allah.!” Kemudian aku memberitahukan kepadanya apa yang telah terjadi tetapi ia tidak percaya. Ia menangis dan berteriak dengan suara kencang, “Tahukah kamu bahwa para dokter tempo hari telah bersumpah atas kematianmu setelah tiga minggu saja.?” Lalu aku berkata, “Sesungguhnya ajal itu di tangan Allah Ta’ala dan tidak ada yang mengetahui hal yang ghaib selain Allah.”
Setelah itu, kami tinggal di Baitullah selama seminggu penuh. Selama masa-masa itu, aku tidak putus untuk memuji dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya yang demikian tidak terhingga. Kemudian kam mengunjungi masjid nabawi untuk melakukan shalat dan berziarah kepada Rasulullah SAW, lalu setelah itu kembali ke Perancis.
Di sana, para dokter tampak benar-benar kaget dan bingung alang kepalang melihat kejadian aneh yang menimpaku. Mereka antusias bertanya, “Apakah benar anda ini si ibu tempo hari yang pernah datang kemari.?” Lalu dengan penuh rasa bangga, aku tegaskan kepada mereka, “Ya, benar dan si fulan itu adalah suamiku. Aku telah kembali kepada Rabbku dan aku tidak akan pernah takut lagi kepada siapa pun selain Allah. Semua takdir berada di tangan-Nya dan segala urusan adalah milik-Nya.”
Mereka bertanya, “Sesungguhnya, kondisimu ini merupakan sesuatu yang sangat aneh sekali sebab benjolan-benjolan itu sudah hilang sama sekali. Izinkan kami untuk mengadakan pemeriksaan sekali lagi.”
Mereka kembali memeriksaku namun tidak mendapatkan sesuatu pun. Sebelumnya, gara-gara benjolan-benjolan itu, aku sama sekali sulit untuk bernafas akan tetapi ketika sampai di Baitullah al-Haram dan aku meminta kesembuhan hanya kepada-Nya, maka sesak nafas itu pun hilang.
Setelah peristiwa aneh itu, aku bergiat mencari tahu mengenai riwayat hidup Nabi Muhammad SAW, riwayat hidup para shahabatnya dan aku banyak menangis. Aku menangisi masa laluku karena sudah sekian lama melewatkan waktu dengan sia-sia dan tidak dapat mengecap rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku menyesali hari-hari yang telah aku sia-siakan dan membuatku jauh dari-Nya itu. Aku memohon kepada Allah agar menerima amalanku dan menerima taubatku, suamiku dan seluruh kaum Muslimin.
(SUMBER: asy-Syifaa` Ba’da al-Maradl karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy, h.47-54, sebagai yang dinukilnya dari buku al-‘Aa`iduun Ilallaah, h.65, disusun Muhammad al-Musnid)
Ditulis dalam Kisah Nyata Islami
Jumat, 16 Oktober 2009
mari bershalawat.banyak manfaat yang dia ambil dari membaca shalawat
muhammad-saw
Shalawat Nabi SAW dipercaya telah menjadi syafaat, rahmat, berkah, dan obat yang orisinil untuk menyelamatkan kehidupan seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan kerap kali shalawat ini memutarbalikkan sebuah fakta inderawi. Berikut beberpa buah kisah yang bertutur tentang keajaiban shalawat.
SEORANG SUFI DAN PENJAHAT
Konon seorang sufi menceritakan pengalaman hidupnya tentang keajaiban dari shalawat Nabi SAW. Ia menuturkan bahwa ada seorang penjahat yang sangat melampaui batas yang kehidupannya hanya diisi dengan perbuatan-perbuatan maksiat. Demikian tenggelamnya penjahat itu ke dalam lumpur kemaksiatan seperti kebiasaan mabuk-mabukan, ia tidak bisa lagi membedakan mana hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Sang sufi lalu menasehati sang penjahat agar ia tidak mengulangi lagi kedurhakaannya, dan segera bertobat pada Allah SWT. Namun demikian, penjahat tetaplah penjahat, nasehat sang sufi tidaklah digubrisnya. Ia tetap bersikeras untuk melakukan perbuatan-perbuatan bejatnya sampai sang ajal datang menjemputnya. Sang penjahat, menurut sufi, benar-benar yang bernasib tidak baik karena ia tidak sempat mengubah haluan hidupnya yang hina dan bahkan tidak sempat bertobat. Secara logis, sang sufi mengatakan bahwa si penjahat akan dijebloskan Allah SWT ke dalam azab neraka. Namun apa yang terjadi?
Pada suatu malam, sang sufi bermimpi, ia melihat sang penjahat menempati posisi yang amat tinggi dan mulia dengan memakai pakaian surga yang hijau yang merupakan pakaian kemuliaan dan kebesaran. Sang sufi pun terheran-heran dan bertanya pada sang penjahat, “Apakah gerangan yang menyebabkanmumendapatkan martabat setinggi ini?” Sang penjahat menjawab, “Wahai sang sufi, ketika aku hadir di suatu majelis yang sedang melakukan dzikir, aku mendengarkan orang yang alim yang ada disitu berkata, “Barangsiapa yang bershalawat atas Nabi Muhammad SAW niscaya menjadi wajib baginya mendapatkan surga.” Kemudian sang alim itu mengangkatkan suaranya demi membacakan shalawat atas Nabi SAW dan aku pun beserta orang-orang yang hadir disekitarnya mengangkat suara untuk melakukan hal yang sama. Maka, pada saat itulah, aku dan kami semua diampuni dan dirahmati oleh Allah SWT Yang Maha Pemurah terhadap nikmatNya.
SEORANG IBU DAN ANAKNYA
Dikisahkan pula bahwasanya ada seorang wanita yang memiliki anak yang sangat jahat dan hari-harinya pun dilalui dengan lumuran dosa. Si ibu yang merupakan sosok wanita shalihah yang menyadari anaknya seperti itu, tentu saja menyuruh si anak untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya dan kemudian berbuat kebajikan serta tidak berpindah lagi kepada kebiasaan buruknya tersebut. Tetapi, anaknya tetap membandel, ia tidak mau berpindah dari kelakuan jahatnya yang telah dilakukannya selama ini. Perbuatan maksiat itu terus dilakukannya sampai ia menemui ajalnya. Maka bersedihlah sang ibu demi melihat anaknya yang mati tanpa tobat, dimana ia tidak melihat satu sisi pun dari kehidupan anaknya yang akan menyelamatkannya di hadapan Tuhan Penguasa Akhirat. Sang ibu tampaknya pasrah dengan nasib buruk yang akan dialami oleh sang anak di dalam kubur dan lebih-lebih di neraka.
Di suatu malam, ketika wanita itu tertidur, ia bermimpi tentang anaknya disiksa oleh malaikat penjaga kubur di dalam kuburnya. Akibatnya, semakin bertambah kedukaan sang ibu tersebut manakala bayangannya selama ini dilihatnya secara langsung sekali pun hanya dalam mimpi. Tetapi benarkah sang anak disiksa? Ternyata, ketika sang ibu memimpikan lagi anaknya di lain kesempatan, ia melihat anaknya dalam rupa dan kondisi yang sebaliknya dalam mimpi sebelumnya. Ia melihat anaknya saat itu diperlakukan dengan perlakuan yang sangat elok, yang berada dalam keadaan suka dan bahagia. Sehingga, ibunya pun terheran-heran dan bertanya pada sang anak, “Apa gerangan yang membuatmu bisa diperlakukan seperti ini, padahal dulu semasa engkau hidup engkau penuh dengan lumuran dosa?” Sang anak menjawab, “Wahai ibunda, di suatu ketika telah lewat di hadapanku sekelompok orang yang sedang mengusung jenazah yang hendak dikuburkan. Mayat itu kukenal, dan ia semasa hidupnya ternyata lebih jahat daripada diriku. Kemudian aku ikut mengiringi pemakamanny, dan disana aku sempat menyaksikan makam-makam lainnya. Ketika itulah aku berpikir bahwa laki-laki sial itu sudah pasti ditimpa oleh huru-hara akhirat akibat perbuatan maksiatnya. Secara tidak sadar aku menangis dan membayangkan kalau diriku juga bakal ditimpa peristiwa yang mengerikan yang sama. Pada saat itulah aku menyesali segala kesalahan dan dosa yang telah kuperbuat, dan bertobat dengan sebenar-benarnya tobat di hadapan Ilahi. Kemudian, aku membaca Al-quran dan shalawat Nabi SAW sebanyak sepuluh kali dan membacakan shalawat kesebelas kalinya dan pahalanya kuhadiahkan kepad ahli kubur yang naas tersebut, sehingga disitulah Allah SWT menunjukkan kemahapengampunanNya. Dia mengampuni dosa-dosaku. Jadi apa yang telah engkau lihat wahai ibunda, itulah nikmat yang telah diberikan Allah SWT atasku. Ketahuilah ibunda, bahwa shalawat atas Nabi SAW itu menjadi cahaya di dalam kuburku, menghapuskan dosa-dosaku dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang hidup maupun yang sudah meninggal.”
SEORANG MUSAFIR DAN AYAHNYA
Dalam kisah lain, juga diriwayatkan tentang seorang musafir bersama ayahnya. Sang musafir mengisahkan bahwa di suatu ketika di suatu negeri, ayahnya meninggal dunia sehingga wajah dan sekujur tubuhnya menjadi hitam dan perutnya membusung. Sang musafir lalu mengucapkan “La haula wala quwwata illa billahil aliyyil azhim (Tiada daya dan kekuatan kecuali Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).
Ayah sang musafir tersebut mati dalam kedukaan, dan hal ini diumpamakan dengan kelakuan sang ayah ketika ia masih hidup. Pada saat itulah sang musafir merasakan beban teramat berat menimpanya karena mendapatkan ayahnya mati dalam kondisi seperti itu. Tetapi, ketika ia terlelap tertidur, ia bermimpi bahwa seorang laki-laki yang sangat tampan dan tubuhnya dipenuhi bulu halus datang kepada ayahnya dan menyapu wajah dan tubuh ayahnya tersebut dengan tangannya sehingga jasad sang ayah menjadi putih kembali, bahkan lebih bagus daripada bentuknya semula dan berseri-seri dengan cahaya. Melihat perlakuan baik lelaki ini terhadap ayahnya sng musafir takjub dan kemudian bertanya, “Siapakah Anda, yang telah menyampaikan karunia Ilahi atas ayahku?” Laki-laki itu menjawab, “Aku adalah Rasulullah. Ayahmu termasuk dianatara orang-orang yang memperbanyak bershalawat atasku. Maka, tatkala ia berhasil melakukannya aku pun datang untuk membersihkannya.” Kemudian sang musafir merasa sangat berbahagia. Ia melihat pancaran dan cahaya keputihan itu ada pada ayahnya. Dia mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT mengangungkan dan menanamkanNya didalam hatinya serta bershalawat kepada Nabi SAW.
UNTA MENJADI SAKSI BAGI ORANG YANG DIFITNAH
Pada masa permulaan Islam, ada seorang muslim yang difitnah telah mencuri seekor unta. Pemfitnahnya mengajukan saksi-saksi palsu, yakni orang-orang munafik yang tidak segan untuk bersumpah palsu. Maka, orang yang seyogyanya tak bersalah itu diputus oleh hakim sebagai pencuri.
Menurut hukum Islam, seorang pencuri harus dihukum potong tangan. Lalu, orang mukmin yang malang ini pun berdoa, “Tuhanku, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Mereka telah memfitnahku. Aku tidak mencuri unta itu. Engkau Mahatahu, selamatkanlah aku dari kehinaan ini, karena aku telah bershalawat pada Nabi paling mulia. Engkau Mahakuasa, izinkanlah unta itu berbicara. Jadikanlah ia sebagai saksiku.” Setelah berdoa demikian, dia mendesah keras, dan rahmat Allah SWT pun meliputi dirinya. Tak sulit bagi Sang Mahaperkasa dan Mahakuasa untuk membuat unta tersebut dapat berbicara dengan bahasa manusia. Hewan ini berkata, “ Ya, Rasulullah, aku milik orang beriman ini. Orang-orang itu adalah saksi palsu dan si pemfitnah telah membuat tuduhan palsu terhadap orang mukmin sejati ini.” Lantas unta tersebut mendekati pemiliknya dengan sikap tunduk dan duduk didepannya.
Syahdan, terkuaklah kebohongan saksi-saksi palsu ini, mereka tak dapat berkutik dengan kesaksian unta itu dan merasa malu. Seiring dengan itu, tumbuhlah cahaya iman dalam hati orang-orang yang turut menyaksikan peristiwa menakjubkan ini. Nabi Muhammad SAW bertanaya, “Wahai orang mukmin, bagaimana engkau dapat memperoleh keajaiban itu?” Orang mukmin tadi menjawab, Ya Rasulullah, saya selalu bershalawat kepadamu sepuluh kali sebelum tidur.”
Nabi yang adil dan suci bersabda, “Karena shalawatmu kepadaku, Allah SWT bukan hanya menyelamatkanmu dari hukuman potong tangan di dunia ini, tetapi juga akan menyelamatkanmu dari siksa neraka di akhirat. Barangsiapa bershalawat kepadaku sepuluh kali pada sore hari dan sepuluh kali pada pagi hari, Allah SWT akan membangkitkannya bersama para nabi kesayangan dan kepercayaanNya dan wali-wali yang patuh, dan Dia akan melimpahkan berkah kepadanya sebagaimana berkah kepada nabiNya.
SUFYAN ATS-TSAURI DAN KISAH ANAK SI TUKANG RIBA
Sufyan ats-Tsauri menuturkan, “ Aku pergi haji. Manakala Tawaf di Ka’bah, aku melihat seoerang pemuda yang tak berdoa apapun selain hanya bershalawat kepada Nabi SAW. Baik ketika di Ka’bah, di Padang Arafah, di mudzdalifah dan Mina, atau ketika tawaf di Baytullah, doanya hanayalah shalawat kepada Baginda Nabi SAW.”
Saat kesempatan yang tepat datang, aku berkata kepadanya dengan hati-hati, “Sahabatku, ada doa khusus untuk setiap tempat. Jikalau engkau tidak mengetahuinya, perkenankanlah aku mengajarimu.” Namun, dia berkata, “Aku tahu semuanya. Izinkan aku menceritakan apa yang terjadi padaku agar engkau mengerti tindakanku yang aneh ini.”
“Aku berasal dari Khurasan. Ketika para jamaah haji mulai berangkat meninggalkan daerah kami, ayahku dan aku mengikuti mereka untuk menunaikan kewajiban agama kami. Naik turun gunung, lembah, dan gurun. Kami akhirnya memasuki kota Kufah. Disana ayahku jatuh sakit, dan pada tengah malam dia meninggal dunia. Dan aku mengkafani jenazahnya. Agar tidak mengganggu jemaah lain, aku duduk menangis dalam batin dan memasrahkan segala urusan pada Allah SWT. Sejenak kemudian, aku merasa ingin sekali menatap wajah ayahku, yang meninggalkanku seorang diri di daerah asing itu. Akan tetapi, kala aku membuka kafan penutup wajahnya, aku melihat kepala ayahku berubah jadi kepala keledai. Terhenyak oleh pemandangan ini, aku tak tahu apa yang mesti kulakukan. Aku tidak dapat menceritakan hal ini pada orang lain. Sewaktu duduk merenung, aku seperti tertidur. Lalu, pintu tenda kami terbuka, dan tampaklah sesosok orang bercadar. Seraya membuka penutup wajahnya, dia berkata, “Alangkah tampak sedih engkau! Ada apakah gerangan?” Aku pun berkata, “Tuan, yang menimpaku memang bukan sukacita. Tapi, aku tak boleh meratap supaya orang lain tak bersedih.”
Lalu orang asing itu mendekati jenazah ayahku, membuka kain kafannya, dan mengusap wajahnya. Aku berdiri dan melihat wajah ayahku lebih berseri-seri ketimbang wajah tuanya. Wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Melihat keajaiban ini, aku mendekati orang itu dan bertanya, “Siapakah Anda, wahai kekasih kebaikan?” Dia menjawab, “Aku Muhammad al Musthafa” (semoga Allah melimpahkan kemuliaan dan kedamaian kepada Rasul pilihanNya). Mendengar perkataan ini, aku pun langsung berlutut di kakinya, menangis dan berkata, “Masya Allah, ada apa ini? Demi Allah, mohon engkau menjelaskannya ya Rasulullah.”
Kemudian dengan lembut beliau berkata, “ayahmu dulunya tukang riba. Baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Wajah mereka berubah menjadi wajah keledai, tetapi disini Allah Yang Mahaagung mengubah lagi wajah ayahmu. Ayahmu dulu mempunyai sifat dan kebiasaan yang baik. Setiap malam sebelum tidur, dia melafalkan shalawat seratus kali untukku. Saat diberitahu perihal nasib ayahmu, aku segera memohon izin Allah untuk memberinya syafaat karena shalawatnya kepadaku. Setelah diizinkan, aku datang dan menyelamatkan ayahmu dengan syafaatku.”
Sufyan menuturkan, “Anak muda itu berkata, “Sejak saat itulah aku bersumpah untuk tidak berdoa selain shalawat kepada Rasulullah, sebab aku tahu hanya shalawatlah yang dibutuhkan manusia di dunia dan di akhirat.”
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail Alaihumus Salam telah berkata kepadaku. Jibril As. berkata, “Wahai Rasulullah, siapa yang membaca shalawat atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan kubimbing tangannya dan akan ku bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”
Berkata pula Mikail As., “Mereka yang bershalawat atasmu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.” Dan Israfil As. berkata pula, “Mereka yang bershalawat kepadamu, maka aku akan bersujud kepada Allah SWT dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah SWT mengampuni orang itu.”
Kemudian Malaikat Izrail As. pun berkata, ”Bagi mereka yang bershalawat atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi.”
Bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW? Sementara para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang bershalawat atas Rasulullah SAW. Dengan kisah yang dikemukakan ini, semoga kita tidak akan melepaskan peluang untuk selalu bershalawat kepada pemimpin kita, cahaya dan pemberi syafaat kita, Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah SWT, Rasul, dan para MalaikatNya.
Semoga shalawat, salam, serta berkah senantiasa tercurah ke hadirat Nabi kita, Rasul kita, cahaya kita, dan imam kita, Muhammad al Musthafa SAW beserta seluruh keluarga, keturunan, dan sahabat-sahabat beliau, dan seluruh kaum mukmin yang senantiasa untuk melazimkan bershalawat kepada beliau. Amin.
Disadur dari buku : Hikayat-Hikayat Spiritual Pencerahan Matahati “Nafas Cinta Ilahi”
Semoga kisah di atas bisa menjadi teladan dapat dia mbil hikmahnya
muhammad-saw
Shalawat Nabi SAW dipercaya telah menjadi syafaat, rahmat, berkah, dan obat yang orisinil untuk menyelamatkan kehidupan seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan kerap kali shalawat ini memutarbalikkan sebuah fakta inderawi. Berikut beberpa buah kisah yang bertutur tentang keajaiban shalawat.
SEORANG SUFI DAN PENJAHAT
Konon seorang sufi menceritakan pengalaman hidupnya tentang keajaiban dari shalawat Nabi SAW. Ia menuturkan bahwa ada seorang penjahat yang sangat melampaui batas yang kehidupannya hanya diisi dengan perbuatan-perbuatan maksiat. Demikian tenggelamnya penjahat itu ke dalam lumpur kemaksiatan seperti kebiasaan mabuk-mabukan, ia tidak bisa lagi membedakan mana hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Sang sufi lalu menasehati sang penjahat agar ia tidak mengulangi lagi kedurhakaannya, dan segera bertobat pada Allah SWT. Namun demikian, penjahat tetaplah penjahat, nasehat sang sufi tidaklah digubrisnya. Ia tetap bersikeras untuk melakukan perbuatan-perbuatan bejatnya sampai sang ajal datang menjemputnya. Sang penjahat, menurut sufi, benar-benar yang bernasib tidak baik karena ia tidak sempat mengubah haluan hidupnya yang hina dan bahkan tidak sempat bertobat. Secara logis, sang sufi mengatakan bahwa si penjahat akan dijebloskan Allah SWT ke dalam azab neraka. Namun apa yang terjadi?
Pada suatu malam, sang sufi bermimpi, ia melihat sang penjahat menempati posisi yang amat tinggi dan mulia dengan memakai pakaian surga yang hijau yang merupakan pakaian kemuliaan dan kebesaran. Sang sufi pun terheran-heran dan bertanya pada sang penjahat, “Apakah gerangan yang menyebabkanmumendapatkan martabat setinggi ini?” Sang penjahat menjawab, “Wahai sang sufi, ketika aku hadir di suatu majelis yang sedang melakukan dzikir, aku mendengarkan orang yang alim yang ada disitu berkata, “Barangsiapa yang bershalawat atas Nabi Muhammad SAW niscaya menjadi wajib baginya mendapatkan surga.” Kemudian sang alim itu mengangkatkan suaranya demi membacakan shalawat atas Nabi SAW dan aku pun beserta orang-orang yang hadir disekitarnya mengangkat suara untuk melakukan hal yang sama. Maka, pada saat itulah, aku dan kami semua diampuni dan dirahmati oleh Allah SWT Yang Maha Pemurah terhadap nikmatNya.
SEORANG IBU DAN ANAKNYA
Dikisahkan pula bahwasanya ada seorang wanita yang memiliki anak yang sangat jahat dan hari-harinya pun dilalui dengan lumuran dosa. Si ibu yang merupakan sosok wanita shalihah yang menyadari anaknya seperti itu, tentu saja menyuruh si anak untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya dan kemudian berbuat kebajikan serta tidak berpindah lagi kepada kebiasaan buruknya tersebut. Tetapi, anaknya tetap membandel, ia tidak mau berpindah dari kelakuan jahatnya yang telah dilakukannya selama ini. Perbuatan maksiat itu terus dilakukannya sampai ia menemui ajalnya. Maka bersedihlah sang ibu demi melihat anaknya yang mati tanpa tobat, dimana ia tidak melihat satu sisi pun dari kehidupan anaknya yang akan menyelamatkannya di hadapan Tuhan Penguasa Akhirat. Sang ibu tampaknya pasrah dengan nasib buruk yang akan dialami oleh sang anak di dalam kubur dan lebih-lebih di neraka.
Di suatu malam, ketika wanita itu tertidur, ia bermimpi tentang anaknya disiksa oleh malaikat penjaga kubur di dalam kuburnya. Akibatnya, semakin bertambah kedukaan sang ibu tersebut manakala bayangannya selama ini dilihatnya secara langsung sekali pun hanya dalam mimpi. Tetapi benarkah sang anak disiksa? Ternyata, ketika sang ibu memimpikan lagi anaknya di lain kesempatan, ia melihat anaknya dalam rupa dan kondisi yang sebaliknya dalam mimpi sebelumnya. Ia melihat anaknya saat itu diperlakukan dengan perlakuan yang sangat elok, yang berada dalam keadaan suka dan bahagia. Sehingga, ibunya pun terheran-heran dan bertanya pada sang anak, “Apa gerangan yang membuatmu bisa diperlakukan seperti ini, padahal dulu semasa engkau hidup engkau penuh dengan lumuran dosa?” Sang anak menjawab, “Wahai ibunda, di suatu ketika telah lewat di hadapanku sekelompok orang yang sedang mengusung jenazah yang hendak dikuburkan. Mayat itu kukenal, dan ia semasa hidupnya ternyata lebih jahat daripada diriku. Kemudian aku ikut mengiringi pemakamanny, dan disana aku sempat menyaksikan makam-makam lainnya. Ketika itulah aku berpikir bahwa laki-laki sial itu sudah pasti ditimpa oleh huru-hara akhirat akibat perbuatan maksiatnya. Secara tidak sadar aku menangis dan membayangkan kalau diriku juga bakal ditimpa peristiwa yang mengerikan yang sama. Pada saat itulah aku menyesali segala kesalahan dan dosa yang telah kuperbuat, dan bertobat dengan sebenar-benarnya tobat di hadapan Ilahi. Kemudian, aku membaca Al-quran dan shalawat Nabi SAW sebanyak sepuluh kali dan membacakan shalawat kesebelas kalinya dan pahalanya kuhadiahkan kepad ahli kubur yang naas tersebut, sehingga disitulah Allah SWT menunjukkan kemahapengampunanNya. Dia mengampuni dosa-dosaku. Jadi apa yang telah engkau lihat wahai ibunda, itulah nikmat yang telah diberikan Allah SWT atasku. Ketahuilah ibunda, bahwa shalawat atas Nabi SAW itu menjadi cahaya di dalam kuburku, menghapuskan dosa-dosaku dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang hidup maupun yang sudah meninggal.”
SEORANG MUSAFIR DAN AYAHNYA
Dalam kisah lain, juga diriwayatkan tentang seorang musafir bersama ayahnya. Sang musafir mengisahkan bahwa di suatu ketika di suatu negeri, ayahnya meninggal dunia sehingga wajah dan sekujur tubuhnya menjadi hitam dan perutnya membusung. Sang musafir lalu mengucapkan “La haula wala quwwata illa billahil aliyyil azhim (Tiada daya dan kekuatan kecuali Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).
Ayah sang musafir tersebut mati dalam kedukaan, dan hal ini diumpamakan dengan kelakuan sang ayah ketika ia masih hidup. Pada saat itulah sang musafir merasakan beban teramat berat menimpanya karena mendapatkan ayahnya mati dalam kondisi seperti itu. Tetapi, ketika ia terlelap tertidur, ia bermimpi bahwa seorang laki-laki yang sangat tampan dan tubuhnya dipenuhi bulu halus datang kepada ayahnya dan menyapu wajah dan tubuh ayahnya tersebut dengan tangannya sehingga jasad sang ayah menjadi putih kembali, bahkan lebih bagus daripada bentuknya semula dan berseri-seri dengan cahaya. Melihat perlakuan baik lelaki ini terhadap ayahnya sng musafir takjub dan kemudian bertanya, “Siapakah Anda, yang telah menyampaikan karunia Ilahi atas ayahku?” Laki-laki itu menjawab, “Aku adalah Rasulullah. Ayahmu termasuk dianatara orang-orang yang memperbanyak bershalawat atasku. Maka, tatkala ia berhasil melakukannya aku pun datang untuk membersihkannya.” Kemudian sang musafir merasa sangat berbahagia. Ia melihat pancaran dan cahaya keputihan itu ada pada ayahnya. Dia mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT mengangungkan dan menanamkanNya didalam hatinya serta bershalawat kepada Nabi SAW.
UNTA MENJADI SAKSI BAGI ORANG YANG DIFITNAH
Pada masa permulaan Islam, ada seorang muslim yang difitnah telah mencuri seekor unta. Pemfitnahnya mengajukan saksi-saksi palsu, yakni orang-orang munafik yang tidak segan untuk bersumpah palsu. Maka, orang yang seyogyanya tak bersalah itu diputus oleh hakim sebagai pencuri.
Menurut hukum Islam, seorang pencuri harus dihukum potong tangan. Lalu, orang mukmin yang malang ini pun berdoa, “Tuhanku, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Mereka telah memfitnahku. Aku tidak mencuri unta itu. Engkau Mahatahu, selamatkanlah aku dari kehinaan ini, karena aku telah bershalawat pada Nabi paling mulia. Engkau Mahakuasa, izinkanlah unta itu berbicara. Jadikanlah ia sebagai saksiku.” Setelah berdoa demikian, dia mendesah keras, dan rahmat Allah SWT pun meliputi dirinya. Tak sulit bagi Sang Mahaperkasa dan Mahakuasa untuk membuat unta tersebut dapat berbicara dengan bahasa manusia. Hewan ini berkata, “ Ya, Rasulullah, aku milik orang beriman ini. Orang-orang itu adalah saksi palsu dan si pemfitnah telah membuat tuduhan palsu terhadap orang mukmin sejati ini.” Lantas unta tersebut mendekati pemiliknya dengan sikap tunduk dan duduk didepannya.
Syahdan, terkuaklah kebohongan saksi-saksi palsu ini, mereka tak dapat berkutik dengan kesaksian unta itu dan merasa malu. Seiring dengan itu, tumbuhlah cahaya iman dalam hati orang-orang yang turut menyaksikan peristiwa menakjubkan ini. Nabi Muhammad SAW bertanaya, “Wahai orang mukmin, bagaimana engkau dapat memperoleh keajaiban itu?” Orang mukmin tadi menjawab, Ya Rasulullah, saya selalu bershalawat kepadamu sepuluh kali sebelum tidur.”
Nabi yang adil dan suci bersabda, “Karena shalawatmu kepadaku, Allah SWT bukan hanya menyelamatkanmu dari hukuman potong tangan di dunia ini, tetapi juga akan menyelamatkanmu dari siksa neraka di akhirat. Barangsiapa bershalawat kepadaku sepuluh kali pada sore hari dan sepuluh kali pada pagi hari, Allah SWT akan membangkitkannya bersama para nabi kesayangan dan kepercayaanNya dan wali-wali yang patuh, dan Dia akan melimpahkan berkah kepadanya sebagaimana berkah kepada nabiNya.
SUFYAN ATS-TSAURI DAN KISAH ANAK SI TUKANG RIBA
Sufyan ats-Tsauri menuturkan, “ Aku pergi haji. Manakala Tawaf di Ka’bah, aku melihat seoerang pemuda yang tak berdoa apapun selain hanya bershalawat kepada Nabi SAW. Baik ketika di Ka’bah, di Padang Arafah, di mudzdalifah dan Mina, atau ketika tawaf di Baytullah, doanya hanayalah shalawat kepada Baginda Nabi SAW.”
Saat kesempatan yang tepat datang, aku berkata kepadanya dengan hati-hati, “Sahabatku, ada doa khusus untuk setiap tempat. Jikalau engkau tidak mengetahuinya, perkenankanlah aku mengajarimu.” Namun, dia berkata, “Aku tahu semuanya. Izinkan aku menceritakan apa yang terjadi padaku agar engkau mengerti tindakanku yang aneh ini.”
“Aku berasal dari Khurasan. Ketika para jamaah haji mulai berangkat meninggalkan daerah kami, ayahku dan aku mengikuti mereka untuk menunaikan kewajiban agama kami. Naik turun gunung, lembah, dan gurun. Kami akhirnya memasuki kota Kufah. Disana ayahku jatuh sakit, dan pada tengah malam dia meninggal dunia. Dan aku mengkafani jenazahnya. Agar tidak mengganggu jemaah lain, aku duduk menangis dalam batin dan memasrahkan segala urusan pada Allah SWT. Sejenak kemudian, aku merasa ingin sekali menatap wajah ayahku, yang meninggalkanku seorang diri di daerah asing itu. Akan tetapi, kala aku membuka kafan penutup wajahnya, aku melihat kepala ayahku berubah jadi kepala keledai. Terhenyak oleh pemandangan ini, aku tak tahu apa yang mesti kulakukan. Aku tidak dapat menceritakan hal ini pada orang lain. Sewaktu duduk merenung, aku seperti tertidur. Lalu, pintu tenda kami terbuka, dan tampaklah sesosok orang bercadar. Seraya membuka penutup wajahnya, dia berkata, “Alangkah tampak sedih engkau! Ada apakah gerangan?” Aku pun berkata, “Tuan, yang menimpaku memang bukan sukacita. Tapi, aku tak boleh meratap supaya orang lain tak bersedih.”
Lalu orang asing itu mendekati jenazah ayahku, membuka kain kafannya, dan mengusap wajahnya. Aku berdiri dan melihat wajah ayahku lebih berseri-seri ketimbang wajah tuanya. Wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Melihat keajaiban ini, aku mendekati orang itu dan bertanya, “Siapakah Anda, wahai kekasih kebaikan?” Dia menjawab, “Aku Muhammad al Musthafa” (semoga Allah melimpahkan kemuliaan dan kedamaian kepada Rasul pilihanNya). Mendengar perkataan ini, aku pun langsung berlutut di kakinya, menangis dan berkata, “Masya Allah, ada apa ini? Demi Allah, mohon engkau menjelaskannya ya Rasulullah.”
Kemudian dengan lembut beliau berkata, “ayahmu dulunya tukang riba. Baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Wajah mereka berubah menjadi wajah keledai, tetapi disini Allah Yang Mahaagung mengubah lagi wajah ayahmu. Ayahmu dulu mempunyai sifat dan kebiasaan yang baik. Setiap malam sebelum tidur, dia melafalkan shalawat seratus kali untukku. Saat diberitahu perihal nasib ayahmu, aku segera memohon izin Allah untuk memberinya syafaat karena shalawatnya kepadaku. Setelah diizinkan, aku datang dan menyelamatkan ayahmu dengan syafaatku.”
Sufyan menuturkan, “Anak muda itu berkata, “Sejak saat itulah aku bersumpah untuk tidak berdoa selain shalawat kepada Rasulullah, sebab aku tahu hanya shalawatlah yang dibutuhkan manusia di dunia dan di akhirat.”
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail Alaihumus Salam telah berkata kepadaku. Jibril As. berkata, “Wahai Rasulullah, siapa yang membaca shalawat atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan kubimbing tangannya dan akan ku bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”
Berkata pula Mikail As., “Mereka yang bershalawat atasmu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.” Dan Israfil As. berkata pula, “Mereka yang bershalawat kepadamu, maka aku akan bersujud kepada Allah SWT dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah SWT mengampuni orang itu.”
Kemudian Malaikat Izrail As. pun berkata, ”Bagi mereka yang bershalawat atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi.”
Bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW? Sementara para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang bershalawat atas Rasulullah SAW. Dengan kisah yang dikemukakan ini, semoga kita tidak akan melepaskan peluang untuk selalu bershalawat kepada pemimpin kita, cahaya dan pemberi syafaat kita, Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah SWT, Rasul, dan para MalaikatNya.
Semoga shalawat, salam, serta berkah senantiasa tercurah ke hadirat Nabi kita, Rasul kita, cahaya kita, dan imam kita, Muhammad al Musthafa SAW beserta seluruh keluarga, keturunan, dan sahabat-sahabat beliau, dan seluruh kaum mukmin yang senantiasa untuk melazimkan bershalawat kepada beliau. Amin.
Disadur dari buku : Hikayat-Hikayat Spiritual Pencerahan Matahati “Nafas Cinta Ilahi”
Semoga kisah di atas bisa menjadi teladan dapat dia mbil hikmahnya
Senin, 04 Mei 2009
Senin, 06 April 2009
KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA DAN PAHALANYA

Oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Di Antara Fadhilah (Keutamaan) Berbakti Kepada Kedua
Orang Tua.
Pertama
Bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang
paling utama. Dengan dasar diantaranya yaitu hadits
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang disepakati
oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.
"Artinya : Dari Abdullah bin Mas'ud katanya, "Aku
bertanya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah
? Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, Pertama
shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan
shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua
orang tua, ketiga jihad di jalan Allah" [Hadits
Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]
Dengan demikian jika ingin kebajikan harus didahulukan
amal-amal yang paling utama di antaranya adalah birrul
walidain (berbakti kepada kedua orang tua).
Kedua
Bahwa ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang
tua. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari
dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam
Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr dikatakan.
"Artinya : Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu
'anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda, "Ridla Allah tergantung kepada
keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada
kemurkaan orang tua" [Hadits Riwayat Bukhari dalam
Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-),
Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]
Ketiga
Bahwa berbakti kepada kedua orang tua dapat
menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu
dengan cara bertawasul dengan amal shahih tersebut.
Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
dari Ibnu Umar.
"Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda, "Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu
kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki
sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya,
tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu
gua. Sebagian mereka berkata pada yang lain, 'Ingatlah
amal terbaik yang pernah kamu lakukan'. Kemudian
mereka memohon kepada Allah dan bertawassul melalui
amal tersebut, dengan harapan agar Allah menghilangkan
kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka
berkata, "Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua
orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku
mempunyai istri dan anak-anak yang masih kecil. Aku
mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu
memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku
sebelum orang lain. Suatu hari aku harus berjalan jauh
untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga
pulang telah larut malam dan aku dapati kedua orang
tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu
sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang
lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya masih
tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis
untuk meminta susu ini dan aku tidak memberikannya.
Aku tidak akan memberikan kepada siapa pun sebelum
susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang
tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun.
Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu
ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu
kuberikan kepada anak-anaku. Ya Allah, seandainya
perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena Engkau
ya Allah, bukakanlah. "Maka batu yang menutupi pintu
gua itupun bergeser" [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul
Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473) (100) Bab
Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi
Shalihil A'mal]
Ini menunjukkan bahwa perbuatan berbakti kepada kedua
orang tua yang pernah kita lakukan, dapat digunakan
untuk bertawassul kepada Allah ketika kita mengalami
kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang.
Berbagai kesulitan yang dialami seseorang saat ini
diantaranya karena perbuatan durhaka kepada kedua
orang tuanya.
Kalau kita mengetahui, bagaimana beratnya orang tua
kita telah bersusah payah untuk kita, maka perbuatan
'Si Anak' yang 'bergadang' untuk memerah susu tersebut
belum sebanding dengan jasa orang tuanya ketika
mengurusnya sewaktu kecil.
'Si Anak' melakukan pekerjaan tersebut tiap hari
dengan tidak ada perasaan bosan dan lelah atau yang
lainnya. Bahkan ketika kedua orang tuanya sudah tidur,
dia rela menunggu keduanya bangun di pagi hari
meskipun anaknya menangis. Ini menunjukkan bahwa
kebutuhan kedua orang tua harus didahulukan daripada
kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti
kepada kedua orang tua. Bahkan dalam riwayat yang lain
disebutkan berbakti kepada orang tua harus didahulukan
dari pada berbuat baik kepada istri sebagaimana
diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu
'anhuma ketika diperintahkan oleh bapaknya (Umar bin
Khaththab) untuk menceraikan istrinya, ia bertanya
kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,
"Ceraikan istrimuu" [Hadits Riwayat Abu Dawud No.
5138, Tirimidzi No. 1189 beliau berkata, "Hadits Hasan
Shahih"]
Dalam riwayat Abdullah bin Mas'ud yang disampaikan
sebelumnya disebutkan bahwa berbakti kepada kedua
orang tua harus didahulukan daripada jihad di jalan
Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Begitu besarnya jasa kedua orang tua kita, sehingga
apapun yang kita lakukan untuk berbakti kepada kedua
orang tua tidak akan dapat membalas jasa keduanya. Di
dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari
disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar
Radhiyallahu 'anhuma melihat seorang menggendong
ibunya untuk tawaf di Ka'bah dan ke mana saja 'Si Ibu'
menginginkan, orang tersebut bertanya kepada, "Wahai
Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku
sudah membalas jasa ibuku.?" Jawab Abdullah bin Umar
Radhiyallahu 'anhuma, "Belum, setetespun engkau belum
dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu" [Shahih Al
Adabul Mufrad No.9]
Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari
kandungan dengan beban yang dirasakannya sangat berat
dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu
kita mempertaruhkan jiwanya antara hidup dan mati.
Ketika kita lahir, ibu lah yang menyusui kita kemudian
membersihkan kotoran kita. Semuanya dilakukan oleh ibu
kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani
ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang
atau malam hari. Apabila kita sakit tidak ada yang
bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita
juga berusaha agar kita segera sembuh dengan membawa
ke dokter atau yang lain. Sehingga kalau ditawarkan
antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar
kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap
anaknya.
Keempat
Dengan berbakti kepada kedua orang tua akan diluaskan
rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dalam hadits
yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat
Anas Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda.
"Artinya : Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya
dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung
tali silaturahmi" [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim
2557, Abu Dawud 1693]
Dalam ayat-ayat Al-Qur'an atau hadits-hadits Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam dianjurkan untuk
menyambung tali silaturahmi. Dalam silaturahmi, yang
harus didahulukan silaturahmi kepada kedua orang tua
sebelum kepada yang lain. Banyak diantara
saudara-saudara kita yang sering ziarah kepada
teman-temannya tetapi kepada orang tuanya sendiri
jarang bahkan tidak pernah. Padahal ketika masih kecil
dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah
dewasa, seakan-akan dia tidak pernah berkumpul bahkan
tidak kenal dengan kedua orang tuanya. Sesulit apapun
harus tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kepada
kedua orang tua. Karena dengan dekat kepada keduanya
insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan
umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa
dengan silaturahmi akan diakhirkannya ajal dan umur
seseorang.[1] walaupun masih terdapat perbedaan
dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun
pendapat yang lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir
hadits ini bahwa umurnya memang benar-benar akan
dipanjangkan.
Kelima
Manfaat dari berbakti kepada kedua orang tua yaitu
akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu
wa Ta'ala. Di dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam disebutkan bahwa anak yang durhaka tidak akan
masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu
anak yang berbuat baik kepada kedua orang tua akan
dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala ke jannah
(surga).
Dosa-dosa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala segerakan
adzabnya di dunia diantaranya adalah berbuat zhalim
dan durhaka kepada kedua orang tua. Dengan demikian
jika seorang anak berbuat baik kepada kedua orang
tuanya, Allah Subahanahu wa Ta'ala akan
menghindarkannya dari berbagai malapetaka, dengan izin
Allah.
[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia
Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin
Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta.]
Cara Berbakti Kepada Orangtua

Berikut ini adalah 32 cara berbakti kepada orang tua yang diterjemahkan dari kitab Kaifa Nurabbi Auladana karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu. Baca satu persatu, cermati poin demi poin, mungkin ada (mungkin juga banyak) hal yang masih kita lalaikan. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk bagi kita semua.
1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan "Ah" kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia.
2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.
3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis.
4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu tanpa seizin mereka.
5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan rumah lainnya, serta bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu.
6. Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu. Dan berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka.
7. Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan menjawab, "Ya ibu, ya ayah". Janganlah memanggil dengan, "Ya papa, ya mama", karena itu panggilan orang asing (orang-orang barat maksudnya –pent.).
8. Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih hidup, begitu pula setelah mereka telah wafat.
9. Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua. Santun dan beradablah ketika menjelaskan yang benar kepada mereka.
10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau angkat suaramu kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara, beradablah ketika bersama mereka. Janganlah engkau berteriak kepada salah seorang saudaramu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua.
11. Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah kepala mereka.
12. Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu pekerjaan ibumu.
13. Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah alasan ini kepada mereka dan janganlah putus komunikasi dengan mereka.
14. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan istirahat mereka.
15. Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok di hadapan mereka.
16. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam (menyajikan) makanan dan minuman.
17. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.
18. Jangan engkau utamakan istri dan anakmu di atas mereka. Mintalah keridhaan mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha orang tua. Begitu juga kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua.
19. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan engkau julurkan kakimu di hadapan mereka karena sombong.
20. Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu di hadapan bapakmu meskipun engkau seorang pejabat besar. Hati-hati, jangan sampai engkau mengingkari kebaikan-kebaikan mereka berdua atau menyakiti mereka walaupun dengan hanya satu kalimat.
21. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai mereka mengeluh. Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini terjadi pada anakmu. Sebagaimana engkau memperlakukan orang tuamu, begitu pula engkau akan diperlakukan sebagai orang tua.
22. Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah bagi mereka. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang mereka hadapi. Hendaknya engkau mengambil pelajaran dari kesulitanmu serta deritamu ketika mendidik anak-anakmu.
23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu. Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.
24. Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan mereka. Engkau akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan memperlakukanmu sama seperti engkau memperlakukan kedua orangtuamu.
25. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah mereka jika mereka tidak memberimu. Janganlah banyak meminta kepada mereka karena hal itu akan memberatkan mereka berdua.
26. Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan bahagiakanlah kedua orangtuamu.
27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu (suami/istri) memiliki hak atas dirimu. Maka penuhilah haknya masing-masing. Berusahalah untuk menyatukan hak tersebut apabila saling berbenturan. Berikanlah hadiah bagi tiap-tiap pihak secara diam-diam.
28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau sebagai penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada di pihaknya jika dia benar, namun engkau terpaksa melakukannya karena menginginkan ridha kedua orang tuamu.
29. Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam masalah pernikahan atau perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syari'at karena syari'atlah sebaik-baiknya pertolongan bagi kalian.
30. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan. Maka berhati-hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu.
31. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka orang tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya." (Muttafaqun 'alaihi).
32. Kunjungilah mereka disaat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka telah wafat. Bershadaqahlah atas nama mereka dan banyaklah berdoa bagi mereka berdua dengan mengucapkan,
"Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil". (*)
Mukjizat Al-Qur’an Siwak

Mukjizat Al-Qur’an Siwak
Sains Modern dalam Al-Qur’an
SIWAK : Si Kayu Ajaib
Pelindung Gigi
ubhanaLlah, Maha suci Allah… sungguh indah dan sempurna
agama yang diturunkan-Nya, sungguh mulia hukum-hukum yang
disyariatkan-Nya, karena tak ada satupun dari apa-apa yang
diturunkan-Nya dan apa-apa yang diciptakan-Nya kecuali pasti
ada manfaat dan hikmahnya. Kesempurnaan islam ini benar-benar tiada
bandingannya oleh agama-agama selainnya. Diantara kesempurnaan Islam
adalah syariat bagi ummatnya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan,
seperti kewajiban istinja’ setelah buang air, mandi janabat setelah junub,
bahkan banyak sekali hikmah-hikmah syariat yang tersingkap dalam ajaran
islam yang telah dibuktikan oleh sains modern, seperti khasiat madu,
habbatus sawda’ (jinten hitam), minyak zaitun hingga ‘si kayu ajaib’ siwak
yang bermanfaat bagi kesehatan gigi dan gusi. Mari kita kupas apa manfaat
kayu siwak ini bagi kesehatan gigi…
Sejak zaman dahulu, manusia telah mengenal beberapa variasi
teknik dalam membersihkan gigi. Mulai dari bulu ayam, duri landak, tulang
hingga kayu dan ranting-ranting digunakan sebagai alat pembersih gigi.
Masyarakat arab sebelum kedatangan islam, menggunakan akar dan
ranting kayu dari pohon arak (Salvadora persica) yang hanya dapat tumbuh
di daerah asia tengah dan afrika, yang belakangan diketahui sebagai alat
pembersih gigi terbaik hingga saat ini. Setelah kedatangan islam,
RasuluLlah menetapkan penggunaan siwak sebagai sunnah beliau yang
sangat dianjurkan, bahkan beliau bersabda : “Seandainya tidak
memberatkan ummatku, maka aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap
akan wudhu” (Muttafaq ‘alaihi). Hal ini menunjukkan bahwa RasuluLlah
adalah orang pertama yang mendidik manusia dalam memelihara
kesehatan gigi.
Siwak berbentuk batang, diambil dari akar dan ranting segar
tanaman arak (Salvadora persica) yang berdiameter mulai dari 0,1 cm
sampai 5 cm. Pohon Arak adalah pohon yang kecil, seperti belukar dengan
batang yang bercabang-cabang, diameternya lebih dari 1 kaki, jika
kulitnya dikelupas warnanya agak keputihan dan memiliki banyak juntaian
serat. Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih,
aromanya seperti seledri dan rasanya agak sedikit pedas.
Siwak berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut.
Kata siwak diambil dari kata arab ‘yudlik’ yang artinya adalah ‘memijat’
(yakni memijat bagian dalam mulut). Jadi siwak lebih dari hanya sekedar
sikat gigi biasa. Selain itu, batang siwak memiliki serat batang yang elastis
dan tidak merusak gigi walau dibawah tekanan yang keras, bahkan batang
siwak yang berdiameter kecil, memiliki kemampuan fleksibilitas yang
tinggi untuk menekuk ke daerah mulut secara pas untuk mengeluarkan
sisa-sisa makanan dari sela-sela gigi dan menghilangkan plaque. Siwak
juga aman dan sehat bagi perkembangan gusi.
Perlu diketahui, bahwa sisa-sisa makanan yang ada pada sela-sela
gigi, menjadikan lingkungan mulut sangat baik untuk aktivitas pembusukan
yang dilakukan oleh berjuta-juta bakteri yang dapat menyebabkan gigi
berlubang, gusi berdarah dan munculnya kista. Selain itu, bakteri juga
menghasilkan enzim perusak yang ‘memakan’ kalsium gigi sehingga
menyebabkan gigi menjadi keropos dan berlubang. Bahkan, pada
beberapa keadaan bakteri juga menghasilkan gas sisa aktivitas
pembusukan yang menyebabkan bau mulut menjadi tak sedap.
Penelitian terbaru terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak
mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri,
menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.
Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :
- Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang
berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan
pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin
terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa
mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids
tersebut.
- Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride,
Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan
beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi,
memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering
diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
- Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan
mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
- Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang
gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara
premature.
- Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di
mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut
merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan
organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.
Sebuah penelitian terbaru tentang ‘Periodontal Treatment’ (Perawatan
gigi secara periodik/berkala) dengan mengambil sample terhadap 480
orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para
ilmuwan dari King Abdul Aziz University, Jeddah, menunjukkan bahwa
Periodontal treatement untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih
rendah daripada studi yang dilakukan terhadap negara-negara lain, hal ini
mengindikasikan bahwa penggunaan siwak berhubungan sangat erat
terhadap rendahnya kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap
‘Periodontal Treatment’.
Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan
pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa
campuran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi
kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran
bubuk siwak, karena butiran-butioran tersebut mampu menjangkau selasela
gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang
masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga banyak perusahaanperusahaan
di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi
mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan
yang perlu dipelihara dan dibudidayakan. Mari kita budayakan hidup sehat
dengan bersiwak…!!! (Ibnu Burhan)
Daftar Pustaka :
- Al-Mostehy, DR M. Ragaii, and friends, journal of SIWAK AS AN ORAL
HEALTH DEVICE, Kuwait, 1991.
- K.,Almas, abstract journal of THE EFFECT OF SALVADORA PERSICA
EXTRACT (MISWAK) AND CHLOREXIDINE GLUCONATE ON HUMAN
DENTIN, Department of Preventive Dental Sciences, King Saud
University College of Dentistry, Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia,
1995.
- Lafi,T. and Ababneh,H. abstract journal of THE EFFECT OF THE
EXTRACT OF THE MISWAK (CHEWING STICK) USED IN JORDAN
AND THE MIDDLE EAST ON ORAL BACTERIA, Department of
Periodontology, University of Wales College of Medicine Dental
School, Carddiff, United Kingdom, 1995.
- Hardie,J. and Ahmed,K. abstract journal of THE MISWAK AS AN AID
IN ORAL HYGIENE, J. Philipp Dental Association, 1995.
- Al-Khateeb,TL and friends, abstract journal of PERIODONTAL
TREATMENT NEEDS AMONG SAUDI ARABIAN ADULTS AND THEIR
RELATIONSHIP TO THE USE OF MISWAK, King Abdul Aziz University,
Jeddah, Kingdom of Saudi Arabia, 1991.
Minggu, 05 April 2009
Kesempurnaan Rosululllah
Kesempurnaan Rupa SAW
Diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah bahwa Rasulullah SAW melihat di malam hari seperti di siang hari. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku di depanmu. Janganlah kamu mendahuluiku di ruku` dan sujud. Sesungguhnya aku melihatmu dari depan dan belakangku.”
Kesempurnaan Mulut SAW
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah meminum air dari sebuah tempat. Kemudian sisa air tersebut dituangkan kembali ke sumur. Maka setelah itu air sumur tersebut berbau misk (musk).
Juga pernah suatu ketika Sayyidina Al Husein Radhiallahu anhu merasa haus. Rasulullah pun memintakan air untuknya dan tidak mendapatkan air. Maka Rasulullah SAW memberikan lidahnya SAW kepada Sayyidina Al Husain RA, maka ia menghisapnya hingga hilang dahaganya.
Diriwayatkan pula bahwa di antara gigi-gigi beliau SAW terlihat nur (cahaya). Sholawatullah wasalaamuhu alaihi wa ala aalihi wa shohbih .
Kesempurnaan Wajah SAW
Sayyidah Aisyah RA ketika sedang menjahit, tiba-tiba terjatuh jarumnya. Maka ia meraba- raba berusaha mencarinya. Lalu masuklah Rasulullah SAW seakan-akan nur terpancar dari wajahnya. Dengan nur tersebut ia pun mendapatkan jarumnya. Kemudian ia memberitahu Rasulullah SAW tentang apa yang ia lihat. Dan Rasulullah SAW pun bersabda, “Celaka, sungguh celaka bagi yang orang yang tak melihatku di hari kiamat.”
Dan (indahnya) wajah yang seperti matahari, terang, menerangi malam yang gelap gulita (Hamziyah)
Yang lebih tampan darimu (Rasulullah SAW) tak pernah dipandang mataku.Dan yang lebih sempurna darimu tak pernah dilahirkan perempuan. Engkau tercipta lepas dari segala aib. Seakan akan engkau tercipta sekehendakmu (Sayyidah Aisyah RA)
Kesempurnaan Keringat SAW
Suatu hari Rasulullah tertidur dan mengeluarkan keringat. Tak lama datang Ummu Sulaim dengan membawa botol dan mengambil keringat yang mengalir pada Rasulullah SAW hingga beliau terbangun. “Apa yang kau lakukan Ummu Sulaim,” tanya Rasulullah. Ia pun menjawab, “Ini adalah keringatmu, ya Rasulullah. Ku jadikan wewangian. Sesungguhnya ini adalah wewangian yang terwangi.”
“Apabila lewat di jalan, tercium wanginya hingga dapat diketahui bahwa beliau SAW baru saja lewat. Dan apabila duduk di majlis, tercium harumnya berhari hari walaupun ia telah pergi. Dan ia memiliki sebaik-baik keharuman walaupun tak memakai wewangian.” (Maulid ad diiba`I)
Suara SAW
Diriwayatkan oleh sahabat bahwa suara beliau adalah sebaik baik suara. Hingga di malam hari beberapa sahabat dapat mendengarkan suara Rasulullah SAW yang sedang membaca Al-Qur’an sedangkan mereka berada atas arsy.
Imam Ali mengatakan bahwa tidaklah Allah Ta`ala mengutus seorang nabi kecuali memiliki sebaik-baik wajah dan suara dan begitu pula Rasulullah SAW
Ketiak SAW
Seorang sahabat berkata, “Ketika Rasulullah Saw sedang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, kami melihat cahaya di bawah lengannya.”
Tinggi SAW
Rasulullah SAW mempunyai tinggi badan normal. Tidak tinggi jangkung atau pendek. Akan tetapi apabila bersama para sahabat, terlihat beliau lebih tinggi dari sahabatnya SAW
Dan masih banyak lagi kelebihan Rasulullah yang nampak begitu jelas. Diantaranya adalah disebutkan oleh seorang ulama dalam bentuk nadzhom tentang khushusiat Rasulullah SAW. Beliau mengatakan, “Kelebihan Nabi kita sepuluh hal :
1. Tak pernah ber-ihtilam (mimpi basah)
2. Tak mempunyai bayangan
3. Bumi langsung menelan apa-apa yang keluar dari perut SAW
4. Nyamuk tak pernah hinggap padanya
5. Walau matanya tidur, hatinya tak tidur
6. Melihat dari belakang seperti dari depan
7. Tak pernah menguap sama sekali
8. Lahir dalam keadaan berkhitan
9. Hewan-hewan tunggangannya mengenali kerasulannya
10. Apabila duduk, duduknya melebihi tinggi sahabat-sahabatnya
Diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah bahwa Rasulullah SAW melihat di malam hari seperti di siang hari. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku di depanmu. Janganlah kamu mendahuluiku di ruku` dan sujud. Sesungguhnya aku melihatmu dari depan dan belakangku.”
Kesempurnaan Mulut SAW
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah meminum air dari sebuah tempat. Kemudian sisa air tersebut dituangkan kembali ke sumur. Maka setelah itu air sumur tersebut berbau misk (musk).
Juga pernah suatu ketika Sayyidina Al Husein Radhiallahu anhu merasa haus. Rasulullah pun memintakan air untuknya dan tidak mendapatkan air. Maka Rasulullah SAW memberikan lidahnya SAW kepada Sayyidina Al Husain RA, maka ia menghisapnya hingga hilang dahaganya.
Diriwayatkan pula bahwa di antara gigi-gigi beliau SAW terlihat nur (cahaya). Sholawatullah wasalaamuhu alaihi wa ala aalihi wa shohbih .
Kesempurnaan Wajah SAW
Sayyidah Aisyah RA ketika sedang menjahit, tiba-tiba terjatuh jarumnya. Maka ia meraba- raba berusaha mencarinya. Lalu masuklah Rasulullah SAW seakan-akan nur terpancar dari wajahnya. Dengan nur tersebut ia pun mendapatkan jarumnya. Kemudian ia memberitahu Rasulullah SAW tentang apa yang ia lihat. Dan Rasulullah SAW pun bersabda, “Celaka, sungguh celaka bagi yang orang yang tak melihatku di hari kiamat.”
Dan (indahnya) wajah yang seperti matahari, terang, menerangi malam yang gelap gulita (Hamziyah)
Yang lebih tampan darimu (Rasulullah SAW) tak pernah dipandang mataku.Dan yang lebih sempurna darimu tak pernah dilahirkan perempuan. Engkau tercipta lepas dari segala aib. Seakan akan engkau tercipta sekehendakmu (Sayyidah Aisyah RA)
Kesempurnaan Keringat SAW
Suatu hari Rasulullah tertidur dan mengeluarkan keringat. Tak lama datang Ummu Sulaim dengan membawa botol dan mengambil keringat yang mengalir pada Rasulullah SAW hingga beliau terbangun. “Apa yang kau lakukan Ummu Sulaim,” tanya Rasulullah. Ia pun menjawab, “Ini adalah keringatmu, ya Rasulullah. Ku jadikan wewangian. Sesungguhnya ini adalah wewangian yang terwangi.”
“Apabila lewat di jalan, tercium wanginya hingga dapat diketahui bahwa beliau SAW baru saja lewat. Dan apabila duduk di majlis, tercium harumnya berhari hari walaupun ia telah pergi. Dan ia memiliki sebaik-baik keharuman walaupun tak memakai wewangian.” (Maulid ad diiba`I)
Suara SAW
Diriwayatkan oleh sahabat bahwa suara beliau adalah sebaik baik suara. Hingga di malam hari beberapa sahabat dapat mendengarkan suara Rasulullah SAW yang sedang membaca Al-Qur’an sedangkan mereka berada atas arsy.
Imam Ali mengatakan bahwa tidaklah Allah Ta`ala mengutus seorang nabi kecuali memiliki sebaik-baik wajah dan suara dan begitu pula Rasulullah SAW
Ketiak SAW
Seorang sahabat berkata, “Ketika Rasulullah Saw sedang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, kami melihat cahaya di bawah lengannya.”
Tinggi SAW
Rasulullah SAW mempunyai tinggi badan normal. Tidak tinggi jangkung atau pendek. Akan tetapi apabila bersama para sahabat, terlihat beliau lebih tinggi dari sahabatnya SAW
Dan masih banyak lagi kelebihan Rasulullah yang nampak begitu jelas. Diantaranya adalah disebutkan oleh seorang ulama dalam bentuk nadzhom tentang khushusiat Rasulullah SAW. Beliau mengatakan, “Kelebihan Nabi kita sepuluh hal :
1. Tak pernah ber-ihtilam (mimpi basah)
2. Tak mempunyai bayangan
3. Bumi langsung menelan apa-apa yang keluar dari perut SAW
4. Nyamuk tak pernah hinggap padanya
5. Walau matanya tidur, hatinya tak tidur
6. Melihat dari belakang seperti dari depan
7. Tak pernah menguap sama sekali
8. Lahir dalam keadaan berkhitan
9. Hewan-hewan tunggangannya mengenali kerasulannya
10. Apabila duduk, duduknya melebihi tinggi sahabat-sahabatnya
Sabtu, 04 April 2009
BACA'AM MAULID AL HABSI
بسم الله الر حمن الر حيم
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد حَبِيبِكَ الشَّافِعِ الْمُشَفَّع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد أَ عْلَى الْوَ رَ ي رُ تْبَةً وَ أَرْ فَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد أَسْمَى الْبَرَ ايَا جَاهًا وَ أَوْ سَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ اسْلُكْ بِنَا رَ بِّ خَيْرَ مَهْيَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ عَافِنَا وَ اشْفِ كُلَّ مُوْ جَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ أَصْلِحِ الْقَلْبَ وَ اعْفُ وَ نْفَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَا كْفِ الْمُعَادِي وَ اصْرِفْهُ وَرْدَ ع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد نَحُلُّ فِي حِصْنِكَ الْمُمَنَّع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد رَ بِّ ارْ ضَ عَنَّا رِ ضَاكَ اْلأَ رْ فَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ اجْعَلْ لَنَا فِي الْجِنَانِ مَجْمَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد رَ افِقْ بِنَا خَيْرَ خَلْقِكَ اجْمَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد يَا رَ بِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَ سَلِّمْ
اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang
Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,
Kekasih- Mu pemilik syafa’at yang dilimpahi syafa’at- Mu.
Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,
Semulia-mulia ciptaan, dalam keagungan dan derajatnya.
Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,
Makhluk yang termulia kedudukannya, melebihi segenap ciptaan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,
Jalankanlah kami Wahai Tuhan ke jalan yang paling benar (jalan nabi- Mu).
Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,
Sembuhkanlah kami dari segala Keluhan penyakit,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Perbaikilah Hati dan ma’afkanlah, dan berilah kami (segala yang) manfa’at,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Bentengilah dari yang sedang memusuhi kami dan hindarkanlah kami dari musuh yang akan datang kepada kami,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Kami berlindung di dalam Benteng- Mu Yang Melindungi dari segala gangguan,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Ya Allah Ridhoilah kami dengan Keridhoan- Mu Yang Agung,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Jadikanlah kami berkompul dengan Nabi- Mu di Surga,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Jadikanlah kami selalu berdampingan dengan Sebaik-baik Ciptaan- Mu,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atasnya serta Salam Sejahtera,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمنِ الرَّ حِيمِ
أَعُو ذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّ جِيمِ
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينَا * لِيَغْفِرَ لَكَ اللهُ
مَا تَقَدَّ مَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَ يُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ
وَ يَهْدِ يَكَ صِرَ اطًا مُسْتَقِيمًا * وَ يَنْصُرَ كَ اللهُ
نَصْرً ا عَزِ يزً ا *
لَقَدْ جَاءَ كُمْ رَ سُو لٌ مِنْ أَ نْفُسِكُمْ عَزِ يزٌ عَلَيْهِ
مَا عَنِتُّمْ حَرِ يصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْ مِنِينَ رَ ءُو فٌ
رَ حِايمِ * فَإِنْ تَوَ لَّوْ ا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ
هُوَ عَلَيْهِ تَوَ كَّلْتُ وَ هُوَ رَ بُّ الْعَرْ شِ الْعَطِيمِ *
إِنَّ اللهَ وَ مَلاَ ئِكَتَهُ يُصَلُّو نَ عَلَى النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا الَّذِ ينَ آمَنُوا صَلُّو ا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيمًا *
اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
“ SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MEMBENTANGKAN BAGIMU (Wahai Muhammad saw) KEMENANGAN YANG GEMILANG. AGAR DIA ALLAH MENGAMPUNI DOSA-DOSAMU YANG TERDAHULU DAN YANG AKAN DATANG. DAN MENYEMPURNAKAN NI’MAT NYA ATASMU (Wahai Muhammad saw), DAN DIA (Allah) MEMBERIMU PETUNJUK KE JALAN YANG LURUS, DAN ALLAH AKAN MEMBERIKAN PERTOLONGAN PADAMU DENGAN PERTOLONGAN YANG MULIA”,
“ SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEPADAMU UTUSAN DARI GOLONGANMU, DAN SANGAT BERAT BAGINYA (Muhammad saw) APA-APA YANG MENIMPA KALIAN, DAN SANGAT MENJAGA KALIAN (Dari Kemurkaan Allah dan Neraka), DAN IA SANGAT BERLEMAH LEMBUT DAN BERKASIH SAYANG ATAS ORANG-ORANG MU’MIN,
MAKA JIKA MEREKA INGKAR MAKA KATAKANLAH : CUKUPLAH PERTOLONGAN ALLAH BAGIKU, TIADA TUHAN SELAIN DIA, DAN KEPADA NYA AKU BERSERAH DIRI DAN DIA ADALAH PEMILIK ARSY YANG AGUNG”,
“ SESUNGGUHNYA ALLAH DAN PARA MALAIKAT NYA BERSHALAWAT ATAS NABI (saw), WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN BERSHALAWATLAH PADANYA, DAN BERILAH SALAM KEPADANYA DENGAN SEBAIK-BAIK SALAM SEJAHTERA”,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya.
اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي هَدَ انَا
بِعَبْدِه ِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا
إِ لَيْهِ بِاْلإِذْنِ و َقَدْ نَادَ انَا
لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَ لَّنَا وَحَدَ انَا
صَلَّى عَلَيْكَ اللّهُ بَارِ ئُكَ الَّذِي
بِكَ يَا مُشَفَّعُ خَصَّنَا وَحَبَاَنا
مَعَ آلِكَ اْلأَطْهَارِ مَعْدِنِ سِرِّ كَ
اْلأَ سْمَى فَهُمْ سُفُنُ النَّجَاةِ حِمَاَنا
وَعَلَى صَحَا بَتِكَ الْكِرَ امِ حُمَاةِ دِ يـْنِكَ
أَصْبَحُوْ ا لِوَ لاَئِهِ عُنْوَ اَنا
وَ التَّابِعِينَ لَهُمْ بِصِدْقٍ مَا حَدَى
حَادِي الْمَوَدَّةِ هَيَّجَ اْلأَشْجَانَا
وَاللّهِ مَا ذُ كِرَ الْحَبِيْبُ لَدَى الْمُحِبِّ
إِلاَّ وَ أَضْحَى وَالِهًا نَشْوَ انَا
أَيْنَ الْمُحِبُّو نَ الَّذِ يْنَ عَلَيْهِمُ
بَذْ لُ النُّفُو سِ مَعَ النَّفَائِسِ هَانَا
لاَ يَسْمَعُو نَ بِذِ كْرِ طهَ الْمُصْطَفَى
إِلاَّ بِهِ انْتَعَشُوْا وَ أَذْ هَبَ رَاَنا
فَا هْتَا جَتِ اْلأَرْ وَاحُ تَشْتَاقُ اللِّقَا
وَ تَحِنُّ تَسْأَلُ رَبَّهَا الرّ ِضْوَ انَا
حَالُ الْمُحِبِّيْنَ كَذَا فَاسْمَعْ إِلَى
سِيَرِ الْمُشَفَّعِ وَ ارْ هِفِ اْلآذَا نَا
وَانْصِتْ إِلَى أَوْ صَافِ طهَ الْمُجْتَبَى
وَاحْضِرْ لِقَلْبِكَ يَمْتَلِىْء وِ جْدَ انَا
{ يَا رَ بَّنَا صَلِّ وَسَلِّمْ دَ ائِمًا
عَلَى حَبِيْبِكَ مَنْ إِلَيْكَ دَعَانَا}
اللهـم صـل وسـلم وبارك عـليه وعـلى آلـه
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita petunjuk,
Melalui Hamba- Nya yang terpilih(saw) yang telah menyeru kami
Kepada Nya dengan Izin Nya, dan sungguh Beliau (saw) telah menyeru kami,
Kami datang kepadamu Wahai Yang telah Menunjuki kami ke jalan yang benar (kami mendatangi panggilanmu Wahai Nabi saw), dan yang telah menyeru kami dengan Lemah Lembut dan Bahasa Indah,
Limpahan Shalawat padamu dari Allah yang telah Menciptakanmu,
Yang denganmu Wahai Pembawa Syafa’at, telah membuat kami Terpilih dan Terkasihi,
Juga pada Keluargamu yang Suci, sebagai Sumber-sumber Rahasiamu
Yang Tinggi, maka merekalah Bahtera Penyelamat yang Membentengi kami,
Dan pada Para Sahabatmu yang Mulia, yang menjadi Dinding Penyelamat bagi Ajaranmu dan Figur Panutan bagi Pencintanya (saw),
Juga terhadap para Tabi’in setelah mereka, yang mengikuti mereka dengan jujur dan bersungguh-sungguh,
Sebanyak puji pujian Kerinduan yang Merobohkan Kesedihan,
Demi Allah tidaklah diperdengarkan Nama Sang Kekasih (saw) pada orang yang mencintainya,
Maka akan tersentak gembira dan hilanglah segala kesusahan,
Dimanakah Para Pecinta, yang mereka itu rela berkorban dengan Nyawa dan meremehkan hal-hal yang berharga (yang bersifat duniawi),
Tidaklah mereka mendengar sebutan Nama Thaahaa Al Musthafa (saw),
Maka bangkitlah Semangat dan hilanglah segala Kegundahan hati,
Maka Bergetarlah ruh-ruh merindukan perjumpaan, dan merintih memohon Keridhoan dari Tuhan Nya,
Begitulah keadaan para Pecinta maka dengarlah Perjalanan Hidup Sang Pembawa Syafa’at dan Konsentrasikanlah Pendengaran,
Maka Simaklah akan sifat-sifat Thaahaa (saw), Imam yang Terpilih
Dan hadirkanlah hatimu, niscaya terpenuhilah hatimu dengan Kerinduan padanya (saw),
Wahai Tuhan Kami Limpahkanlah Shalawat dan Salam Sejahtera Selamanya,
pada Kekasih Mu yang telah menyeru kami Kepada Mu,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya
نَـبَّأَنَا اللّهُ فَقَالَ : جَاءَ كُمْ
نُو رٌ فَسُبْحَانَ الَّذِي أَنْبَانَا
وَالنُّو رُ طهَ عَبْدُ هُ مَنَّ بِهِ
فِي ذِ كْرِ هِ أَعْظِمْ بِهِ مَنَّانَا
هُوَ رَ حْمَةُ الْمَوْ لَى تَأَمَّلْ قَوْ لَهُ
{ فَلْيَفْرَ حُو ا} وَ اغْدُ بِهِ فَرْ حَانَا
مُسْتَمْسِكًا بِالْعُرْ وَةِ الْوُ ثْقَى
وَ مُعْتَصِمًا بِحَبْلِ اللّهِ مَنْ أَنْشَانَ
وَاسْتَشْعِرَنْ أَنْوَ ارَ مَنْ قِيلَ : مَتَى
كُنْتَ نَبِيَّا، قَالَ : آدَ مُ كَانَا
بَيْنَ التُّرَ ابِ وَ بَيْنَ مَاءٍ فَاسْتَفِقْ
مِنْ غَفْلَةٍ عَنْ ذَا وَ كُنْ يَقْظَانَا
وَ اعْبُرْ ِإ لَى أَسْرَ ارِ رَ بِّي لَمْ يَزَ لْ
يَنْقُلُنِي بَيْنَ الْخِيَارِ مُصَانَا
لَمْ تَفْتَرِ قْ مِنْ شُعْبَتَيْنِ إِلاَّ أَ نَا
فِي خَيْرِ هَا حَتَّى بُرُ و زِ يَ آ نَا
فَأَنَا خِيَارٌ مِنْ خِيَارٍ قَدْ خَرَ جْـتُ
مِنْ نِكَا حٍ لِي إِلهِيَ صَانَا
طَهَّرَ هُ اللّهُ حَمَاهُ اخْتَارَ هُ
وَ مَا بَرَ ى كَمِثْلِهِ إِ نْسَانَا
وَ بِحُبِّهِ وَ بِذِ كْرِ هِ وَ النَّصْرِ وَ التَّـ
ـوْ قِيرِرَ بُّ الْعَرْ شِ قَدْ أَوْ صَانَا
{يَا رَ بَّنَا صَلِّ وَ سَلِّمْ دَ ائِمًا
عَلَى حَبِيبِكَ مَنْ إِلَيْكَ دَ عَانَا}
اللهـم صـل وسـلم وبارك عـليه وعـلى آلـه
Maka telah datang kabar dari yang berfirman : “ TELAH DATANG KEPADAMU CAHAYA ….. “ (QS Al Maidah : 15), Maha Suci Yang Telah Mengabarkannya kepada kita,
Dan cahaya Thaahaa Hamba- Nya, terlimpahkan dengan mengingatnya (saw), maka Agungkanlah Sang Pemberi Anugerah,
Dia (saw) adalah Rahmat dari Sang Pencipta, maka renungkanlah Firman Nya : “ MAKA BERGEMBIRALAH KAMU “, (“KATAKANLAH : DENGAN DATANGNYA ANUGERAH ALLAH DAN RAHMATNYA MAKA DENGAN ITU KALIAN BERGEMBIRALAH“) maka bergegaslah untuk bergembira dengan Kedatangannya (saw),
Dengan berpegang teguh pada Tali terkuat (Al Qur’an dan Hadits) dan berusahalah senantiasa berada di Jalan Allah, yang telah menciptakan kita,
Renungkanlah Cahaya cahaya (Rasul saw) yang ketika dikatakan kepadanya (saw) “sejak kapankah Kenabianmu ?” , maka sabdanya kenabianku sejak Adam As,
Masih berada diantara Air dan Tanah “, maka sadarlah kamu dari kelalaianmu itu dan bangkitlah sadar,
Maka fahamilah rahasia-rahasia Tuhanku yang selalu memindahkanku (saw) diantara Sulbi orang mulia ke sulbi orang yang mulia dan terpilih,
Tidaklah terpisah dari dua kelompok (Suku), terkecuali aku berada pada yang terbaik, begitulah hingga aku dilahirkan,
Maka aku adalah yang terpilih dari yang terpilih, dan aku terlahir dari pernikahan yang Tuhanku telah menjaganya,
Allah telah menyucikan (saw), serta menjaga dan memilihnya (saw), maka tidaklah pernah Allah memunculkan manusia menyerupainya (saw),
Dan dengan mencintainya dan mengingatnya serta membantu syari’atnya dan dengan penghormatan padanya (saw) Allah pencipta Arsy telah mewasiatkan kita,
Wahai Tuhan Kami Limpahkanlah Shalawat dan Salam Sejahtera Selamanya, Pada Kekasih Mu yang telah menyeru kami Kepada- Mu,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,
هذَا وَ قَدْ نَشَرَ اْلإِ لهُ نُعُوتَهُ
فِي الْكُتْبِ بَيَّنَهَا لَنَا تِبْيَانَا
أَخَذَ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا
آتَيْتُكُمْ مِنْ حِكْمَةٍ إِحْسَانَا
وَجَاءَ كُمْ رَسُولُنَا لَتُؤْ مِنُنَّ
وَ تَنْصُرُو نَ وَ تُصْبِحُو نَ أَعْوَ انَا
قَدْ بَشَّرُوْ ا أَقْوَ ا مَهُمْ بِالْمُصْطَفَى
أَعْظِمْ بِذَلِكَ رُتْبَةً وَ مَكَانَا
فَهُوَ وَ إِنْ جَاءَ اْلأَ خِيرُ مُقَدَّ م ٌ
يَمْشُونَ تَحْتَ لِوَ اءِ مَنْ نَادَ انَا
يَا أُمَّةَ اْلإِ سْلا َمِ أَوَّ لُ شَافِعٍ
وَ مُشَفَّعٍ أَنَا قَطُّ لاَ أَتَوَ انَى
حَتَّى أُنَادَ ى ارْ فَعْ وَ سَلْ تُعْطَ وَ قُلْ
يُسْمَعْ لِقَوْ لِكَ نَجْمُ فَخْرِكَ بَانَا
وَ لِوَ اءُ حَمْدِ اللّهِ جَلَّ بِيَدِ ي
وَ َلأَ وَّ لاً آتِي أَنَا الْجِنَانَـا
وَ أَ كْرَ مُ الْخَلْقِ عَلَى اللّهِ أَنَا
فَلَقَدْ حَبَاكَ اللّهُ مِنْهُ حَنَانَا
وَ لَسَوْ فَ يُعْطِيكَ فَتَرْ ضَى جَلَّ مِنْ
مُعْطٍ تَقَاصَرَ عَنْ عَطَا هُ نُهَانَا
بِاللّهِ كَرِّرْ ذِ كْرَ وَ صْفِ مُحَمَّدٍ
كَيْمَا تُزِ يحَ عَنِ الْقُلُو بِ الرَّ انَا
{يَا رَ بَّنَا صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا
عَلَى حَبِيبِكَ مَنْ إِلَيْكَ دَعَانَا}
اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه
Begitulah, dan telah Tuhan sebarkan tentang sifat-sifatnya (saw) dalam kitab kitab terdahulu dan Al Qur’an yang menjelaskannya dengan sejelas jelasnya,
Dia (Allah) telah mengambil Perjanjian dari para Nabi ketika telah Kudatangkan pada kalian Hikmah dan Kemuliaan,
Dan datanglah pada kalian (wahai para Nabi) Utusan Kami (saw) maka agar kalian (wahai para Nabi) beriman padanya, dan kalian (wahai para Nabi) mendukungnya (saw), dan agar kalian (wahai para Nabi) menjadi pengikutnya,
Dan bahwasannya Para Nabi terdahulu telah memberi kabar gembira pada umat umat mereka akan kedatangan nabi terpilih, maka Muliakanlah Martabat dan Kedudukkannya,
Maka apabila telah datang hari kiamat, para Nabi terdahulu berjalan di bawah naungan Panji Sang Nabi (saw) yang telah menyeru kita,
Wahai Umat Islam, aku adalah yang pertama Sebagai Pemberi Syafa’at dan yang Pertama menyebarkannya, dan tidaklah aku ragu dan memperlambat,
Hingga diserukan kepadaku (ketika bersujud memohon syafa’at) angkatlah kepalamu (wahai Muhammad), dan katakanlah permintaanmu niscaya Ku kabulkan permohonanmu dan bicaralah niscaya Ku dengar pembicaraanmu, sungguh Bintang Kemuliaanmu (Wahai Nabi saw) sungguh jelas dan terang,
Dan Panji Pujian kepada Allah Yang Maha Perkasa berada di tanganku (saw) dan aku (saw) adalah manusia pertama yang mendatangi surga- Nya,
Dan aku (saw) telah menjadi ciptaan yang paling mulia di sisi Allah, maka sungguh engkau (wahai nabi) telah terpelihara oleh Allah dengan kasih sayang- Nya,
“DAN AKAN DIA LIMPAHKAN KEPADAMU (saw) ANUGERAH KAMI HINGGA ENGKAU (saw) PUAS” (dan ayat ini) merupakan tanda kebesaran dari Yang Maha Pemberi, dan pemberian itu merupakan hal yang akal sulit untuk menerimanya (seperti banyaknya Mukzijat beliau saw),
Demi Allah ulang-ulanglah peringatan sifat-sifat Muhammad, agar menjadi penawar dan pengikis kotoran-kotoran hati,
Wahai Tuhan Kami Limpahlanlah Shalawat dan Salam Sejahtera Selamanya pada Kekasih Mu yang telah menyeru kami Kepada- Mu,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,
لَمَّا دَ نَا وَ قْتُ الْبُرُو ز ِ ِلأَ حْمَدٍ
عَنْ إِذْنِ مَنْ مَا شَاءَ هُ قَدْ كَانَـا
حَمَلَتْ بِهِ اْلأُ مُّ اْلأ َمِينَةُ بِنْتُ وَ هـ
بٍ مَنْ لَهَا أَعْلَى اْلإِ لهُ مَكَانَا
مِنْ وَ الِدِ الْمُخْتَارِ عَبْدِ اللّهِ بْنِ
عَبْدٍ لِمُطَّلِبٍ رَ أَى الْبُرْ هَانَا
قَدْ كَانَا يَغْمُرُ نُورُ طهَ وَجْهَهُ
وَسَرَ ى إِلَى اْلاِ بْنِ الْمَصُونِ عَيَانَا
وَهُوَ ابْنُ هَاشِمٍ الْكَرِ يمِ الشَّهْمِ بْنِ
عَبْدِ مَنَافٍ اِبْنِ قُصَيٍّ كَانَا
وَ الِدُ هُ يُدْعَى حَكِيمًا شَأْ نُهُ
قَدِ اعْتَلَى أَعْزِزْ بِذ لِكَ شَانَا
وَاحْفَظْ أُصُو لَ الْمُصْطَفَى حَتَّى تَرَى
فِي سِلْسِلا َتِ أُصُو لِهِ عَدْنَانَا
فَهُنَاكَ قِفْ وَ اعْلَمْ بِرَ فْعِهِ إِ لَى السْـ
مَاعِيلَ كَانَا لِلأَبِ مِعْوَ انَا
وَ حِينَمَا حَمَلَتْ بِهِ آمِنَةٌ
لَمْ تَشْكُ شَيْئًا يَأْ خُذُ النِّسْوَ انَا
وَبِهَا أَحَاطَ اللُّطْفُ مِنْ رَ بِّ السَّمَا
أَ قْصَى اْلأَ ذَى وَ الْهَمَّ وَ اْلأَ حْزَ انَا
وَ رَ أَتْ كَمَا قَدْ جَاءَ مَا عَلِمَتْ بِهِ
أَنَّ الْمُهَيْمِنَ شَرَّ فَ اْلأَ كْوَ انَا
بِالطُّهْرِ مَنْ فِي بَطْنِهَا فَاسْتَبْشَرَ تْ
وَ دَ نَا الْمَخَاضُ فَأُتْرِ عَتْ رِ ضْوَ انَا
وَ تَجَلَّتِ اْلأَ نْوَ ارُ مِنْ كُلِّ الْجِهَا
تِ فَوَ قْتُ مِيلاَ دِ الْمُشَفَّعِ حَانَا
وَقُبَيْلَ فَجْرٍ أَبْرَ زَتْ شَمْسُ الْهُدَى
ظَهَرَ الْحَبِيبُ مُكَرَّ مًا وَ مُصَانَا
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلاَ إلهَ إِلاَ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ أربعًا
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِـاللهِ الْعَلِيِّ الْعَطِيمِ فِي كُلِّ لَحْظَةٍ أَبَدًا
عَدَدَ خَلْـقِهِ وَرِضَا نَـفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْ شِهِ وَ مِدَادَ كَـلِمَاتِهِ.
Ketika telah dekat waktu kelahiran Ahmad (saw) dari Izin Nya, yang apabila menghendaki sesuatu tidaklah akan terhalang,
Ia (saw) berada di dalam kandungan Sang Ibu Aminah binti Wahb, yang baginya telah Allah Muliakan Martabatnya (sebagai ibu bagi sebaik baik ciptaan),
Dari ayah Sang Hamba yang terpilih (saw), yaitu (ayahnya itu) Abdullah bin Abdul Muthalib yang melihat tanda-tanda (Isyarat Kenabian),
Telah terjadi bahwa wajahnya (ayahnya) diterangi Cahaya Thaahaa (saw) yang kemudian berpindah kepada Sang Anak yang terjaga ini (cahaya itu) terlihat dengan jelas,
Dan dia adalah keturunan Hasyim yang Mulia dan Perkasa , putra Abdu Manaaf, Keturunan Qushay yang dahulu,
Ayahnya digelari Hakiim (orang yang adil) dan kepribadiannya telah termasyur, maka berbanggalah dengan kepribadian itu,
Dan hafalkanlah silsilah keturunan Nabi yang Terpilih hingga kau temukan silisilahnya pada (datuknya) Adnan,
Apabila telah sampai kepada Adnan maka berhentilah, (bahwa setelah Adnan, banyak riwayat yang berbeda) dan ketahuilah bahwa nasabnya bersambung hingga Ismail As (putra Ibrahim As) yang telah menjadi pendukung Ayahnya (Ibrahim As),
Dan ketika Aminah (ra) mengandungnya (saw) tidaklah Ia (Ibundanya ra) merasa sakit sebagaimana keluhan wanita hamil,
Baginya (Aminah ra) selubung Kelembutan dari Allah Pemelihara Langit, hilanglah segala gangguan, kegelisahan dan kesedihan,
Kemudian ia (Aminah ra) menyaksikan sebagaimana yang telah diketahuinya, bahwa Yang Maha Pemelihara telah memuliakan Alam Semesta,
Dengan kesucian bayi di dalam kandungannya, maka iapun bergembira ketika telah dekat saat saat kelahiran, maka berluapanlah limpahan keridhoan Nya, (Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, 4X)
Maka Muncullah Cahaya Cahaya dari segala penjuru dan Detik Kelahiranpun tiba,
Beberapa saat sebelum terbitnya fajar Muncullah Matahari Hidayah, Lahirlah Sang Kekasih yang Termuliakan dan Terjaga,
صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم
يَا نَبِي سَلاَ مُ عَلَيْكَ يَا رَسُو ل سَلاَ مُ عَلَيْكَ
يَا حَبِيب سَلاَ مُ عَلَيْك صَلَو اتُ اللّه عَلَيْكَ
أَبْرَ زَ اللّهُ الْمُشَفَّع صَاحِبُ الْقَدْ رِ الْمُرَ فَّع
فَمَلاَ النُّو رُ النَّوَ احِي عَمَّ كُلَّ الْكَوْنِ أَجْمَع
نُكِسَتْ أَصْنَامُ شِرْ كٍ وَ بِنَا الشِّرْ كُ تَصَدَّ ع
وَ دَ نَا وَ قْتُ الْهِدَ ايَة وَ حِمَى الْكُفْرِ تَزَعْزَ ع
مَرْ حَبًا أَهْلاً وَ سَهْلاً بِكَ يَا ذَا الْقَدْرِ اْلأَ رْ فَع
يَا إِمَامَ اهْلِ الرِّ سَالَة مَنْ بِهِ اْلآ فَاتِ تُدْ فَع
أَنْتَ فِي الْحَشْرِ مَلاَ ذٌ لَكَ كُلُّ الْخَلْقِ تَفْزَ ع
وَ يُنَادُ ونَ تَرَ ى مَا قَدْدَهَى مِنْ هَوْلٍ أَفْظَع
طَلَعَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا مِنْ ثَنِيَّةِ الْوَ دَاع
وَ جَبَ الشُّكْرُ عَلَيْنَا مَا دَ عَا لِلّهِ دَاع
فَلَهَا أَنْتَ فَتَسْجُد وَ تُنَادَ ى أشْفَع تُشَفَّع
فَعَلَيْكَ اللّهُ صَلَّى مَا بَدَ ى النُّو رُ وَ شَعْشَع
وَ بِكَ الرَّ حْمنَ نَسْأَل وَ أِلهُ الْعَرْشِ يَسْمَع
يَا عَظِيمَ الْمَنِّ يَا رَ بّ شَمْلَنَا بِالْمُصْطَفَى اجْمَع
وَ بِهِ فَا نْظُرْ إِلَيْنَا وَ اعْطِنَا بِه كُلَّ مَطْمَع
وَ ا كْفِنَا كُلَّ الْبَلاَ يَا وَ ادْ فَعِ اْلآ فَاتِ وَ ارْفَع
رَبِّ فَا غْفِرْ لِي ذ ُنُو بِـي بِبَرْكَةِ الْهَادِي الْمُشَفَّع
وَ اسْقِنَا يَا رَبّ أَغِثْنَا بِحَيَا هَطَّالِ يَهْمَع
وَ اخْتِمِ الْعُمْرَ بِحُسْنَى وَاحْسِنِ الْعُقْبَىوَمَرْجَع
وَ صَلاَ ةُ اللّهِ تَغْشَى مَنْ لَهُ الْحُسْنُ تَجَمَّع
أَ حْمَدَ الطُهْرَ وَ آلِه وَ الصَّحَابَة مَالسَّنَا شَع
اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه
Bershalawat Allah kepada (Nabi) Muhammad
Bershalawat Allah padanya dan memberi salam sejahtera (3x)
Wahai Nabi salam sejahtera bagimu, Wahai Rasul salam sejahtera bagimu.
Wahai Kekasih salam sejahtera bagimu, Shalawat Allah bagimu.
Telah tiba dengan kehendak Allah sang penberi syafa’at, Yang memiliki derajat yang dimuliakan.
Maka limpahan cahaya memenuhi segala penjuru, Meliputi seluruh alam semesta.
Maka berjatuhanlah patung-patung berhala di ka’bah, Dan tumbanglah sendi-sendi kemusyrikan.
Maka dekatlah saat-saat petunjuk, Dan benteng kekafiranpun berguncang.
Salam sejahteralah atas kedatanganmu, Wahai sang pemilik derajat yang mulia.
Wahai Imam dan pemimpin para Rasul, Yang dengannya bencana-bencana terhapuskan.
Engkaulah satu-satunya harapan di hari Qiamat, Kepadamulah seluruh ciptaan berlindung dari kemurkaan Allah.Kemudian mereka datang memanggil-manggilmu dengan penuh harapan, Ketika menyaksikan dahsyatnya kesulitan dan rintangan.
Maka karena itulah engkau (SAW) bersujud kehadirat Tuhanmu,
Maka diserukan kepadamu berikanlah syafa’at, karena engkau diizinkan memberi syafa’at.
Maka atasmu limpahan shalawat dari Allah, Selama cahaya masih bersinar terang benderang.
Dan denganmu (SAW) kami memohon kepada Ar Rahmaan, Maka pencipta Arsy mendengar do’a kami.
Wahai pemberi anugerah yang mulia, Wahai Tuhan, Kumpulkanlah kami dengan AlMusthafa (SAW).
Dan demi Dia (SAW), maka pandanglah kami dengan kasih sayangmu, Dan berilah kami segala yang kami inginkan.
Dan hindarkanlah kami dari segala bencana, Dan jauhkanlah segala kesulitan, dan angkatlah sejauh-jauhnya.
Dan siramilah Wahai Tuhanku serta tolonglah kami, Dengan lebatnya curahan rahmat- Mu.
Dan akhirilah usia kami dengan husnul khatimah, Dan terimalah kami dengan baik saat kembali kepada- Mu
Dan terlimpahlah shalawat dari Allah, Baginya (SAW) yang kepadanya terkumpul segala kebaikan.
Ahmad yang tersuci serta keluarganya, Dan sahabatnya sebanyak pijaran cahaya.
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam Sejahtera serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,
الدعاء
DO’A PENUTUP
وَ لَقَدْ أَشَرْ تُ لِنَعْتِ مَنْ أَوْ صَافُهُ
تُحْيِي الْقُلُو بَ تُهَيِّجُ اْلأَ شْجَانَا
وَ اللّهُ قَدْ أَ ثْنَى عَلَيْهِ فَمَا يُسَا
وِ ي الْقَوْ لُ مِنَّا أَوْ يَكُو نُ ثَنَانَا
لَكِنَّ حُبَّا فِي السَّرَ ائِرِ قَدْ دَعَا
لِمَدِ يحِ صَفْوَ ةِ رَ بِّنَا وَ حَدَ انَا
وَ إِذِ امْتَزَ جْنَا بِالْمَوَ دَّةِ ههُنَا
نَرْ فَعُ أَيْدِ ي فَقْرِ نَا وَ رَ جَانَا
لِلْوَ ا حِدِ اْلأ َحَدِ الْعَلِيِّ إِلهِنَا
مُتَوَ سِّلِينَ بِمَنْ إِلَيْهِ دَعَانَا
مُخْتَارِ هِ وَ حَبِيبِهِ وَ صَفِيِّهِ
زَ يْنِ الْوُ جُو دِ بِهِ اْلإِ لهُ حَبَانَا
يَا رَ بَّنَا يَا رَ بَّنَا يَا رَ بَّنَا
بِالْمُصْطَفَى اقْبَلْنَا أَ جِبْ دَ عْوَ انَا
أَ نْتَ لَنَا أَ نْتَ لَنَا يَا ذُ خْرَ نَا
فِي هذِ هِ الدُّ نْيَا وَ فِي أُ خْرَ انَا
أَصْلِحْ لَنَا اْلأَ حْوَ الَ وَ اغْفِرْ ذَنْبَنَا
وَ لاَ تُؤَ اخِذْ رَ بِّ إِنْ أَ خْطَانَا
وَ اسْلُكْ بِنَا فِي نَهْجِ طهَ الْمُصْطَفَى
ثَبِّتْ عَلَى قَدَ مِ الْحَبِيبِ خُطَانَا
أَرِ نَا بِفَضْلٍ مِنْكَ طَلْعَةَ أَحْمَدٍ
فِي بَهْجَةٍ عَيْنُ الرِّ ضى تَرْ عَانَا
وَ ارْ بُطْ بِهِ فِي كُلِّ حَالٍ حَبْلَنَا
وَ حِبَالَ مَنْ وَدَّ وَ مَنْ وَ الاَ نَا
وَ الْمُحْسِنِينَ وَ مَنْ أ َجَابَ نِدَ اءَ نَا
وَ ذَوِ ي الْحُقُو قِ وَ طَالِبًا أَوْ صَانَا
وَ الْحَاضِرِ ينَ وَ سَاعِيًا فِي جَمْعِنَا
هَا نَحْنُ بَيْنَ يَدَ يْكَ أَنْتَ تَرَ انَا
وَ لَقَدْ رَ جَوْ نَاكَ فَحَقِّقْ سُؤْ لَنَا
وَ اسْمَعْ بِفَضْلِكَ يَا سَمِيعُ دُعَانَا
وَ انْصُرْ بِنَا سُنَّةَ طهَ فِي بِقَا
عِ اْلأَ رْضِ وَ اقْمَعْ كُلَّ مَنْ عَادَ انَا
وَ انْظُرْ إِلَيْنَا وَ اسْقِنَا كَأْسَ الْهَنَا
وَ اشْفِ وَ عَافِ عَاجِلاً مَرْ ضَانَا
وَ اقْضِ لَنَا الْحَاجَاتِ وَ احْسِنْ خَتْمَنَا
عِنْدَ الْمَمَاتِ وَ أَصْلِحَنْ عُقْبَانَا
يَا رَ بِّ وَ اجْمَعْنَا وَ أَحْبَابًا لَنَا
فِي دَ ارِكَ الْفِرْ دَ وْسِ يَا رَ جْوَ انَا
بِالْمُصْطَفَى صَلِّ عَلَيْهِ وَ آلِهِ
مَا حَرَّ كَتْ رِ يحُ الصَّبَا أَغْصَانَا
سُبْحَانَ رَ بِّكَ رَ بِّ الْعِزَّ ةِ عَمَّا يَصِفُونَ
وَ سَلاَ مٌ عَلَى الْمُرْ سَلِينَ
وَ الْحَمْدُ لِلّهِ رَ بِّ العَالَمِينَ
Maka telah ku Isyaratkan untuk menyifatkan Budi Pekerti (Beliau saw) yang menghidupkan dan mengguncang luruhkan kegundahan,
Dan Allah Telah Memujinya maka apalah artinya pujian kita dan bagaimana (pujian kita ini) dinamakan pujian,
Akan tetapi cinta kasih dalam sanubari telah menuntut untuk memuji hamba Pilihan Pencipta kita yang telah menyeru kita dengan Kelembutan,
Maka setelah kita berpadu dengan cinta dan kasih sayang (terhadap Nabi saw) maka disinilah kita mengangkat kedua tangan kita yang hina dina untuk berdo’a dengan penuh pengharapan,
Kepada Tuhan Yang Maha Tunggal dalam Ke Esaan Nya, serta Maha Mulia dengan mengambil perantara pada yang telah menyeru kita Kepada Nya,
Hamba- Nya yang terpilih, Kekasih- Nya serta hamba- Nya yang Terkemuka dan sebaik-baik Ciptaan di Alam Semesta yang dengannya (saw) Allah telah menciptakan kita,
Wahai Tuhan kami, Wahai Tuhan Kami, Wahai Tuhan kami, Demi Nabi yang Terpilih Terimalah Kami dan Kabulkanlah Do’a Kami,
Hanya Engkaulah Harapan Kami, Hanya Engkaulah Harapan Kami, Wahai satu-satunya Tempat Memohon dan Harapan di Dunia dan di Akhirat kami,
Perbaikilah Keadaan Kami dan Ampunilah Dosa-Dosa Kami dan Janganlah Engkau Murkai Kami apabila kami berbuat kesalahan,
Dan jadikanlah kami selalu berjalan pada ajaran Nabi Thaahaa (saw) yang terpilih dan kuatkanlah serta tetapkanlah langkah-langkah kami pada jalan yang telah dilalui oleh Sang Kekasih,
Dan Perlihatkanlah kami Demi Anugerah dari Mu, Wajah Nabi Mu dalam Gemilangnya Kegembiraan dengan Pandangan Kasih Sayang serta Keridhoan yang selalu menaungi kami,
Dan ikatlah kami selalu dengan Beliau (saw) dalam segala gerak-gerik kami, dan juga orang-orang yang mengikuti kami dan mencintai kami,
Demikian pula orang-orang yang beramal shalih dan orang-orang yang mendengar da’wah kami, orang yang kami berhutang budi pada mereka dan orang-orang yang memohon nasehat dari kami,
Juga atas para hadirin dan penyelenggara, maka Wahai Allah Inilah kami di hadapan Mu dan Engkau Melihat Kami,
Dan bahwasanya kami Mengharapkan Mu, maka Kabulkanlah Permohonan kami dan Dengarlah demi Kemurahan Mu, Do’a Kami wahai Yang Maha Mendengar,
Dan Pilihlah Kami sebagai Penolong Sunnah Thaahaa (saw) di Seluruh Pelosok Bumi, dan Hancurkanlah semua yang memusuhi kami,
Dan Pandanglah Kami dengan Kasih Sayang Mu dan berilah kami minuman dari cangkir-cangkir (Mahabbah Rasul saw) dan Sembuhkanlah Penyakit yang ada pada kami dengan segera,
Dan kabulkanlah segala hajat kami dan akhirilah hidup kami dengan kebaikan dan jadikanlah kebaikan pula di hari kemudian,
Wahai Allah Kumpulkanlah Kami Bersama Kekasih-Kekasih Kami di surga Firdaus- Mu Wahai yang hanya kepada Nya harapan kami,
Demi Hamba (saw) yang terpilih yang Limpahan Shalawat selalu atasnya dan atas keluarga serta keturunannya sebanyak hembusan angin di pagi hari,
Maha Suci Tuhanmu Pencipta Yang Maha Memiliki Kekuasaan, dari apa yang mereka sifatkan,
Dan Salam Sejahtera atas Para Rasul,
Dan Segala Puji Bagi Allah Pencipta Seluruh Alam,
Qosidah Assalamu’alaika
هذه القَصِدَةْ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ زَ يْنَا ْلأَ نْبِيَآءِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Nabi yang paling mulia
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَ تْقَى ْلأَ تْقِيَآءِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang yang bertaqwa
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَصْفَى اللأَ صْفِيَآءِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang sufi
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَزْ كَى اْلأَزْ كِيَآءِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang yang suci
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَحْمَدْ يَاحَبِيْبِي اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Ahmad wahai kekasihku
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ طهَ يَا طَبِيْبِي اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Thaaha wahai pelipur hatiku
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يـَامِسْكِي وَطِيْبِي اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai keharumanku dan pewangi hatiku
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاأَحْمَدْ يَامُحَمَّدْ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Ahmad wahai Muhammad
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاجَالِى الْكُرُوْ ب اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai yang menghindarkan bencana-bencana
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا وَجْهَالْجَمِيْلِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera Atas Nabi yang memiliki charisma dan wajah yang indah
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا بَدْرَ التَّمَامِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai bulan purnama yang terang benderang
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا نُوْرَ الظَّلآمِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai cahaya yang menerangi kegelapan
اَلسَّلاَمُ عَلَى الْمُقَدَّمِ بِاْلإِ مَامَة اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Nabi yang paling mulia
اَلسَّلاَمُ عَلَى الْمُظَلَّلِ بِالْغَمَامَة اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera atas pemimpin yang terkemuka
اَلسَّلاَمُ عَلَى الْمُبَشِّرِ بِالسَّلاَمَة اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ َ
Salam sejahtera atas pemberi kabar gembira dengan keselamatan
اَلسَّلاَمُ عَلَى الْمُشَفَّعِ بِالْقِيَامَة اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera atas Pemberi Syafaat pada hari kiamat
\Qosidah Qod Kafani
هذه القصدة قد كفاني علم ربي
قَدْ كَفَانِيْ عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِ
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui Segala Permintaanku dan Usahaku
فَدُ عَائِي وَابْتِهَالِي شَاهِدٌ لِي بِافْتِقَارِي
Maka do’a do’a dan jeritan hatiku sebagai saksiku atas kefakiranku (dihadapan kewibawaanMU)
فَلِهَذَا السِّرِّ أَدْعُو فِي يَسَارِي وَعَسَارِي
Maka demi rahasia kefakiranku (dihadapan KewibawaanMu) aku selalau mohon (padaMu) disaat kemudahan dan kesulitanku
أَنَا عَبْدٌ صَارَفَخْرِي ضِمْنَ فَقْرِي وَاضْطِرَارِي
Aku adalah hamba yang kebangganku adalah dalamnya kemiskinannku dan besarnya kebutuhanku (padaMu)
قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْسُؤَالِي وَاخْتِيَارِي
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa penciptraku Maha Mengetahui segala permohonan dan usahaku
يَا إِلَهِي وَمَلِيكِي أَنْتَ تَعْلَم كَيْفَ حَالِي
Wahai Tuhanku Wahai yang memiliki diriku,Engkau Maha Mengetahui bagaimana keadaanku
وَبِمَا قَدْ حَلَّ قَلْبِي مِنْهُمُومٍ وَاشْتِغَالِي
Dan dari segala yang memenuhi hatiku dari kegundahan dan kesibukanku (hingga terlupakan dari mengingatMu)
فَتَدَارَكْنِي بِلُطْفٍ مِنْكَ يَا مَولَى الْمَوَالِي
Maka ulurkanlah bagiku Kasih Sayang dari Mu Wahai Raja dari segenap para Raja
ياَ كَرِيْمَ الْوَجْهِ غِثْنِي قَبْلَ أَنْ يَفْنَى اصْطِبَارِي
Wahai Yang Maha Pemurah Dzatnya,tolonglah aku,dengan pertolongan yang dating sebelum sirna kemampuanku dalam bersabar
قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْسُؤَالِي وَاخْتِيَارِي
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa penciptaku mengetahui segala permohonan dan usahaku
ياَسَرِ يْعَ الْغَوْثِ غَوْثًا مِنْكَ يُدْرِكْنِي سَرِيعًا
Wahai Yang Maha cepat mendatangkan pertolongan,temukan kami dengan pertolongan dari Mu yang mendatangi kami dengan segera
يُهْزِمُ الْعُسْرَوَيَأْتِي بْالَّذْي أَرْجُو جَمِيعًا
Pertolongan yang merubuhkan segala kesulitan,dan mendatangkan segala yang kami harap harapkan
يَاقَرِيْبًا يَامُجِيْبًا يَاعَلِيْمًا يَاسَمِيْعًا
Wahai Yang Maha Dekat,Wahai Yang Maha Menjawab segala rintihan,Wahai Yang Maha Mengetahui,Wahai Yang Maha Mendengar
قَدْ تَحَقَّقْتُ بِعَجْزِي وَخُضُوْعِي وَانْكِسَارِي
Sungguh aku telah benar-benar meyakini kelemahan dan ketidakmampuanku,kerendahan dan keluluhanku
قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَلِي وَاخْتِيَارِي
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa penciptaku Maha Mengetahui Segala Permohonan dan usahaku
لَمْ أَزَلْ بِالْبَابِ وَاقِفْ فَارْحَمَنْ رَبِّي وُقُوْفِي
Aku masih tetap berdiri di Gerbang Mu,maka kasihanilah aku yang masih terus menunggu
وَبِوَادِي الْفَضْلِ عَاكِفْ فَأَدِمْ رَبِّي عُكُوفِي
Dan di Lembah Anugerah Kasih SayangMu aku berdiam maka abadikanlah keadaanku ini
وَلِحُسْنِ الظَّنِّ لاَزِمَ فَهُوَخِلِّي وَحَلِيْفِي
Maka bersangka baik padaMu adalah hal yang mesti bagiku,sangka baik atasMu adalah pakaianku dan janjiku
وَأَنِيْسِيْ وَجَلِيسِي طُوْلَ لَيْلِي وَنَهَارِي
Dan hal itulah (sangka baik padaMu) yang menjadi penenang hatiku,dan selalu (sangka baik pada Mu) menemaniku sepanjang siang dan malam
قَدْكَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa penciptaku Maha Mengetahui Segala permohonan dan usahaku
حَاجَةٌ فِي النَّفْسِ يَارَبْ فَاقْضِهَا يَاخَيْرَ قَاضِي
Segala kebutuhan dalam diriku Wahai Penciptaku maka selesaikanlah,Wahai sebaik-baik yang menyelesaikan kebutuhan
وَأَرِحْ سِرِّي وَقَلْبِي مِنْ لَظَاهَا وَالشُّوَاظِ
Dan tenangkanlah ruhku dan sanubariku dari gejolak dan gemuruhnya (nafsu,kemarahan,kesedihan,kebingungan,dan penyakit penyakit hati)
قِيْ سُرُورٍ وَحُبُوْرٍ وَإِذَامَا كُنْتَ رَاضِي
Agar hatiku dan ruhku selalu dalam ketentraman dan kedamaian dalam apa2 yang telah engkau Ridhoi
فاَلْهَنَا وَالْبَسْطُ حَالِي وَشِعَارِي وَدِثَارِي
Mka kegembiraan dan kebahagiaan menjadi keadaanku selalu,dan menjadi lambing kehidupanku dan selubung perhiasanku
قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْسُؤَالِي وَاخْتِيَارِي
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenangan bahwa penciptaku Maha Mengetahui Segala permohonan dan usahaku
Qosidah Allahu Allahu Rabbi
هذه القصدة الله رَبِّي
الله الله , الله الله , الله الله , الله الله
الله الله , الله رَ بِّي عَوْنِ وَ حَسْبِيْ مَالِي سِـوَاهُ
Allah… Allah… Allah…Allah… Allah…Allah… Allah…Allah…
Allah…Allah… Wahai Yang Maha Mengasuhku, Maha Menolongku, Maha Mencukupi Tiada bagiku Selain –Nya,
يَاسَاقِيَ الْقَوْمَ مِنْ شَذَاهُ الْكُلُّ لمَاَّ سَقَـيْتَ تَاهُو
Wahai Yang Maha Membasahi kaum shalih dengan Semerbak Indah Kelembutan –Nya yang menyeluruh, hinggamembuat mereka tenggelam dalam Keasyikan dan Kelezatan Munajat,
تَاهُوْ ا وَبِالْحُبِّ فِيْكَ فَاهُو وَصَرَّحُو ا فِيْكَ ثُمَّ بَاحُوا
Setelah Mereka tenggelam dalam Asyiknya Kerinduan Pada –Mu, maka terlantunlah kalimat indah dari bibir mereka dan mereka meneriakkan Mutiara Hikmah Indah itu tak henti-hentinya hingga mereka kehabisan suara karena asyiknya,
يَاعَاذِ لِي خَلَّنِى وَ شُرْ بِي فَلَسْتَ تَدْرِى الشَّرَ ا بَ مَاهُو
Wahai yang mendengki padaku biarkan aku bersama regukan asyikku dengan kekasihku, tahukah engkau apakah yang kumaksud dengan regukan kenikmatan ?,
مَا قُلْتُ لِلْقَلْبِ اَيْنَ حِبِّي إِ لاَّ وَ قَـالَ الضَّمِـيْرُ هَـاهُو
Tidaklah kukatakan pada hatiku : “Dimanakah Engkau Wahai Dzat yang Kurindukan ?” , maka Dia (Allah) menjawab panggilan hatiku dengan ucapan : “INILAH DIA DZAT YANG KAU SERU …” (Allah selalu menjawab panggilan Hamba Nya yang merindukan Nya,
اَحْبَبْتُ مَوْ لاَ إِذَا تَجَلَّى يَقْتَبِسُ الْبَدْرُ مِنْ سَنَاهُ
Aku merindukan Yang Maha Agung bila terbuka Gerbang Limpahan Keindahan dan Kemegahan Nya, Maka Bulan Purnama yang terang benderang pun membias indah dari Cahaya Keindahan Nya,
وَ لاَ أُسَمِّيْهِ غَيْرَ أَ نِّي إِذ َغَلَبَ الْوَ قْتِ قُلْتُ يَاهُو
Dan tidaklah aku mampu untuk selalu memanggil Nama –Nya, maka apabila telah memuncak Gejolak Dahsyatnya Kerinduanku padaNya maka bergeraklah bibirku memanggil Nya : “WAHAI DIA” (“Wahai Dia” yang dimaksud adalah Wahai Dia yang dengan Segala Keindahan Kesempurnaan Nya,
penulis syair tak mampu mengucapkan “Wahai Engkau” karena terlalu Dahsyatnya Kerinduan
Qosidah Yaa Rasulullah
هذه القَصِيدَةْ يَارَسُـوْلُ الله
يَا رَسُوْلَ الله سَلا َمٌ عَلَيْكْ يَارَفِيعَ الشَّانِ وَ الدَّرَ جِ
Wahai Rasulullah (saw) Salam Sejahtera, Wahai Yang Sangat Tinggi Martabat dan Derajatnya.
كُلُّ بَيْتٍ أ َنْتَ سَاكِنُهُ لَيْسَ مُحْتَاجًا اِلىَ السُّرُ جِ
Semua Rumah yang Kau duduki tak lagi membutuhkan Pelita Penerang,
وَمَرِ يْضٍ أَنْتَ عَائِدُ هُ قَدْ أتَى هُ اللّهُ بِالْفَرَ جِ
Semua orang sakit yang kau jenguk, segera diberi Allah Kesembuhan,
وَجْهُكَ الْمَيْمُونِ حُجَّتُنَا يَوْمَا تَأْتِي النَّاسُ بِالْحُجَجِ
Wajahmu yang Indah adalah Harapan kami di hari manusia dihujani pertanyaan,
فَجَزَاكَ اللهُ خَيْرَ جَزَآء يَامُنِيْرَ الْكَوْنَ بِالْبَلَجِ
Maka semoga Allah membalas Jasamu dengan semulia mulia balas Jasa, Wahai Penerang Alam dengan Cahaya dan Ketenangan,
أَهْلُ بَيْتِ الْمُصْطَفى الطُّهُرِ هُمْ أَمَانُ اْلاَرْضِى فَالدَّ كِرِ
Ahlul Bait Mushthafa yang suci, merekalah pengaman Bumi maka fahamilah
,
شُبِّهُوْا بِاْلأَنْجُمِ الزُّهُرِ مِثْلَمَا قَدْ جَاءَ فِى السُّنَنِ
Bagaikan Bintang bintang Gemerlap yang harum sebagaimana yang telah dikabarkan,
رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرْ كَتِهِمْ وَاهْدِنَا الْحُسْنى بِحُرْ مَتِهِمْ
Wahai Rabbi maka Berilah kami Manfaat dengan Keberkahan mereka, dan Tunjukilah kami kepada Kemuliaan Demi Kehormatan mereka,
وَ أَمِتْنَا فِى طَرِ يْقَتِهِمْ وَ مُعَافَةٍ مِنَ الْفِتَنِ
Dan Wafatkanlah kami dalam Thariqat mereka, dan terlindungi dari fitnah keduniawian,
Qosidah Yaa Habibi
هذه القَصِيدَةْ يَاحبيبى
يَاحَبِيْبِى كَيْفَ اَشْقى وَ اُضَامْ
وَ فُؤَادِى قَدْ بَدَى بَادِى الظَّلا َمْ
فَتَحَنَّنْ وَامْحُ عَنِّى مَابَدَا
كُلُّ نُوْرٍ مِنْ ثَنَا خَيْرِاْلاَنَامْ
مَالِى حِبِّى اِنْ يـَغِيْبْ عَنْ نَاظِرِى
تَرَكَ الْقَوْل مَالَدَ يْهِ مُسْتَهَامْ
كُلُّ حُسْنٍ فِى الْوَرى يَبْدُوْ لَنَا
مِنْ جَمَالِ الْمُصْطَفى دَاعِى السَّلا َم
Qosidah Hayyazal Aswaqo
هذه القَصِيدَةْ هيج الاشواق
هَيَّجَ اْ لاَ شْوَ ا قَ و َالشَّجَنَا
مُنْشِدٌ غَنـَّى فَاَ طْرَ بَنَا
تَسْلُبُ ا ْلاَ لْبَابَ نَفْحَتُهُ
كَمْ سَبَى قَلْبًا وَ كَمْ فَتَنَا
يَا سُقَـاة َالرّ َاحْ اَ يْنَ خَمْرَ تُكُمْ
حِلَقَ ا ْلاَ حْبَابِ مَوْ عِدُ نَا
اِنْ طَوَ تْنَا عَنْكُمْ غَيْرُ
فَشَرَ ابُ الْقَوْ مِ يُنْعِشُنَا
Qosidah Rodhina Yaa bani Zahra
هـذه القصـدة ر ضينا يابنى الز هر ا
رَ ضِيْنَا يَابَنِى الزَّ هْرَ ا رَ ضِيْنَا الله الله
بِحُبٍّ فِيْكُمُوْ ا يُرْ ضِيْ نَبِيْنَا
رَ ضِيْنَا بِالنبَِّي لَنَا إِ مَامًا
وَ أ َنْتُمْ آ لُهُ وَ بِكُمْ رَ ضِيْنَا
عَنِ السِّبْطِ الْحُسَيْن هذَا أ َخُوْ هُ
وَ حَيْدَ رَ ثُمَّ زَ يْنَ الْعَابِدِ يْنَ
وَ زَ يْنَبُ مَنْ لَهَا فَضْلٌ سَمِي
سُلا َ لَةَ أ َحْمَدٍ فِى الطَّيِّبيْنَ
وَ اُمُّكِ بِضْعَةُ الْمُحْتَارِطه
مُحَبَّبَةً اِلَى الْهَا دِ يْ نَبِيْنَا
وَ جَاءَ حَدِ يْثَهُ يُتْلى جِهَارً ا
لَقَدْ سَادَ تْ نِسَاءَ الْعَا لَمِيْنَ
وَ حَانَ الْمُصْطَفى يَحْنُوْ عَلَيْهَا
حُنُوَّ مَوَ دَّ ةٍ عَطْفًا وَ لِيْنَ
Qosidah Yaa Nabiyan Min Qidam
هـذه القصـدة يانبيا من قدم
يَا نَبِيًا مِنْ قِدَ مْ قَدْ جَلى عَنـَّا الظَّلَمْ
وَحَبَانَابِا لْهُدَى وَاسْتَـقَامَ فَحَـكَمْ
صَفْوَةَ الرَّبِّ الْجَلِيْلْ اَ نْتَ طَهَّرْتَ الْحَرَ مْ
يَاسِرَاجًا قَدْاَنَارْ وَاَتَانَا بِالْحِـكَمْ
جِئْتَ اَنْقَذْتَ اْلاَنَامْ وَرَ فَعْتَ لِلْهِمَمْ
يَا اَ بَا الزَّ هْرَ اءِ يَا خَيْرَ عُـرْ بٍ وَ عَجَمْ
كُنْ لَنَاعَوْ نًـا اِذَا اِسْتَشْفَعَتْ فِيْكَ ا ْلاُ مَمْ
رِ فْقَتِىْ صَلُّوْ اعَلىَ مَنْ عَلاَ فَوْ قَ الْمَلا َ
لِتَنَالَ ا ْلاَ مَلْ مِنْ إِلهٍ ذِ ىْ كَرَ مْ
Qosidah Fii Hawa
هـذه القصـدة في هوى
فِي هَوى خَيْرِالْعِبَادْ شُغِفَ الْقَلْبُ وَ هَامْ
فَهَنِيـْئًا لِفُـؤَ ادٍ نَالَ مِنْ طه الْمَرَ مْ
أَنَافِيْ مَدْحِ مُحَمَّدٍ مُغْرَ مٌ وَاللّـهُ يَشْهَدْ
أ َنَا فِيْ أَوْ صَافِهِ قَدْ بَتَّ صَوْ بًا مُسْتَهَامْ
Qosidah Yaa abaz zahro
هذه الـقـصدة ياابا الز هر اء
يَااَبَاالزَّهْرَاءْ يَااَبَا الْفُـقَرَاءْ دَارِ كْ بِفَضْلٍ يَاسَيِّدَ الشُّـفَعَاءْ
اُعْطِيْتَ فَضْلاً لاَ يُنَاحُ لِمُرْسَلٍ وَاللهُ يُعْطِى الْفَضْلَ كَيْفَ يَشَاءْ
وَاصِفَ اْلاَقْصَى اَتَيْتَ بِوَصْفِهِ وَ كَأَنـَّكَ ارْسَاهُ وَالْبَنـَّاءْ
وَبِهِ تَـوَسَّـلَ ادَمٌ مِنْ ذَ نْبِه ِ وَتَشَفَّعَ بِجَنَابِـهِ حَوَّاءْ
شَرُفَ الْمَقَامُ بِهِ وَزَمْزَمُ وَالصَّفَا وَمِنَى وَبـَيْتُ اللهِ وَالْبَطْحَـاءْ
Qosidah Dauuni dauuni
هذه الـقـصدة دعوني دعوني
دَ عُوْ نِي دَ عُـوْ نِي أُنَاجِي حَبِيْبِي
وَلاَ تَعْذُ لُوْنِي فَعَذْ لِي حَرَامْ
تَعَلَّمْ بُكَا يَ وَ نُحْ يَا حَمَامْ
وَخُذْعَنْ شُجُوْ نِي دُرُوْ سَ الْغَرَامْ
تَعَلَّمْ بُكَا يَ وَ نُحْ يا حَمَامْ
سَكَرْتُ بِخَمْرِ الْهَوَى وَ الْغَرَامْ
وَ مَنْ كَانَ مِثْلِي مُعَنّى مُضَنّى
بِحُبِّ النَّبِيِّ لمَا ذَايُلا َمْ
لاَ مُوْ نِي لاَ مُوْ نِي بِحُبِّكْ رَ مُوْ نِي
يَاقُـرَّةْ عُيُوْنِي عَلَيْكَ السَّلا َمْ
فُؤَ ادِ ي لِنَحْوِ الْمَدِ يْنَةِ هَامْ
وَ قَلْبِي تَوَ لَّعْ بِخَيْرِا ْلأَ نَا مْ
أَنَايَاابْنَ رَ ا مَةْ حُرِ مْتُ الْمَنَامْ
وَ زَ ادَ نِي سِقَا مًاغَرَ ا مُكْ تُسَامْ
Qosidah Qolbi Yunadi Yaa Rabb
هذه الـقـصدة قلبى ينادى
قَلْبِىْ يُنَادِيْ يَارَبِّ صَاحَ يَاهَـادِيْ يَارَبِّ
اَنْتَ عَوْنِى اَنْتَ حِصْنِى اَنْتَ غَوْثِىْ اَنْتَ اَمْنِىْ
لَسْتُ اَرْجُوْغَيْرَأَنـِّىْ فِى الْقِيَامَةِ تَعْفُوْ عَنِّىْ
فَفِى الْقِيَامَةِاَرْجُوالسَّلاَمَ وَفِى الْخِتَامَةْ جَنَّاتُ عَدْنِ
Qosidah Aktsir Ukhoyya
هذه الـقـصدة اكثر اخى
اَكْثِرْ اُخَىَّ مِنَ الصَّلوةِ عَلَى الْحَبِيبْ
فَاِنَّهَا نُوْرٌ ، نُوْرٌ يُضِيْئُ بِنُوْرِهِ
وَاَدِمْ صَلاَ تَكَ فِى خُشُوْعٍ عَلاَّهَا
تَكُنِ الْوَسِيْلَةَ كَىْ تَفُوْزَ بِقُرْبِهِ
وَاضِبْ بِاِخْلاَ صٍ وَطُوْلِيْتَ شَوْقِى
لِتَكُوْنَ اَقْرَبَ مَا يَكُوْنُ لِقَلْبِهِ
اَكْثِرْ اَكْثِرْ اَكْثِرْ اُخَىَّ اُخَىَّ اُخَىَّ
اِنْ رُمْتَ اَنْ تَحْيَا وَقَلْبُكَ آمِرٌ
بِالنُوْرِصَلِّ عَلَى النَّبِى وَالِهِ
اَوْشِئْتَ يَغْمُرُكَ الزَّمَانُ بِصَفْوِهِ
فَاجْعَلْ مِنَ الصَّلَوَاتِ غُرَّةَ يَوْمِهِ
اَكْثِرْ اَكْثِرْ اَكْثِرْ اُخَىَّ اُخَىَّ اُخَىَّ
Qosidah Innal Habibal Mushthofa
هذه الـقـصدة ان الحبيب المصطفى
اِنَّ الْحَبِيْبَ الْمُصْطَفى ذُوْرَ أْفَةٍ وَذُوْ وَفَا
وَذِكْرُهُ فِيْهِ الشِّـفَا اِذَا تَمَادَى بِالْعِلَلْ
نِلْنَا بِهِ طُوْلَ الْمَـدى نَصْرًا عَلى كُلِّ الْعِدى
يَسُـرُّ نَا اَنْ يُفْتَدى بِالرُّوْحِ مِنَّا وَالْمُقَلْ
طَارَتْ لَهُ اَرْوَاحُنَا دَامَتْ بِهِ اَفْرَا حُنَا
زَالَتْ بِهِ اَتْرَا حُنَا فَهُوَ الرَّجَاءُ وَاْلاَمَلْ
اَوْرَدْتَ رَبِّى نِعَمًا عَدَّ نُجُوْمٍ فِى السَّمَا
اَحْسِنْ اِلهِى كَرَمًا خِتَامَنَا عِنْدَ اْلاَجَلْ
Qosidah Sidnan Nabiy
هذه الـقـصدة سِدْنَاالنـَّبِى
سِدْنَاالنَّبِى سِدْنَاالنَّبِى سِدْنَاالنَّبِى
سِدْنَاالنَّبِى سِدْنَاالنَّبِى سِدْنَاالنَّبِى
سِيْدِي مُحَمَّدْ آمِنْ قُطْبِ حَبِيْبِ النَّبِى
اَحْمَدُكَ اللّهُمَّ حَمْدًا مُسْتَمِرْ عَدَّعَطَايَاكَ الَّتِى لاَ تَنْحَصِرْ
مُصَلِّيًا عَلى خِتَامِ اْلأَ نْبِيَاءِ وَاْلآلِ وَالصَّحْبِ الْهُدَاةِ اْلأَ تْقِيَاءِ
لاَ فَخْرَ لِلْبِنْتِ بِمَلْبَسٍ وَمَا بِهِ تَحَلَّتْ مِنْ حُلَّىًّ اِنَّمَا
فَخْرَالْفَتَاةِ بِالْعُلُوْمِ وَاْلأَدَبِ لاَبِالْجَمَالِ وَالْحَرِيْرِ وَالذَّهَبِ
Qosidah Yaa Izzana
هذه الـقـصدة يَاعِزَّنَا
حَيَتْهُ يَوْمَ الْغَارِ حَمَامَةْ وَالْعَنْكَبُوْتُ تِلْكَ عَلاَمَـةْ
وَوَ قَتْهُ يَوْمَ الْحَرِّ غَمَامَةْ يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
فَهُوَ الَّذِى نَشْتَاقُ اِلَيْهِ وَالْجِذْعُ اَنَّ وَحَنَّ اِلَيْهِ
وَعَطَاؤُنَا مِنْ فَيْضِ يَدَيْهِ يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
وَهُوَ الَّذِى قَدْ عَمَّ نَدَاهُ سُبْحَانَ مَنْ بِالنُّوْرِ حَبَاهُ
فَلَعَلَّنَا بِالْعَيْنِ نَرَاهُ يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
وَهُوَ الَّذِى مِنْ فَوْقِ سَمَاهَا قَدْخَاطَبَ الرَّحْمنَ شَفَاهَا
اِذْ يَغْشَ السَّدْرَةَ مَايَغْشَاهَا يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
نُوْرَ الْهُدَى يس وَ طه اَزْكَى الْوَرَى لِلْخَالِقِ جَاهَا
صَلُّوْ ا عَلى مَنْ عَبَدَ اللهَ يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
مُوْسَى بِهِ قَدْ سَمِعَ الصَّوْتَ عِيْسَى بِهِ قَدْ اَحْيا الْمَوْتى
يَاعَاشِقًا لِلْهَادِى سَـمَوْتَ يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
Qosidah Ummi
هذه الـقـصدة اُمِّـى
اُمِّى يَالَحْنًا اَعْشَقَـهُ وَنَشِـيْدًا دَوْمًا اَنْشُدُهُ
فِى كُلِّ مَكَانٍ اَذْ كُرُهُ وَ اَظَلُّ اَظَلُّ اُرَدِّدُهُ
اُمِّى يَارُوْحِى وَحَيَاتِى يَابَهْجَةَ نَفْسِى وَ مُنَاتِى
اُنْسِِى فِى الْحَاضِرِ وَالآتِى
اَللهُ تَعَالى اَوْصَانِى فِى السِّرِّ وَلَوْ فِى اْلاِعْلاَ نِ
بِالْبِرِّ لَكِ وَاْلاِحْسَانِ
اِسْمُكِ مَنْقُوْشٌ فِى قَلْبِى حُبُّكِ يَهْدِنِى فِى دَرْبِى
وَدُعَائِى يَحْفَظُكِ َربِّى
Qosidah Busyro Lana
هذه الـقـصدة بُشـْرَى لَنَا
بُشْرَى لَنَا نِلْنَا الْمُنى زَالَ الْعَنى وَفَـاالْهَنَا
وَالدَّهْرُ اَنْجَزَ وَعْدَهُ وَالْبِشْرُ اَضْحى مُعْلَنَا
يَانَفْسُ طِيْبِى بِاللِّقَا يَاعَيْنُ قَرِّىْ اَعْيُنَا
هذَا جَمَالُ الْمُصْطَفى اَنْوَارُهُ لاَحَتْ لَنَا
يَاطَيْبَةُ مَاذَا نَقُوْلُ وَفِيْكِ قَدْحَلَّ الرَّسُولْ
وَكُلُّنَا نَرْجُو الْوُصُولْ لِمُحَمَّدٍ نَبِيِّنَا
يَارَوْضَةَ الْهَادِى الشَّفِيعْ وَصَـاحِبَيْهِ وَالْبَقِيعْ
اُكْتُبْ لَنَا نَحْنُ الْجَمِيعْ زِيَارَةً لِحَبِيْبِنَا
حَيْثُ اْلاَمَانِى رَوْضُهَا وَظَلَّ حُلْوَ الْمُجْتَنى
وَبِالْحَبِيْبِ الْمُصْطَفى صَفَا وَطَابَ عَيْشُنَا
جَاءَالصَّفَا زَالَ الْجَفَا اَلْيَوْمَ عِيْدُ الْمُصْطَفى
مَنْ قَدْ تَسَامى شَرَفَـا وَاللهُ اَعْطَاهُ الْمُنى
يَافَوْزَنَا يَاسَعْدَنَا مَنْ نَالَ حَظًّا مِثْلَنَا
نَحْظى بِنُوْرِ الْمُصْطَفى فِى صُبْحِنَا وَمَسَائِنَا
صَلِّ وَسَلِّمْ يَاسَلاَمْ عَلَى النَّبِى مَاحِى الظَّلاَمْ
وَاْلالِ وَالصَّحْبِ الْكِرَامْ مَااُنْشِدَتْ بُشْرَى لَنَا
Qosidah Yaa Sayyidi Khudz Biyadi
هذه الـقـصدة يَاسَيِّدِىْ يَارَسُوْلَ اللهِ خُذْبِيَدِى ا
يَاسَـيِّدِىْ يَارَ سُوْلَ اللهِ خُذْ بِيَدِىْ
مَالِىْ سِوَ اكَ وَ لاَ اَلْو ِىْ عَلى اَحَدِ
فَاَنْتَ نُوْرُ الْهُد فِىْ كُلِّ كَائِنَةٍ
وَ اَنْتَ سِرُّ النَّدى يَاخَيْرَ مُعْتَمَدِىْ
الله الله الله الله
وَ اَنْتَ حَقًّا غِيَاثُ الْخَلْقِ اَجْمَعِنَا
وَ اَنْتَ هَادِى الْوَر ى لِلّهِ ذِى السَّدَدِ
يَا مَنْ يَقُوْمُ مَقَامَ الْحَمْدِ مُنْفَر ِدًا
لِلْوَ احِدِ الْفَرْ دِ لَمْ يُوْلَدْ وَ لَمْ يَلِدِ
يَا مَنْ تَفَجَّرَ تِ اْلا َنْهَارُ نَا بِعَةً
مِنْ اُصْبُعَيْهِ فَرَ وَ ى الْجَيْشَ بِالْمَدَدِ
الله الله الله الله
اِنِّى اِذَا سَامَنِى ضَيْمٌ يُرَ وِّعُـنِىْ
اَقُوْلُ يَاسَيِّدَ السَّـادَ اتِ يَاسَـنَدِىْ
كُنْ لِىْ شَفِيْـعًا اِلَى الرَّ حْمنِ مِنْ زَ للَِىْ
وَ امْنُنْ عَلَيْنَا بِمَا لا َ كَانَ فِى الْحَلَدِ
وَ انْظُرْ بِعَيْنِ الرِّ ضَالِىْ د َئِمًـا اَبَدًا
وَ اسْتُرْ بِفَضْلِكَ تَقْصِيْرِ ىْ مَدَ ى اْلاَمـَدِ
اِنِّى تَوَ سَّلْتُ بِالْمُخْتَارِ اَشْرَ فِ مَنْ
رَ قَى السَّموَ اتِ سِرِّ الْوَ احِدِ اْلاَحَـدِ
الله الله الله الله
عَلَيْهِ اَزْ كَى صَلا َةٍ لَمْ تَزَ لْ اَبَدًا
مَعَ السَّـلا َمِ بِلاَ حَصْرٍ وَ لاَ عَـدَدِ
الله الله الله يَاالله
Qosidah Shalatullahi dzil Karomi
هذه الـقـصدة صلاة الله ذى الْكرم
صَلاَة ُاللهِ ذِى الْكَرَمِ عَلَى الْمُخْتَارِ بِالْقِدَمِ
مُحَمَّدْ صَاحِبُ الْحَرَمِ نَبِيْنَا مُصْطَفَى الْعَلَمِ
اِمَـامِ اْلاَنْبِيَاءِ الْكُلِّ شَرِيْفِ الْفَرْعِ وَاْلاَصْلِ
حَمِيْدِ الْقَوْلِ وَالْفِعْلِ جَمِيْلِ الْخَلْقِ وَالشِّيَمِ
وَرَبُّ الْحُسْنِ كَمَّلَهُ وَ بِاْلاَنْوَارِ جَمَّلَهُ
وَشَرَّفَهُ وَفَضَّلَهُ عَلَى اْلاَ كْوَانِ كُلِّهِمِ
حَبِيْبِىْ اِنـِّنىْ هَائِمٌ وَلَكَ يَامُصْطَفى خَادِمِ
وَرَبِّىْ فِى الْفُؤَادِ عَالِمٌ وَقَلْبِىْ فِيْكَ ذُوْهِمَمِ
جَمَالُ الْوَجْهِ هَيَّمَنِىْ وَنُوْرُ الْحَدِّ تَيَمَّنِىْ
حَوْلُ الْعَيْنِ اَحْرَمَنِىْ اَمِيْنُ نَوْمِ وَالظُّلَمِ
تَجُوْد يَاسَيِّدِ وَارْحَمْ مُتَيَّمْ فِي هَوَاكْ مُغَرَمْ
فَاَنْتَ سَيِّدُ اْلأَ كْرَامْ عَلِيُّ الْقَدْرِ وَالْهِمَمِ
وَحُبُّكَ سَادَةْ فِى وَجَلِ وَصِلْ يَامُصْطَفى وُدِّ
وَلاَ تَقْصَ وَفَى أَهْلِى مُرَادِىْ رُأْيَةَ الْحَرَمِ
مُرَادِىْ رُأْيَةَ الْمَسْعى وَفِيْهَا قُرْبَةً مَسْعى
وَلِلْبَيْتِ الْعَتِيْقِ اُدْعى حَظى فِى اَرْضِى مِنْ قَدْمِ
Qosidah Bi Rasulillah Wal Badawi
هذه الـقـصدة بِرَسُوْلِ اللهِ وَالْـبَدَوِىْ
بِرَسُوْلِ اللهِ وَالْبَدَوِىْ وَرِجَالٍ مِنْ بَنِى عَلَوِىْ
سَلَكُوْافِى الْمَنْهَجِ النَّبَوِىْ بِرَسُوْلِ اللـهِ وَالْبَدَوِىْ
رَبِّ اِنِّى قَدْ مَدَدْتُ يَدِىْ مِنْكَ اَرْجُوْ فَائِضَى الْمَدَدِ
فَاَغِثْنِى اَنْتَ مُعْتَمَدِىْ بِرَسُوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ
قُمْتُ بِاْلاَعْتَابِ مُعـْتَرِفًا لِعَظِيْمِ الذَّنْبِ مُقْتَرِفًا
مِنْ بِحَارِالْفَضْلِ مُغْتَرِفًـا بِرَسُوْلِ اللّـهِ وَالْبَدَوِىْ
جُوْدُكَ الْمَأْلُوْفُ اَطْمَعَنِىْ وَاِلى رَجْـوَاكَ اَرْجَعَنِىْ
رَبِّ فَاذْهِبْ مَايُرَوَّعُنِىْ بِرَسُوْلِ اللّـهِ وَالْبَدَوِىْ
بَاسِطٌ كَفِّىْ وَلِىْ أَمَلٌ فِيْكَ لكِنْ لَيْسَ لِىْ عَمَلٌ
اِعْتِقَارِ جِئْتُ اَبْتَهِلُ بِرَسُـوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ
لَيْسَ لِىْ وَجْهٌ اُقَدِّ مُهُ غَيْرَ طه اَنْتَ تُكْرِمُهُ
جُدْبِفَقْدٍ اَنْتَ تَعْلَمُهُ بِرَسُوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ
صَلَوَاتُ اللهِ ذِى الْكَرَمِ تَتَغَشّى صَفْوَةَ اْلاُمَمِ
مَاسَرى رَكْبٌ اِلَى الْحَرَمِ بِرَسُوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ
وَعَلى الِ النَّبِى الْكُرَمَاءْ وَعَلى اَصْحَابِهِ الْحُكَمَاءْ
وَعَلى اَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءْ بِرَسُـوْلِ اللّـهِ وَالْبَدَوِىْ
Qosidah Yaa Thoybah
هذه الـقـصدة يَاطَيْبَةْ
يَاطَيْبَةْ يَاطَيْبَةْ يَاذَاوَالْعَيَانَااشْتَغْنَالِكْ
وَ الْهَوى نَدَانَا وَ الْهَوى نَدَانَا
سَيِّدِىْ يَا أَبَابَكْرٍ حُبُّكُمْ فِى الْقِيَامِ ذُخْرِىْ
يَاعُمَرْ إِغْضِيْهِ بِعُمْرِىْ وَكَذَا سَيِّدِىْ عُثْمَانَ
صَاحِبَ الْقَبْضَةِ اْلأَصْلِيَةْ وَذَوِى الْبَهْجَةِ السَّنِيَّةْ
وَ لَهُ الرُّتْبَةُ الْعَلِيَّةْ مَنْ إِلَيْهِ بَابُ الرَّيَّانَ
يَاعَلِى ابْنِ أَبِى طَالِبْ مِنْكُمُ الْمَصْدَرِ الْمَوَاهِبْ
هَلْ تُرَىْ هَلْ أُرَىْ لِحَاجِبْ عِنْدَ كُمْ أَفْضَلُ الغِلْمَانَ
أَسْيَدَالْحَسَنْ وَالْحُسَيْنِ إِلَى النَّبِيْ قُـرَّةُ عَيْنِىْ
وَيَا شَبَابَ الْجَنَتَيْنِ جَدُّكُمْ صَاحِبُ الْفُرْقَانَ
وَصَلا َةُ اللّـهِ تَعَالَىْ عَلىَ مَنْ كَلَّمَ الْغَزَالَةْ
وَاْلآلِ أَصْحَابِ الْكَـمَالَ وَاْلأَصْحَابِ مَنْ عَالَوْشَانَـا
Qosidah Sholawatullahi Taghsya
هذه الـقـصدة صَلَوَاتُ الله تَغْـشى
صَلَـوَاتُ اللهِ تَغْشى أَشْرَفَ الرُّسْلِ اْلأَطَائِبْ
وَ تَعُمُّ الآلَ جَمْعًـا مَابَدَا نُوْرُ الْكَوَاكِبْ
اَقْبَلَ السَّعْدُ عَلَيْنَا وَالْهَنَا مِنْ كُلِّ جَانِبْ
فَلَنَا الْبُشْرى بِسَـعْدٍ جَاءَنَا مِنْ خَيْرِ وَاهِبْ
يَاجَمَالاً قَدْ تَجَلَّى بِالْمَشَارِقْ وَالْمَغَارِبْ
مَرْحَبًا أَهْلاً وَسَهْلاً بِكَ يَاخَيْرَ الْحَبَائِبْ
مَرْحَبً أَهْلاً بِشَمْسٍ خَفِيَتْ فِيْهَا الْكَوَاكِبْ
يَاشَرِ يْفَ اْلأَصْلِ لُذْنَا بِكَ فِى كُلِّ النَّوَائِبْ
أَنْتَ مَلْجَا كُلِّعَارِضٍ أَنْتَ مَأْوَى كُلِّ تَائِبْ
مِنْ قَصَيٍّ وَ لُؤَ ىٍّ بَاذِخِ الْمَجْدِ ابْنِ غَالِبْ
وَاعْتَلى مَجْدُكَ فَخْرًا فِى رَفِيْعَاتِ الْمَرَاتِبْ
لاَ بَرِحْـنَا فِى سُرُوْرٍ بِكَ يَاعَالِى الْمَنَاقِبْ
فَلَكَمْ يَوْمَ وُجُوْدِكَ ظَهَرَتْ فِيْنَا الْعَجَـائِبْ
بَشَّـرَ تْنَا بِالْعَطَايَا وَاْلأَ مَانِىْ وَالرَّغَائِبْ
قَدْ شَـرِبْنَا مِنْ صَفَانَا بِكَ مِنْ أَحْلَى الْمَشَارِبْ
فَلِرَبِّ الْحَمْـدُ حَمْدًا جَلَّ أَنْ يُحْصِـيْهِ حَاسِبْ
وَ لَهُ الشُّكْرُ عَلَي مَا قَدْ حَبَانَا مِنْ مَوَاهِبْ
Qosidah Muhammadun (Burdah)
هذه القَصيدَ ة محُـَمَّدٌ بُرْ دَة
مُحَمَّدٌ أَشْرَ فُ ا ْلأَ عْرَ ابِ وَ الْعَجَمِ
مُحَمَّدٌ خيْرُ مَنْ يَمْشِ عَلَى قَدَمِ
مُحَمَّدٌ بَاسِطُ الْمَعْرُ وفِ جَامِعُهُ
مُحَمَّدٌ صَاحِبُ اْ لإِ حْسَانِ وَ الْكَرَ مِ
مُحَمَّدٌ تَاجُ رُسْلِ اللهِ قَاطِبَةً
مُحَمَّدٌ صَادِقُ اْلأَ قْوَ الِ وَ الْكَلِمِ
مُحَمَّدٌ ثَابِتُ الْمِثَاقِ حَافِظُهُ
مُحَمَّدٌ طَيِّبُ اْ لأَ خْلا َقِ وَ الْشِّيَمِ
مُحَمَّدٌ رُوِ يَتْ بِالنُّورِ طِيْنَتُهُ
مُحَمَّدٌ لَمْ يَزَ لْ نُو رً مِنَ الْقِدَمِ
مُحَمَّدٌ حَا كِمٌ بِالْعَدْلِ ذُوْ شَرَ فٍ
مُحَمَّدٌ مَعْدِ نُ اْلإِ نْعَامِ وَ الْحِكَمِ
مُحَمَّدٌ خَيْرُ خَلْقِ اللهِ مِنْ مُضَر ٍ
مُحَمَّـدٌ خَيْرُ رُ سْلِ اللهِ كُلِهِمِ
مُحَمَّدٌ دِ يْنُهُ حَقٌّ نَدِيْنُ بِهِ
مُحَمَّدٌ مُجْمِلاً حَقًّا عَلَى عَلَمِ
مُحَمَّدٌ ذِ كْرُ هُ رَوْحٌ ِلأَ نْفُسِنَا
مُحَمَّدٌ شُكْرُ هُ فَرْضٌ عَلَى ْالأُ مَامِ
Qosidah Ajib Daiyal Maula
هذه القَصيدَ ة اجب داعى المولى
أَقِمْ شَاهِدَ التَّقْصِيْرِ مِنْكَ مَعَ الضُّعْـفِ
عَسى وَاسِعُ اْلأَ لْطَافِ يُدْرِكُ بِاللُّطْفِ
وَقِفْ فِى مَقَامِ الذُّلِّ وَقْفَةَ نَادِمٍ
فَمَاقَدْ مَضى فِى الْعُمْرِ مِنْ غَفْلَةٍ يَكْفِىْ
أَجِـبْ دَاعِىَ الْمَوْلَى فَهذَا كِـتَابُهُ
يُنَادِيْكَ فَاسْرِعْ بِاْلإِجَابَةِ وَاسْـتَعْفِ
أَمَـاانَ لِلْعَاصِىْ الرُّجُـوْ عُ لِرَبـِهِ
أَلَمْ يَدْرِ أَنَّ الذَّنْبَ يُكْتَبُ فِى الصُّحُفِ
رُوَيْدًا أَخَاالْعِصْـيَانِ إِنَّكَ قَـادِمٌ
عَلَى اللهِ وَهُـوَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تُخْفِى
أَفِقْ وَانْتَبِهْ فَالْخَطْبُ صَعْبٌ وَأَمْرُهُ
مَرِيْرٌ وَشَـأْنٌ الذَّنْبِ يُوْقِعُ فِى الْحَـتْفِ
ظَلَمْتَ وَمَا إِلاَّ لِنَفْسِـكَ يَافَتى
ظَلَمْتَ وَظَلْمُ النَّفْسِ مِنْ أَقْبَخِ الْوَصْـفِ
تَمَادَيْتَ حَتَّى زَ لَّكَ الرُّشْدُ فَانْتَبِهْ
وَسَلْ غَافِرَ الزَّلاَتِ يُدْرِكُ بِالْعَطْفِ
أَيَا مَنْ بِقَيْدِ الجَهْلِ أَضْحى مُكَـبَّلاً
أَلَمْ تَدْرِ أَنَّ الْجَهْـلَ يُلْجِى إِلَى الْخَسْفِ
إِلَى الْعِلْمِ فَاهْرَعْ وَاتَّخِـذْ لَكَ مَسْلَكًا
مِنَ الرُّشْدِ يَهْدِى بَعْدَ ذَلِكَ لِلْكَـشْفِ
وَلاَ تَكُ ِممَّنْ قَيَّدَتْهُ حُظُوْ طُهُ
فَيَعْبُدَ رَبَّ الْعَـالَمِيْنَ عَلَي حَـرْفِ
نَصَحْتُكَ فَاسْمَعْنِى وَقَابِلِ نَصِيْحَتِى
بِصِدْقٍ فَإِنِّى قَدْ دَعَوْ تُكَ لِلْعُرْفِ
وَلَسْـتُ بِنُصْحِى قَاصِدًا غَيْرَ عَاكِفٍ
عَلَى الذَّنْبِ مِثْلِى وَصْفُهُ فِى الْعَمى وَصْفِى
بُلِيْتُ بِكَسْبِ الذَّنـْبِ وَاْلإِثْمِ عَامِدًا
عَسَى غَافِـرُ الزَّلاَّتِ مِنْ ذَاالْبَلاَ يَشْفِى
Qosidah Allahu Allahu Yaa Allahu
هذه القَصيدَ ة الله الله وَالصَّـلاَةُ عَلَى الْمُخْـتَارْ
الله الله يَااللهx وَالصَّلاَةُ عَلَى الْمُخْتَارْ خَيْرِالْبَرِيَةْ
لِى بِرَجْـوَاكَ يَامَوْلاَىْ عِلْقَةْ قَوِيَّةْ
تَحْتَ بَابَكْ وَشُفْ لِى يَارَبِّ نِيَةْ
وَأَنْتَ يَارَبَّنَا تَعْلَمْ بِمَا فِى الطَّوِيَّةْ
قَدَكْ دَارِىْ بِمَا فِى الظَّاهِرِ وَالْخَفِيَّةْ
وَاِنْ عَصَيْنَا وَسِرْنَا فِى الطَّرِيْقِ الْعَكِيَّةْ
فَإِنَّ لَكَ جُودْ يَغْفِرْ ذَنْبَنَا وَالْخَطِيَّةْ
تَحْتَ بَابَكْ وَكُلَّ مِنَّكْ يَبْغَى عَطِيَّةْ
يَااللهْ أُسْلُكْ بِنَا نَهْجَ الطَّرِيْقِ السَّوِيَّةْ
فِى طَرِيْقِ النَّبِىْ وَالسَّادَةِ الْعَلَوِيَّةْ
يَامُجِيْبَ اسْتَجِبْ وَاعْجَلْ بِشَرْبَةْ هَنِيَّةْ
وَاَصْلِحْ أَعْمَالَنَا يَارَبَّنَا وَالطَّوِيَّةْ
وَاكْفِنَا رَبَّنَا شَرَّالْهَوى وَالدَّنِيَّةْ
وَإِنْ دَعَيْتَ أَهْلَ وِدَّكْ لِلْعَطَايَا السَّنِيَّةْ
إِدْعَنَا مِثْلَهُمْ نَعْرِفْ حُقُوْقَ الْمَعِيَّةْ
فِى كَفَلْهُمْ وَمَعْهُمْ فِى الْجِنَانِ الْعَلِيَّةْ
عِنْدَ طهَ النَّبِى الْمُخْتَارْ خَيْرِالْبَرِيَّةْ
بَخْتَنَا بِالنَّبِى هُوْ كَنْزُنَا وَالْخَبِيَّةْ
لِى تَعَكَّتْ تَجِىْ فِى الْحَالْ مِنُّهْ بَتِيَّةْ
وَإِنْ دَعَيْنَاهُ لِلْبَلْوى يُزِيْلُ الْبَلِيَّةْ
وَأَلْفَ صَلُّوْا عَلَيْهِ إِنُّهْ إِمَامِ السَّرِيَّةْ
Qosidah Rabbi Kholaq Thohaa
هذه القَصيدَ ة رَبِّي خَلَقْ طه
رَبِّي خَلَقْ طه مِنْ نُورْ فِيهْ اِحْتِرَامْ
نَادَاهُ أَقْبِلْ يَامُخْتَارْ أَنْتَ اْلأَمِينْ
لَمَّاارْتَقَى الْبَيْتَ الْمَعْمُورْ صَلّى إِمَامْ
وَقَدْ دَنَا مِنْ رَبِّهِ الْبَاهِي الْجَلِيلْ
إِنْ رُمْتَ أَنْ تَحْظى بِالْحُورْ يَوْمَ الزِّحَامْ
صَلِّى عَلَى بَاهِي اْلأَنْوَارْ عَيْنِ الْيَقِينْ ُ
Qosidah Sholawat Badar
هذه الـقَــصيدَة الـصَّلَـوَتُ الْـبـَدْرِيــَّةْ
صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ
صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ
تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ
وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ
وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ
مَـكَائـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا
وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
فَكَــمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَــمْ مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ
وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَ كَـمْ اَغْـنَيْتَ ذَالْعُـمْرِ وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَاالْفَـقْـرِ
وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ
فَانْـجِ مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
ا َتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـقِ وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ
فَوَ سِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ بَلِ اجْعَلْـنَاعَلَى الطَّيْبـَةْ
اَيـَا ذَاالْعِـزِّ وَالْهَـيـْبَةْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَ اِنْ تَرْدُدْ فَـمَنْ نَأْتـِىْ بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَا تِى
اَيـَا جَـالِى الْمُـلِـمـَّاتِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِ مْنَـا بِـنَيـْلِ مـَطَا لِبٍ مِنَّا
وَ دَفْـعِ مَسَـاءَةٍ عَـنَّا بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى اَنـْتَ ذُوْ لُطْـفٍ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ
وَكَـمْ مِنْ كُـرْبـَةٍ تَنـْفِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَصَلِّ عَـلَى النـَّبِىِّ الْبَـرِّ بـِلاَ عَـدٍّ وَلاَ حَـصْـرِ
وَالِ سَـادَةٍ غُــــرِّ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Qosidah Waqtus sahar
هذه القَصيدَ ة وقت السحر
وَقْتِ السَّحَرْ بِهْ يَطِيْب الْحَالْ لاَهْلِ الصَّفَا
وَبِهْ يَجُوْدُ الْعَلِي بِالْفَضْلِ لأَهْلِ الْوَفَا
Waktu larut malam adalah saat termuliakannya keadaan orang orang suci, dan pada waktu itu pula semakin pemurah Sang Maha Mulia dengan anugerah untuk mereka yg menepati janji untuk mengunjungi Nya (shalat malam),
كَمْ مِنْ سَقِيْمٍ بِهَذَا الْوَقْتِ نَالَ الشِّفَا
وَكَمْ بِهِ اِتَّصَلْ مِنْ عَبْدٍ بِالْمُصْطَفَى
Berapa banyak orang orang yg dimurkai dan ditimpa musibah yg diwaktu larut malam itu (mereka bermunajat pada Nya) maka mereka mendapatkan kesejukan dan pencabutan atas musibahnya, dan berapa banyak banyak pula para hamba yg termuliakan dengan terhubung hatinya dengan sang Nabi saw,
وَقَابَلَتْهُ الْمَوِاهِبْ ظَاهِرًا وَالْخَفَا
وَنَازَلَتْهُ لَطَائِفْ خَيْرِ مَنْ لَطَفَا
Maka ia disambut dengan anugerah anugerah yg terlihat dan yg tersembunyi (permasalahan dunia dan akhiratnya), dan turunlah untuknya kasih sayang dan kelembutan kelembutan dari yg sangat Indah kelembutan Nya.
عَنِ الْمَسَاوِي وَكُلِّ الذَّنْبِ فَضْلاً عَفَى
وَبَارِقِ الْفَضْلِ وَاْلإِ حْسَانِ لُهْ رَفْرَفَا
dari kehinaan kehinaan dan setiap dosa, anugerah maaf Nya pun melimpah, dan pijaran cahaya kemuliaan dan keluhuran untuknya terus bercahaya indah,
وَحَسْبُهُ جُوْدُ مَوْلاَنَا الْعَلِي وَكَفَى
وَهَاهُنَا الْقَوْلَ يَا أهْلَ الْفَهُمْ قَدْ وَقَفَا
Maka cukuplah kedermawanan Tuhan kita Yang Maha Tinggi dan Maha Mencukupi segenap hamba Nya, dan sampai disinilah wahai yang memahami, terhenti ucapan dan kata kata..
مَنْ ذَايُعَبِّرْ عَنِ الْغَوْثِ إِذَا وَكَفَا
ياَرَبِّ زِدْنَا عَطَايَا يَارَبِّ زِدْ تُحَفَا
Siapakah pula yg mampu menggambarkan kemegahan curahan hujan rahmat Nya bila sedang melimpah.., wahai Tuhan tambahkan bagi kami pemberian pemberian, wahai Tuhan kami tambahkanlah sesuatu yg berharga,
وَاعْطِفْ عَلَيْنَا فَإِنَّكَ خَيْرَ مَنْ عَطَفَا
وَاعْلِي لَنَا فِي رِحَابِ الْعِزّ ِبِكْ غُرَفَا
Maka berlemah lembutlah pada kami, sungguh engkau sebaik baik yg berlemah lembut, dan limpahkanlah kemuliaan bagi kami dengan sambutan kemegahan kamar kamar istana Mu,
وَصَلِّ دَأْبًا عَلَى أحْمَدُ وَالِهَ الشُّرَفَا
وَالصَّحْبِ أَهْلِ الْهُدَى وَمَنْ بِهِمْ إِقْتَفَا
Dan limpahkanlah shalawat selalu atas Nabi Muhammad saw dan keluarganya yg mulia, beserta para sahabatnya dan para pembawa petunjuk dan semua yg mengikuti jejak mereka,
وَالْحَمْدُ اللهِ رَبِّي حَسْبُنَا وَكَفَى
Dan segala puji bagi Allah Tuhanku, Yang Maha Melindungi kami dengan kecukupan.
Qosidah Bi Fathimah
هذه القصيدة السيدة فاطمة الذهراء رضي الله عنها
ج
بِفَاطِمَةْ قَدْ صَفَا حَاِلي وَ نِلْتُ الْمَرَ امْ
بِضْعَةْ مُحَمَّدْ حَبِيْبُ اللهِ خَيْرُا لأَ نَامْ
Dengan Fathimah telah tersucikan keadaanku dan kudapatkan segala cita-cita luhurku,
Sebahagian tubuh Muhammad Habibullah SAW sebaik-baik manusia.
أَعْلَى لَهَا الله ُقَدْرً ا فِي اْلعُلا َوَ الْمَقَامْ
نِعْمَ الْبَتُوْ لِ الرَّ ضِيَّةْ نُوْرٌ كُلِّ الظُّلا َمْ
Allah telah mengagungkan derajat Fathimah dengan Keluhuran dan Maqam Mulia Kesucian yang tersuci dalam Samudra Keridhaan Ilahi, Cahaya segala Kegelapan.
أُمُّ الْحَسَنْ وَ الْحُسِين أَهْلُ الْمَرَ قِي الْعِظَا مْ
لَهُمْ عَطَايَا مِنَ الْمَوْ لَى كِبَارْ جُسَامْ
Ibu Hasan dan Husein pemilik maqam puncak kemuliaan,
Atas mereka limpahan Anugerah dari Sang Pencipta Pemilik Anugerah terbesar.
هُمْ سَادَ ةُ أَهْلُ الْجِنَانِ الْعَالِيَّةْ يَاغُلا َمْ
مَنْ حُبُّهُمْ صَدَ قْ بَا يَسْكُنْ بِدَ ارِ السَّلا َمْ
Merekalah pembesar ahli surga yang luhur wahai anak,
Maka yang mencintai mereka dengan kesungguhan akan menghuni surga Darussalam.
وَ مَنْ تَعَلَّقْ بِهِمْ يَظْفَرْ بِنَيْلِ الْمَرَ امْ
أَكرَ مْتِ يَا بِضْعَةْ أَحْمَدْ فَانْعِمِي بِالتَّمَامْ
Dan yang berpegang dengan mereka akan beruntung mendapatkan cita-citanya,
Mulialah engkau wahai sebahagian tubuh yang terpuji (Al Hamid) maka limpahilah kami kemuliaan.
وَ امْنَحِيْ عَبْدَ كُمْ فِي الْقُرْ بِ أَعْلَى وَ سَامْ
نَقُو مُ بِحَمْلِ الرَّ يَاتِ الْهُدَ أَحْسَنْ قِيَامْ
Perhatikanlah dengan lembut budakmu ini, dengan kedekatan sebagai anugerah agung,
Agar kami tegak memegang Panji Dakwah Al Hamid dengan tegak sempurna.
تَعُمُّ دَ عْوَ تَةُ فِي ا لأ َ كْوَ انِ كُلَّ الأَ نَامْ
نَلْبَسُ خَلْعِ إِرْثُ مَا يَصِفْ سَنَاهَاكَلا َمْ
Hingga tersebar dakwahnya di seluruh dunia kepada seluruh manusia,
Hingga kami memakai baju Warisanmu yang bercahaya terang benderang tak tersifatkan oleh kalimat.
يَانُوْ رُ قَلْبِيْ وَ يَا أُمِّيْ عَلَيْكِ السَّلا َمْ
فِيْ كُلِّ حَالٍ وَ شَأْنٍ كُلِّ لَحْظَةٍدَ وَامْ
Wahai cahaya hatiku, wahai ibuku kuucapkan salam,
Setiap waktu, kejap dan saat dengan abadi.
عَلَيْكِ صَلَّى ِإ لهِيْ مَعَ أَبِيْكِ الإِ مَامْ
ِ إِ مَامْ كُلِّ الْوَ رَى فِي كُلِّ خَاصٍّ وَ عَامْ
Atasmu limpahan shalawat Tuhanku, juga atas Ayahmu Sang Imam,
Pemuka semua pemuka dari semua golongan khusus dan awam.
الشَّا فِعُ الْمُبْتَغِ يَوْ مُ اللِّقَاءِ وَ الزِّ حَامْ
يَوْ مُ الْمَلا َئِكْ تُنَادِ يْ جَمْعُ كُلَّ الأَ نَامْ
Pemilik Syafa’at idaman dan tujuan di Hari Pertemuan dan Perkumpulan,
Hari para malaikat berseru pada seluruh manusia.
غُضُّوْ ا أَبْصَارَ كُمْ تَمُرُّ بِنْتِ النَّبِيِّ بِالسَّلا َمْ
وَ نَكِّسُوْ ارُ ؤُ وْ سَكُمْ مَاأَعْظَمَهُ وَالله ُمَقَامْ
Tundukkan pandangan kalian untuk lewatnya Putri Nabi dengan Salam Sejahtera …..!
Tundukkan kepala kalian…, Maqam yang alangkah Agungnya Demi Allah.
أتََذْ كُرِ يْنِي مَعَكِ أَعْبُرْ وَ مَنْ لَهُ ذِ مَامْ
حَاشَاكِ يَا أُمُّنَا تَنْسِيْنَ هَذَاالْغُلا َمْ
Apakah mengingatkan saat itu untuk masuk dan lewati shirath bersamamu dan bersama mereka yang termuliakan,
Alangkah sedih dan tak mungkin ….. wahai Ibu kami, Engkau lupakan anakmu ini.
مَحْسُوبِكُمْ يَرْتَجِيْهِ مِنْكُمْ بِهِ الإِ هْتِمَامْ
أَ نْتُمْ مَرَ امُهْ وَمَقْصُوْ دُهُ وَ نِعْمَ الْمَرَامْ
Bocah kesayanganmu mengharapkan kasih sayang dan perhatian ini,
Engkaulah cita-cita dan maksud, dan semulia-mulia cita-cita.
يَا بِنْتَ طهَ فُؤَادِ يْ فِيْ مَحَبَّتِكِ هَامْ
وَاللهِ أَ نْتُمْ مُرَادِ يْ فِي الدُّ نَاوَالْقِيَامْ
Wahai Putri Tha Haa, sanubariku bergejolak dalam mahabbah padamu,
Demi Allah, Engkau maksudku di dunia dan di hari kebangkitan.
وَمَاأَنَا ِإ لاَّ بِكُمْ يَاسَادَ تِيْ يَاكِرَامْ
عَلَيْكِ مَعَ وَ الِدْكِ أَذْ كَي الصَّلا َةُ وَالسَّلا َمْ
Dan aku ini hanyalah karenamu Wahai Pembesarku, Wahai Imam mulia,
Atasmu bersama ayahmu sesuci-suci shalawat dan salam.
وَأَهْلُ الْكِسَاءْوَ اهْلِ بَيْتِهِ عَالِيِيْنَ الْمَقَامْ
وَالصَّحْبِ أَجْمَعْ وَ مَنْ عَلَى هُدَ اهُ اسْتَقَامْ
Dan atas Ahlul Kisa serta Ahlul Baitnya para maqam yang luhur,
Dan para Shahabat semua dan seluruh yang teguh dengan petunjuknya.
Qosidah Muhammadun
هذه القصيدة موالاي ( محمد)
مَوْلاَيَ صَلِيْ وَ سَلِّمْ دَا ئِمًا أَبَدًا
Wahai Tuhanku limpahkan shalawat dan salam selalu dan abadi,
عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِهِمِ
atas Kekasih Mu sebaik-baik ciptaan seluruhnya
مُحَمَّدٌ أَشْرَ فُ ا ْلأَ عْرَ ابِ وَ الْعَجَمِ
Muhammad SAW semulia-mulia manusia dari segala bangsa,
مُحَمَّدٌ خَيْرُ مَنْ يَمْشِ عَلَى قَدَمِ
Muhammad SAW sebaik-baik makhluk yang berjalan (menginjak bumi)
مُحَمَّدٌ تَا جُ رُسْلِ اللهِ قَاطِبَةً
Muhammad Saw mahkota para rasul dan pemuka mereka,
مُحَمَّدٌ صَا دِقُ اْلأَ قْوَ الِ وَ الْكَلِمِ
Muhammad SAW selalu jujur dalam ucapan dan perkataanya (ucapannya adalah Al Hadits,perkataanya adala Al Qur’an)
مُحَمَّدٌ حَا كِمٌ بِالْعَدْ لِ ذُوْ شَرَ فٍ
Muhammad SAW adalah hakim yang sangat adil dan pemilik kemuliaan,
مُحَمَّدٌ مَعْدِ نُ اْلإِ نْعَامِ وَ الْحِكَمِ
Muhammad SAW adalah sumber kenikmatan hidup dan sumber hikmah
مُحَمَّدٌ ذِ كْرُ هُ رَ وْ ح ٌ ِلأَ نْفُسِنَا
Muhammad SAW dengan mengingatkannya menenangkan hati kami,
مُحَمَّدٌ شُكْرُهُ فَرْ ضٌ عَلَى ْالأُ مَامِ
Muhammad SAW yang menyukurinya wajib bagi umat
مُحَمَّدٌ ذِ يْنَة ُ الدُّ ْنيَا وَ بَهْجَتُهَا
Muhammad SAW penghias bumi dan kemegahannya
,
مُحَمَّدٌ كَا شِفُ الْغُمَّاتِ وَ الظُّلَمِ
Muhammad SAW pelebur bencana dan kegelapan
مُحَمَّدٌ ضَاحِك ٌ لِلضَّيْفِ مُكْرِ ُم ُه
Muhammad SAW selalu tersenyum pada para tamunya dan memuliakan mereka,
مُحَمَّدٌ جَارُ هُ وَ الله ِ لَمْ يُضَمِ
Muhammad SAW yang dekat padanya demi Allah takkan disia-siakan
مُحَمَّدٌ يَوْ مَ بَعْثِ النَّاس ِ شَا فِعُنَا
Muhammad SAW pada hari bangkitnya seluruh manusia pemberi kami syafaat
,
مُحَمَّدٌ نُوْ رُ هُ الْهَدِى مِنَ لظُّلَمِ
Muhammad SAW cahanya merupakan petunjuk dari kegelapan
Qosidah Allah Allahu Shofat Lii
هذه القصيدة اللّهُ اللّهُ يا اللّهُ
اللّهُ اللّهُ يا اللّهُ اللّهُ اللّهُ يا اللّهُ
اللّهُ اللّه يا اللّهُ وَ نِعْمَ الْوَ الِي وَالِيهَا
صَفَتْ لِي حُمَيَّا خِلِّيْ وَ أُسْقِيْتُ مِنْ صَافِيْهَا
وَ أَقْبَلْ وَ ثَنَّى ُيمْلِيْ عَلَيَّ الَّذِيْ يُعْلِيْهَا
وَ مَنْ ذَا شَرِ بْهَا مِثْلِيْ أَ نَا قَبْلُ لاَ يُصْفِيْهَا
أَنَا قَبْلُ قَبْلِ الْقَبْلِيْ وَ يُدِ يْتُ عَلَى هَالِيْهَا
أَنَا أُعْطِيْتُ كُلَّ الْفَضْلِ تَكَرَّ مْ عَلَيّْ وَ الِيْهَا
أَنَا الْمُجْتَبَى بَيْنَ أَهْلِيْ وَ شُفِعْتُ فِي عَاصِيْهَا
أَنَا أَعْذِلْ أُنَادِي وَ لِيْ أَ نَا شَيْخُهَا قَاضِيْهَا
أَنَا شَيْخُ أَهْلِ الْوَصْلِ تَكَرَّ مْ عَلَيّْ بَارِ يْهَا
أَنَا حَتْفُ أَهْلِ الْعَدْلِ وَ نَارَ اْلجَحِيْمِ أُطْفِيْهَا
و َسَيْفِيْ وَدِرْ عِي َمجْلِيْ أُعَاقِبْ عَلَى تَالِيْهَا
فَمَنْ كَانَ يُنْكِرْ فِعْلِي يُجَرِّ بْ وَ أَنَا حَامِيْهَا
أَنَا بَاذُ هَا وَ الشُّهْبِ أَنَا لِلْمَثَانِيْ أُقْرِ يْهَا
وَ عَيْنُ اْلحَقِيْقَةْ عَيْنِيْ وَ أَشْرَ بُ مِنْ صَافِيْهَا
وَ فَخْرُ الْوُ جُوْدِ فَخْرِ يْ أَبُوْ بَكْرٍ لِي يَحْمِيْهَا
وَ فَخْرُ الْوُ جُوْدِ فَخْرِ يْ أَبُوْ بَكْرٍ لِي يَحْمِيْهَا
فَقَدْ طَابَ فِيْهَا أَصْلِيْ أَنَا لِلْفُرُ وْ عِ أُغْذِ يْهَا
وَ رَ اقَتْ حُمَيَّا قُرْ بِيْ وَ إِ نِّي لَهَا سَا قِيْهَا
وَ ا فَلَتْ شُمُوْ سُ الْكُلِّ وَ هَا شَمْسُنَا ضَا حِيْهَا
أَنَا عَرْ شُهَا وَ الْكُرْشِيْ أَنَا لِلسَّمَا بَانِيْهَا
شُفْ أَهْلَ الْكِسَا بِالْفَضْلِ وَ جِبْرِ يْلُ لِي رَ اوِ يْهَا
فَهذِهْ رِ سَالَةْ تُنْبِيْ بِنَصِّ الْقُرْ آنْ أُتْلِيْهَا
وَ اَشْكُرْ لِنِعْمَةْ رَ بِّي وَ لكِنْ لاَ أُحْصِيْهَا
وَ بَثَّيْتُ مِنْهَا وَ هْبِيْ عَلَى مَنْ تَبِعْنِيْ فِيْهَا
وَ اخْتِمْ بِخَيْرِ الرُّ سْلِ نَبِيِّ الْهُـدَ ى هَادِيْهَا
Ya Allah biha
هذه القصيدة يا اللّه بها
يَا اللّه بِهَا يَا اللّه بِهَا يَا الله بِهَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةْ
لِي عَشْرَ ةٌ أُطْفِي بِهِمْ نَارَ الْجَحِيْمِ الْحَاطِمَةْ
اَلْمُصْطَفى وَ الْمُرْ تَضَى وَ ابْنا هُمَا وَ فَاطِمَةْ
وَ خَدِ يْجَةُ الْكُبْرَى الَّتِي هِيَ لِلْمَعَالِى عَالِمَةْ
وَ بِعَائِشَةْ ذَاتِ الْجَمَالْ أُمِّ الْكَمَالِ الْعَالِمَةْ
وَ بِنْتُ عِمْرَ انْ أُمِّ عِيْ سى لَمْ تَزَ لْ لِي رَاحِمَةْ
وَ بِآسِيَةْ مَنْ أَصْبَحَتْ مِنْ كُلِّ هَوْ لٍ سَالِمَةْ
وَ بِحَقِّ جِبْرِ يْلِ اْلأَ مِينْ عَلَى الصَّحَائـِفِ تَامَّةْ
هُمْ خِيْرَ تِي وَ ذَخِيْرَ تِي فِى الْحَشْرِ يَوْمِ الطَّامَّةْ
وَ كَذَاكَ فِي الدُّ نْيَا إِذَا دَهَتِ الْخُطُوْ بُ الْقَاسِمَةْ
وَ بِحَقِّهِمْ يا ذَا الْجَلاَ لْ وَ بِالصَّلا َةِ الدَّائِمَةْ
اُلْطُفْ بِنَا وَ الْمُسْلِمِينْ مِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَ مَّةْ
وَ مِنَ الْعِدَى وَ مِنَ الرَّ دَى وَ مِنَ الْمَصَائِبِ عَامَّةْ
وَ عَلَيْهِمُوا يَا رَ بـَّنَا مِنْكَ السَّلاَمُ الدَّ ئِمَةْ
ثُمَّ صَّلا َةُ عَلَى الَّذِي خَصَّصْتَهُ بِمُكَالَمَةْ
Qosidah Qodis Ta Antuka
هذه القَصدَة الحَبيب عَبْدُ الله بن عَلوي الحَدَّاد
قَدِ اسْتَعَنْتُكَ رَ بِّي عَلَى مُدَ ا وَاةِ قَلْبِى
وَحَلِّ عُقْدَةَ كَرْ بِي فَانْطُرْإِلَىالْغَمِّ يَنْجَالْ
Sungguh aku telah memohon pertolongan Mu Wahai Penciptaku untuk mengobati penyakit hatiku dan melepaskan ikatan ikatan kesulitanku, maka lihatlah dan pandanglah dengan kasih sayang Mu kepada kegelisahanku yang berkobar.
يَارَبِّ يَاخَيْرَ كَا فِي اُحْلُلْ عَلَيْنَا الْعَوَافِي
فَلَيْسَ شَيْء ثَمَّ خَافِِي عَلَيْكَ تَفْصِيْل وَإِجْمَالْ
Wahai Penciptaku, Wahai sebaik-baik yang mencukupi hamba-Nya limpahkanlah atas kami kesembuhan-kesembuhan (kesembuhan hati dan jasmani) hingga tidak tersisa sedikitpun, atas-Mu lah segala perincian dan ringkasan masalah.
يَارَبِّ عَبْدُ كَ بِبَا بِكَ يَخْشَى أَلِيْمَ عَذَا بِكَ
وَيَرْ تَجِي لِثَوَا بِكَ وَغَوْثُ رَحْمَتِكَ هَطَّالْ
Wahai Pencipta hamba-Mu tegak di pintu-Mu, merisaukan pedihnya siksa dan sangat mengharapkan ganjaran dan derasnya Rahmat-Mu yang sangat lebat.
وَقَدْ أَتَا كَ بِعُذْ رِهِ وَبِا نْكِسَا رِهِ وَفَقْرِهِ
فاهْذِ مْ بِيُسْرِك عُسْرِهِ بِمَحْضِ جُوْدِك وَالإ فضالِ
Dan hamba-Mu telah dating kepada-Mu dengan kehinaan dan segala kelemahan dan dengan hati yang hancur dan dengan kemiskinannya. Maka musnahkanlah dengan kemudahan-Mu segala kesulitannya dengan limpahan kemurahan-Mu dan anugrah-Mu yang agung.
وَامْنُنْ عَلَيْهِ بِتَوْبَةٍ تَغْشِلْهُ مِنْ كُلِّ حَوْبَةٍ
وَاعْصِمْهُ مِنْ شَرِّأَوْبَةٍ لِكُلِّ مَا عَنْهُ قَدْ حَالْ
Dan anugerahkanlah kepadanya taubat dengan siraman yang memandikannya dari setiap kotoran. Dan lindungilah ia dari keburukan tempat kembali, dari apa yang telah menimpanya dari segala kehinaan.
فَأَ نْتَ مَوْلَىالْمَوَالِي اَلْمُنْفَرِدُ بِا لْكَمَا لِ
وَبِالْعُلاَ وَالتَّعَالِي عَلَوْتَ عَنْ ضَرْبِ اْلأَمْثَالْ
Maka Engkau adalah raja dari para raja yang tunggal dalam kesempurnaan. Dan dengan segala ketinggian dan keluhuran maka engkau telah teragungkan dari segala yang dicontohkan atas-Mu.
جُوْدُكَ وَفَضْلُكَ وَبِرُّكَ يُرْجىوَبَطْشُكَ وَقَهْرُكَ
يُخْشَى وَذِكْرُكَ وَشُكْرُكَ لاَزِمُ وَحَمْدُكَ وَاْلإِجْلاَ لْ
Kemurahan-Mu, Anugerah-Mu dan kasih sayang-Mu sangat diharapkan, dan kemurkaan-Mu serta kemarah-Mu sangat dirisaukan, maka mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu merupakan kewajiban demikian pula pujian kepada-Mu dan pengagungan atas-Mu.
يَا رَبِّ أَنْتَ نَصِيْرِيْ فَلَقِّنِيْ كُلَّ خَيْرِيْ
وَاجْعَلْ جِنَانَكَ مَصِيْرِيْ وَاخْتِمِ بِاْلإِ يْمَانِ اْلاجَالِ
Wahai pencipta, Engkau adalah penolongku maka pertemukanlah aku kepada setiap perlakuan baikku, jadikanlah surga-Mu sebagai tempat kembaliku dan jadikanlah akhir hidupku dengan keimanan.
وَصَلِّ فِي كُلِّ حَالَةٍ عَلَىمُزِيْلِ الضَّلاَ لَةِ
مَنْ كَلْمَتْهُ الْغَزَالَةَ مُحَمَّدِ اهَادِيِ الدَّالِ
Dan shalawat pada setiap keadaan-Nya ats penghapus segala kebhatilan (SAW) yang telah berbicara kepada seekor kijang, Muhammad pemberi hidayah dan petunjuk.
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ شُكْرًا عَلَىنِعَمِ مِنْهُ تَتْرًى
نَحْمَدُهُ سِرًّا وَجَهْرًا وَبِالْغَدَايَاوَاْلأَصَالِ
Dan segala puji bagi Allah dan syukur atas ni’mat-ni’mat-Nya yang berlimpah, kami memuji-Nya dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan pada pagi dan sore.
Yaa Sayyidiy
هذه القَصدَة يَاسَـيِّدِي
يَاسَـيِّدِي يَارَسُـوْلَ اللّه يَامَنْ لَـهُ الْجَـاهُ عِـنْدَ اللّه
اِنَّ الْمُسِيْـئِـيْنَ قَدْ جَاءُوك للذَّ نْبِ يَسْـتَـغْفـِرُوْنَ اللّه
يَاسَـيِّدَ الرُّ سُلْ هَـادِيـْنَا هَـيَّا بِـغَـارَهْ إِلَـيْنَا اْلآنْ
ياهِمَّةَ السَّـادَاتِ اْلأَقْـطَابْ مَـعَادِنَ الصِّـدْقِ وَالسِّـرّْ
نَادِ الْمُـهَاجِرْ صَـفِيَّ اللّه ذَاكَ ابـْنَ عِيْسَى اباالسَّادَاتْ
ثُـمَّ الْمُـقَـدَّمْ وَلِيَّ اللّه غَـوْثَ الْوَرَى قُدْوَةَ الْقَادَاتْ
ثُـمَّ الْوَ جِـيْهَ لدِ يْنَ الله سَـقَّـافَـنَا خَارِقَ الْعَادَاتْ
السَّـيِّـدَ الْكَـامِلَ اْلأَوَّابْ الْعَـيْدَرُوسْ مُظْـهِرَ الْقُـطْرِ
قُوْمُوا بِنَا وَاكْشِـفُوا عَـنَّا يَاسَـادَتـِي هـذِهِ اْلأَسْوَى
وَاحْمُوا مَدِيـْنَتْكُـمُ الْغَـنَّا مِنْ جُمْلَةِ الشَّـرِّ وَالْبَـلْوَى
أَهْلِ الْحَسَبْ وَالنَّسَبِ اْلأُسْنى وَالْعِـلْمِ وَالْحِـلْمِ وَالتَّقْوى
بِجَـدِّ كُـمْ تَـنْجَــابُ سُحْبُ الْبَـلِيَّاتِ وَالضُّـرِّ
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد حَبِيبِكَ الشَّافِعِ الْمُشَفَّع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد أَ عْلَى الْوَ رَ ي رُ تْبَةً وَ أَرْ فَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد أَسْمَى الْبَرَ ايَا جَاهًا وَ أَوْ سَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ اسْلُكْ بِنَا رَ بِّ خَيْرَ مَهْيَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ عَافِنَا وَ اشْفِ كُلَّ مُوْ جَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ أَصْلِحِ الْقَلْبَ وَ اعْفُ وَ نْفَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَا كْفِ الْمُعَادِي وَ اصْرِفْهُ وَرْدَ ع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد نَحُلُّ فِي حِصْنِكَ الْمُمَنَّع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد رَ بِّ ارْ ضَ عَنَّا رِ ضَاكَ اْلأَ رْ فَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَ اجْعَلْ لَنَا فِي الْجِنَانِ مَجْمَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد رَ افِقْ بِنَا خَيْرَ خَلْقِكَ اجْمَع
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد يَا رَ بِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَ سَلِّمْ
اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang
Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,
Kekasih- Mu pemilik syafa’at yang dilimpahi syafa’at- Mu.
Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,
Semulia-mulia ciptaan, dalam keagungan dan derajatnya.
Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,
Makhluk yang termulia kedudukannya, melebihi segenap ciptaan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,
Jalankanlah kami Wahai Tuhan ke jalan yang paling benar (jalan nabi- Mu).
Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad,
Sembuhkanlah kami dari segala Keluhan penyakit,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Perbaikilah Hati dan ma’afkanlah, dan berilah kami (segala yang) manfa’at,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Bentengilah dari yang sedang memusuhi kami dan hindarkanlah kami dari musuh yang akan datang kepada kami,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Kami berlindung di dalam Benteng- Mu Yang Melindungi dari segala gangguan,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Ya Allah Ridhoilah kami dengan Keridhoan- Mu Yang Agung,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Jadikanlah kami berkompul dengan Nabi- Mu di Surga,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Jadikanlah kami selalu berdampingan dengan Sebaik-baik Ciptaan- Mu,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atas Muhammad,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat atasnya serta Salam Sejahtera,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمنِ الرَّ حِيمِ
أَعُو ذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّ جِيمِ
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينَا * لِيَغْفِرَ لَكَ اللهُ
مَا تَقَدَّ مَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَ يُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ
وَ يَهْدِ يَكَ صِرَ اطًا مُسْتَقِيمًا * وَ يَنْصُرَ كَ اللهُ
نَصْرً ا عَزِ يزً ا *
لَقَدْ جَاءَ كُمْ رَ سُو لٌ مِنْ أَ نْفُسِكُمْ عَزِ يزٌ عَلَيْهِ
مَا عَنِتُّمْ حَرِ يصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْ مِنِينَ رَ ءُو فٌ
رَ حِايمِ * فَإِنْ تَوَ لَّوْ ا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ
هُوَ عَلَيْهِ تَوَ كَّلْتُ وَ هُوَ رَ بُّ الْعَرْ شِ الْعَطِيمِ *
إِنَّ اللهَ وَ مَلاَ ئِكَتَهُ يُصَلُّو نَ عَلَى النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا الَّذِ ينَ آمَنُوا صَلُّو ا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيمًا *
اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
“ SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MEMBENTANGKAN BAGIMU (Wahai Muhammad saw) KEMENANGAN YANG GEMILANG. AGAR DIA ALLAH MENGAMPUNI DOSA-DOSAMU YANG TERDAHULU DAN YANG AKAN DATANG. DAN MENYEMPURNAKAN NI’MAT NYA ATASMU (Wahai Muhammad saw), DAN DIA (Allah) MEMBERIMU PETUNJUK KE JALAN YANG LURUS, DAN ALLAH AKAN MEMBERIKAN PERTOLONGAN PADAMU DENGAN PERTOLONGAN YANG MULIA”,
“ SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEPADAMU UTUSAN DARI GOLONGANMU, DAN SANGAT BERAT BAGINYA (Muhammad saw) APA-APA YANG MENIMPA KALIAN, DAN SANGAT MENJAGA KALIAN (Dari Kemurkaan Allah dan Neraka), DAN IA SANGAT BERLEMAH LEMBUT DAN BERKASIH SAYANG ATAS ORANG-ORANG MU’MIN,
MAKA JIKA MEREKA INGKAR MAKA KATAKANLAH : CUKUPLAH PERTOLONGAN ALLAH BAGIKU, TIADA TUHAN SELAIN DIA, DAN KEPADA NYA AKU BERSERAH DIRI DAN DIA ADALAH PEMILIK ARSY YANG AGUNG”,
“ SESUNGGUHNYA ALLAH DAN PARA MALAIKAT NYA BERSHALAWAT ATAS NABI (saw), WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN BERSHALAWATLAH PADANYA, DAN BERILAH SALAM KEPADANYA DENGAN SEBAIK-BAIK SALAM SEJAHTERA”,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya.
اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي هَدَ انَا
بِعَبْدِه ِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا
إِ لَيْهِ بِاْلإِذْنِ و َقَدْ نَادَ انَا
لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَ لَّنَا وَحَدَ انَا
صَلَّى عَلَيْكَ اللّهُ بَارِ ئُكَ الَّذِي
بِكَ يَا مُشَفَّعُ خَصَّنَا وَحَبَاَنا
مَعَ آلِكَ اْلأَطْهَارِ مَعْدِنِ سِرِّ كَ
اْلأَ سْمَى فَهُمْ سُفُنُ النَّجَاةِ حِمَاَنا
وَعَلَى صَحَا بَتِكَ الْكِرَ امِ حُمَاةِ دِ يـْنِكَ
أَصْبَحُوْ ا لِوَ لاَئِهِ عُنْوَ اَنا
وَ التَّابِعِينَ لَهُمْ بِصِدْقٍ مَا حَدَى
حَادِي الْمَوَدَّةِ هَيَّجَ اْلأَشْجَانَا
وَاللّهِ مَا ذُ كِرَ الْحَبِيْبُ لَدَى الْمُحِبِّ
إِلاَّ وَ أَضْحَى وَالِهًا نَشْوَ انَا
أَيْنَ الْمُحِبُّو نَ الَّذِ يْنَ عَلَيْهِمُ
بَذْ لُ النُّفُو سِ مَعَ النَّفَائِسِ هَانَا
لاَ يَسْمَعُو نَ بِذِ كْرِ طهَ الْمُصْطَفَى
إِلاَّ بِهِ انْتَعَشُوْا وَ أَذْ هَبَ رَاَنا
فَا هْتَا جَتِ اْلأَرْ وَاحُ تَشْتَاقُ اللِّقَا
وَ تَحِنُّ تَسْأَلُ رَبَّهَا الرّ ِضْوَ انَا
حَالُ الْمُحِبِّيْنَ كَذَا فَاسْمَعْ إِلَى
سِيَرِ الْمُشَفَّعِ وَ ارْ هِفِ اْلآذَا نَا
وَانْصِتْ إِلَى أَوْ صَافِ طهَ الْمُجْتَبَى
وَاحْضِرْ لِقَلْبِكَ يَمْتَلِىْء وِ جْدَ انَا
{ يَا رَ بَّنَا صَلِّ وَسَلِّمْ دَ ائِمًا
عَلَى حَبِيْبِكَ مَنْ إِلَيْكَ دَعَانَا}
اللهـم صـل وسـلم وبارك عـليه وعـلى آلـه
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita petunjuk,
Melalui Hamba- Nya yang terpilih(saw) yang telah menyeru kami
Kepada Nya dengan Izin Nya, dan sungguh Beliau (saw) telah menyeru kami,
Kami datang kepadamu Wahai Yang telah Menunjuki kami ke jalan yang benar (kami mendatangi panggilanmu Wahai Nabi saw), dan yang telah menyeru kami dengan Lemah Lembut dan Bahasa Indah,
Limpahan Shalawat padamu dari Allah yang telah Menciptakanmu,
Yang denganmu Wahai Pembawa Syafa’at, telah membuat kami Terpilih dan Terkasihi,
Juga pada Keluargamu yang Suci, sebagai Sumber-sumber Rahasiamu
Yang Tinggi, maka merekalah Bahtera Penyelamat yang Membentengi kami,
Dan pada Para Sahabatmu yang Mulia, yang menjadi Dinding Penyelamat bagi Ajaranmu dan Figur Panutan bagi Pencintanya (saw),
Juga terhadap para Tabi’in setelah mereka, yang mengikuti mereka dengan jujur dan bersungguh-sungguh,
Sebanyak puji pujian Kerinduan yang Merobohkan Kesedihan,
Demi Allah tidaklah diperdengarkan Nama Sang Kekasih (saw) pada orang yang mencintainya,
Maka akan tersentak gembira dan hilanglah segala kesusahan,
Dimanakah Para Pecinta, yang mereka itu rela berkorban dengan Nyawa dan meremehkan hal-hal yang berharga (yang bersifat duniawi),
Tidaklah mereka mendengar sebutan Nama Thaahaa Al Musthafa (saw),
Maka bangkitlah Semangat dan hilanglah segala Kegundahan hati,
Maka Bergetarlah ruh-ruh merindukan perjumpaan, dan merintih memohon Keridhoan dari Tuhan Nya,
Begitulah keadaan para Pecinta maka dengarlah Perjalanan Hidup Sang Pembawa Syafa’at dan Konsentrasikanlah Pendengaran,
Maka Simaklah akan sifat-sifat Thaahaa (saw), Imam yang Terpilih
Dan hadirkanlah hatimu, niscaya terpenuhilah hatimu dengan Kerinduan padanya (saw),
Wahai Tuhan Kami Limpahkanlah Shalawat dan Salam Sejahtera Selamanya,
pada Kekasih Mu yang telah menyeru kami Kepada Mu,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya
نَـبَّأَنَا اللّهُ فَقَالَ : جَاءَ كُمْ
نُو رٌ فَسُبْحَانَ الَّذِي أَنْبَانَا
وَالنُّو رُ طهَ عَبْدُ هُ مَنَّ بِهِ
فِي ذِ كْرِ هِ أَعْظِمْ بِهِ مَنَّانَا
هُوَ رَ حْمَةُ الْمَوْ لَى تَأَمَّلْ قَوْ لَهُ
{ فَلْيَفْرَ حُو ا} وَ اغْدُ بِهِ فَرْ حَانَا
مُسْتَمْسِكًا بِالْعُرْ وَةِ الْوُ ثْقَى
وَ مُعْتَصِمًا بِحَبْلِ اللّهِ مَنْ أَنْشَانَ
وَاسْتَشْعِرَنْ أَنْوَ ارَ مَنْ قِيلَ : مَتَى
كُنْتَ نَبِيَّا، قَالَ : آدَ مُ كَانَا
بَيْنَ التُّرَ ابِ وَ بَيْنَ مَاءٍ فَاسْتَفِقْ
مِنْ غَفْلَةٍ عَنْ ذَا وَ كُنْ يَقْظَانَا
وَ اعْبُرْ ِإ لَى أَسْرَ ارِ رَ بِّي لَمْ يَزَ لْ
يَنْقُلُنِي بَيْنَ الْخِيَارِ مُصَانَا
لَمْ تَفْتَرِ قْ مِنْ شُعْبَتَيْنِ إِلاَّ أَ نَا
فِي خَيْرِ هَا حَتَّى بُرُ و زِ يَ آ نَا
فَأَنَا خِيَارٌ مِنْ خِيَارٍ قَدْ خَرَ جْـتُ
مِنْ نِكَا حٍ لِي إِلهِيَ صَانَا
طَهَّرَ هُ اللّهُ حَمَاهُ اخْتَارَ هُ
وَ مَا بَرَ ى كَمِثْلِهِ إِ نْسَانَا
وَ بِحُبِّهِ وَ بِذِ كْرِ هِ وَ النَّصْرِ وَ التَّـ
ـوْ قِيرِرَ بُّ الْعَرْ شِ قَدْ أَوْ صَانَا
{يَا رَ بَّنَا صَلِّ وَ سَلِّمْ دَ ائِمًا
عَلَى حَبِيبِكَ مَنْ إِلَيْكَ دَ عَانَا}
اللهـم صـل وسـلم وبارك عـليه وعـلى آلـه
Maka telah datang kabar dari yang berfirman : “ TELAH DATANG KEPADAMU CAHAYA ….. “ (QS Al Maidah : 15), Maha Suci Yang Telah Mengabarkannya kepada kita,
Dan cahaya Thaahaa Hamba- Nya, terlimpahkan dengan mengingatnya (saw), maka Agungkanlah Sang Pemberi Anugerah,
Dia (saw) adalah Rahmat dari Sang Pencipta, maka renungkanlah Firman Nya : “ MAKA BERGEMBIRALAH KAMU “, (“KATAKANLAH : DENGAN DATANGNYA ANUGERAH ALLAH DAN RAHMATNYA MAKA DENGAN ITU KALIAN BERGEMBIRALAH“) maka bergegaslah untuk bergembira dengan Kedatangannya (saw),
Dengan berpegang teguh pada Tali terkuat (Al Qur’an dan Hadits) dan berusahalah senantiasa berada di Jalan Allah, yang telah menciptakan kita,
Renungkanlah Cahaya cahaya (Rasul saw) yang ketika dikatakan kepadanya (saw) “sejak kapankah Kenabianmu ?” , maka sabdanya kenabianku sejak Adam As,
Masih berada diantara Air dan Tanah “, maka sadarlah kamu dari kelalaianmu itu dan bangkitlah sadar,
Maka fahamilah rahasia-rahasia Tuhanku yang selalu memindahkanku (saw) diantara Sulbi orang mulia ke sulbi orang yang mulia dan terpilih,
Tidaklah terpisah dari dua kelompok (Suku), terkecuali aku berada pada yang terbaik, begitulah hingga aku dilahirkan,
Maka aku adalah yang terpilih dari yang terpilih, dan aku terlahir dari pernikahan yang Tuhanku telah menjaganya,
Allah telah menyucikan (saw), serta menjaga dan memilihnya (saw), maka tidaklah pernah Allah memunculkan manusia menyerupainya (saw),
Dan dengan mencintainya dan mengingatnya serta membantu syari’atnya dan dengan penghormatan padanya (saw) Allah pencipta Arsy telah mewasiatkan kita,
Wahai Tuhan Kami Limpahkanlah Shalawat dan Salam Sejahtera Selamanya, Pada Kekasih Mu yang telah menyeru kami Kepada- Mu,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,
هذَا وَ قَدْ نَشَرَ اْلإِ لهُ نُعُوتَهُ
فِي الْكُتْبِ بَيَّنَهَا لَنَا تِبْيَانَا
أَخَذَ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا
آتَيْتُكُمْ مِنْ حِكْمَةٍ إِحْسَانَا
وَجَاءَ كُمْ رَسُولُنَا لَتُؤْ مِنُنَّ
وَ تَنْصُرُو نَ وَ تُصْبِحُو نَ أَعْوَ انَا
قَدْ بَشَّرُوْ ا أَقْوَ ا مَهُمْ بِالْمُصْطَفَى
أَعْظِمْ بِذَلِكَ رُتْبَةً وَ مَكَانَا
فَهُوَ وَ إِنْ جَاءَ اْلأَ خِيرُ مُقَدَّ م ٌ
يَمْشُونَ تَحْتَ لِوَ اءِ مَنْ نَادَ انَا
يَا أُمَّةَ اْلإِ سْلا َمِ أَوَّ لُ شَافِعٍ
وَ مُشَفَّعٍ أَنَا قَطُّ لاَ أَتَوَ انَى
حَتَّى أُنَادَ ى ارْ فَعْ وَ سَلْ تُعْطَ وَ قُلْ
يُسْمَعْ لِقَوْ لِكَ نَجْمُ فَخْرِكَ بَانَا
وَ لِوَ اءُ حَمْدِ اللّهِ جَلَّ بِيَدِ ي
وَ َلأَ وَّ لاً آتِي أَنَا الْجِنَانَـا
وَ أَ كْرَ مُ الْخَلْقِ عَلَى اللّهِ أَنَا
فَلَقَدْ حَبَاكَ اللّهُ مِنْهُ حَنَانَا
وَ لَسَوْ فَ يُعْطِيكَ فَتَرْ ضَى جَلَّ مِنْ
مُعْطٍ تَقَاصَرَ عَنْ عَطَا هُ نُهَانَا
بِاللّهِ كَرِّرْ ذِ كْرَ وَ صْفِ مُحَمَّدٍ
كَيْمَا تُزِ يحَ عَنِ الْقُلُو بِ الرَّ انَا
{يَا رَ بَّنَا صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا
عَلَى حَبِيبِكَ مَنْ إِلَيْكَ دَعَانَا}
اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه
Begitulah, dan telah Tuhan sebarkan tentang sifat-sifatnya (saw) dalam kitab kitab terdahulu dan Al Qur’an yang menjelaskannya dengan sejelas jelasnya,
Dia (Allah) telah mengambil Perjanjian dari para Nabi ketika telah Kudatangkan pada kalian Hikmah dan Kemuliaan,
Dan datanglah pada kalian (wahai para Nabi) Utusan Kami (saw) maka agar kalian (wahai para Nabi) beriman padanya, dan kalian (wahai para Nabi) mendukungnya (saw), dan agar kalian (wahai para Nabi) menjadi pengikutnya,
Dan bahwasannya Para Nabi terdahulu telah memberi kabar gembira pada umat umat mereka akan kedatangan nabi terpilih, maka Muliakanlah Martabat dan Kedudukkannya,
Maka apabila telah datang hari kiamat, para Nabi terdahulu berjalan di bawah naungan Panji Sang Nabi (saw) yang telah menyeru kita,
Wahai Umat Islam, aku adalah yang pertama Sebagai Pemberi Syafa’at dan yang Pertama menyebarkannya, dan tidaklah aku ragu dan memperlambat,
Hingga diserukan kepadaku (ketika bersujud memohon syafa’at) angkatlah kepalamu (wahai Muhammad), dan katakanlah permintaanmu niscaya Ku kabulkan permohonanmu dan bicaralah niscaya Ku dengar pembicaraanmu, sungguh Bintang Kemuliaanmu (Wahai Nabi saw) sungguh jelas dan terang,
Dan Panji Pujian kepada Allah Yang Maha Perkasa berada di tanganku (saw) dan aku (saw) adalah manusia pertama yang mendatangi surga- Nya,
Dan aku (saw) telah menjadi ciptaan yang paling mulia di sisi Allah, maka sungguh engkau (wahai nabi) telah terpelihara oleh Allah dengan kasih sayang- Nya,
“DAN AKAN DIA LIMPAHKAN KEPADAMU (saw) ANUGERAH KAMI HINGGA ENGKAU (saw) PUAS” (dan ayat ini) merupakan tanda kebesaran dari Yang Maha Pemberi, dan pemberian itu merupakan hal yang akal sulit untuk menerimanya (seperti banyaknya Mukzijat beliau saw),
Demi Allah ulang-ulanglah peringatan sifat-sifat Muhammad, agar menjadi penawar dan pengikis kotoran-kotoran hati,
Wahai Tuhan Kami Limpahlanlah Shalawat dan Salam Sejahtera Selamanya pada Kekasih Mu yang telah menyeru kami Kepada- Mu,
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,
لَمَّا دَ نَا وَ قْتُ الْبُرُو ز ِ ِلأَ حْمَدٍ
عَنْ إِذْنِ مَنْ مَا شَاءَ هُ قَدْ كَانَـا
حَمَلَتْ بِهِ اْلأُ مُّ اْلأ َمِينَةُ بِنْتُ وَ هـ
بٍ مَنْ لَهَا أَعْلَى اْلإِ لهُ مَكَانَا
مِنْ وَ الِدِ الْمُخْتَارِ عَبْدِ اللّهِ بْنِ
عَبْدٍ لِمُطَّلِبٍ رَ أَى الْبُرْ هَانَا
قَدْ كَانَا يَغْمُرُ نُورُ طهَ وَجْهَهُ
وَسَرَ ى إِلَى اْلاِ بْنِ الْمَصُونِ عَيَانَا
وَهُوَ ابْنُ هَاشِمٍ الْكَرِ يمِ الشَّهْمِ بْنِ
عَبْدِ مَنَافٍ اِبْنِ قُصَيٍّ كَانَا
وَ الِدُ هُ يُدْعَى حَكِيمًا شَأْ نُهُ
قَدِ اعْتَلَى أَعْزِزْ بِذ لِكَ شَانَا
وَاحْفَظْ أُصُو لَ الْمُصْطَفَى حَتَّى تَرَى
فِي سِلْسِلا َتِ أُصُو لِهِ عَدْنَانَا
فَهُنَاكَ قِفْ وَ اعْلَمْ بِرَ فْعِهِ إِ لَى السْـ
مَاعِيلَ كَانَا لِلأَبِ مِعْوَ انَا
وَ حِينَمَا حَمَلَتْ بِهِ آمِنَةٌ
لَمْ تَشْكُ شَيْئًا يَأْ خُذُ النِّسْوَ انَا
وَبِهَا أَحَاطَ اللُّطْفُ مِنْ رَ بِّ السَّمَا
أَ قْصَى اْلأَ ذَى وَ الْهَمَّ وَ اْلأَ حْزَ انَا
وَ رَ أَتْ كَمَا قَدْ جَاءَ مَا عَلِمَتْ بِهِ
أَنَّ الْمُهَيْمِنَ شَرَّ فَ اْلأَ كْوَ انَا
بِالطُّهْرِ مَنْ فِي بَطْنِهَا فَاسْتَبْشَرَ تْ
وَ دَ نَا الْمَخَاضُ فَأُتْرِ عَتْ رِ ضْوَ انَا
وَ تَجَلَّتِ اْلأَ نْوَ ارُ مِنْ كُلِّ الْجِهَا
تِ فَوَ قْتُ مِيلاَ دِ الْمُشَفَّعِ حَانَا
وَقُبَيْلَ فَجْرٍ أَبْرَ زَتْ شَمْسُ الْهُدَى
ظَهَرَ الْحَبِيبُ مُكَرَّ مًا وَ مُصَانَا
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلاَ إلهَ إِلاَ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ أربعًا
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِـاللهِ الْعَلِيِّ الْعَطِيمِ فِي كُلِّ لَحْظَةٍ أَبَدًا
عَدَدَ خَلْـقِهِ وَرِضَا نَـفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْ شِهِ وَ مِدَادَ كَـلِمَاتِهِ.
Ketika telah dekat waktu kelahiran Ahmad (saw) dari Izin Nya, yang apabila menghendaki sesuatu tidaklah akan terhalang,
Ia (saw) berada di dalam kandungan Sang Ibu Aminah binti Wahb, yang baginya telah Allah Muliakan Martabatnya (sebagai ibu bagi sebaik baik ciptaan),
Dari ayah Sang Hamba yang terpilih (saw), yaitu (ayahnya itu) Abdullah bin Abdul Muthalib yang melihat tanda-tanda (Isyarat Kenabian),
Telah terjadi bahwa wajahnya (ayahnya) diterangi Cahaya Thaahaa (saw) yang kemudian berpindah kepada Sang Anak yang terjaga ini (cahaya itu) terlihat dengan jelas,
Dan dia adalah keturunan Hasyim yang Mulia dan Perkasa , putra Abdu Manaaf, Keturunan Qushay yang dahulu,
Ayahnya digelari Hakiim (orang yang adil) dan kepribadiannya telah termasyur, maka berbanggalah dengan kepribadian itu,
Dan hafalkanlah silsilah keturunan Nabi yang Terpilih hingga kau temukan silisilahnya pada (datuknya) Adnan,
Apabila telah sampai kepada Adnan maka berhentilah, (bahwa setelah Adnan, banyak riwayat yang berbeda) dan ketahuilah bahwa nasabnya bersambung hingga Ismail As (putra Ibrahim As) yang telah menjadi pendukung Ayahnya (Ibrahim As),
Dan ketika Aminah (ra) mengandungnya (saw) tidaklah Ia (Ibundanya ra) merasa sakit sebagaimana keluhan wanita hamil,
Baginya (Aminah ra) selubung Kelembutan dari Allah Pemelihara Langit, hilanglah segala gangguan, kegelisahan dan kesedihan,
Kemudian ia (Aminah ra) menyaksikan sebagaimana yang telah diketahuinya, bahwa Yang Maha Pemelihara telah memuliakan Alam Semesta,
Dengan kesucian bayi di dalam kandungannya, maka iapun bergembira ketika telah dekat saat saat kelahiran, maka berluapanlah limpahan keridhoan Nya, (Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, 4X)
Maka Muncullah Cahaya Cahaya dari segala penjuru dan Detik Kelahiranpun tiba,
Beberapa saat sebelum terbitnya fajar Muncullah Matahari Hidayah, Lahirlah Sang Kekasih yang Termuliakan dan Terjaga,
صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم
يَا نَبِي سَلاَ مُ عَلَيْكَ يَا رَسُو ل سَلاَ مُ عَلَيْكَ
يَا حَبِيب سَلاَ مُ عَلَيْك صَلَو اتُ اللّه عَلَيْكَ
أَبْرَ زَ اللّهُ الْمُشَفَّع صَاحِبُ الْقَدْ رِ الْمُرَ فَّع
فَمَلاَ النُّو رُ النَّوَ احِي عَمَّ كُلَّ الْكَوْنِ أَجْمَع
نُكِسَتْ أَصْنَامُ شِرْ كٍ وَ بِنَا الشِّرْ كُ تَصَدَّ ع
وَ دَ نَا وَ قْتُ الْهِدَ ايَة وَ حِمَى الْكُفْرِ تَزَعْزَ ع
مَرْ حَبًا أَهْلاً وَ سَهْلاً بِكَ يَا ذَا الْقَدْرِ اْلأَ رْ فَع
يَا إِمَامَ اهْلِ الرِّ سَالَة مَنْ بِهِ اْلآ فَاتِ تُدْ فَع
أَنْتَ فِي الْحَشْرِ مَلاَ ذٌ لَكَ كُلُّ الْخَلْقِ تَفْزَ ع
وَ يُنَادُ ونَ تَرَ ى مَا قَدْدَهَى مِنْ هَوْلٍ أَفْظَع
طَلَعَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا مِنْ ثَنِيَّةِ الْوَ دَاع
وَ جَبَ الشُّكْرُ عَلَيْنَا مَا دَ عَا لِلّهِ دَاع
فَلَهَا أَنْتَ فَتَسْجُد وَ تُنَادَ ى أشْفَع تُشَفَّع
فَعَلَيْكَ اللّهُ صَلَّى مَا بَدَ ى النُّو رُ وَ شَعْشَع
وَ بِكَ الرَّ حْمنَ نَسْأَل وَ أِلهُ الْعَرْشِ يَسْمَع
يَا عَظِيمَ الْمَنِّ يَا رَ بّ شَمْلَنَا بِالْمُصْطَفَى اجْمَع
وَ بِهِ فَا نْظُرْ إِلَيْنَا وَ اعْطِنَا بِه كُلَّ مَطْمَع
وَ ا كْفِنَا كُلَّ الْبَلاَ يَا وَ ادْ فَعِ اْلآ فَاتِ وَ ارْفَع
رَبِّ فَا غْفِرْ لِي ذ ُنُو بِـي بِبَرْكَةِ الْهَادِي الْمُشَفَّع
وَ اسْقِنَا يَا رَبّ أَغِثْنَا بِحَيَا هَطَّالِ يَهْمَع
وَ اخْتِمِ الْعُمْرَ بِحُسْنَى وَاحْسِنِ الْعُقْبَىوَمَرْجَع
وَ صَلاَ ةُ اللّهِ تَغْشَى مَنْ لَهُ الْحُسْنُ تَجَمَّع
أَ حْمَدَ الطُهْرَ وَ آلِه وَ الصَّحَابَة مَالسَّنَا شَع
اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه
Bershalawat Allah kepada (Nabi) Muhammad
Bershalawat Allah padanya dan memberi salam sejahtera (3x)
Wahai Nabi salam sejahtera bagimu, Wahai Rasul salam sejahtera bagimu.
Wahai Kekasih salam sejahtera bagimu, Shalawat Allah bagimu.
Telah tiba dengan kehendak Allah sang penberi syafa’at, Yang memiliki derajat yang dimuliakan.
Maka limpahan cahaya memenuhi segala penjuru, Meliputi seluruh alam semesta.
Maka berjatuhanlah patung-patung berhala di ka’bah, Dan tumbanglah sendi-sendi kemusyrikan.
Maka dekatlah saat-saat petunjuk, Dan benteng kekafiranpun berguncang.
Salam sejahteralah atas kedatanganmu, Wahai sang pemilik derajat yang mulia.
Wahai Imam dan pemimpin para Rasul, Yang dengannya bencana-bencana terhapuskan.
Engkaulah satu-satunya harapan di hari Qiamat, Kepadamulah seluruh ciptaan berlindung dari kemurkaan Allah.Kemudian mereka datang memanggil-manggilmu dengan penuh harapan, Ketika menyaksikan dahsyatnya kesulitan dan rintangan.
Maka karena itulah engkau (SAW) bersujud kehadirat Tuhanmu,
Maka diserukan kepadamu berikanlah syafa’at, karena engkau diizinkan memberi syafa’at.
Maka atasmu limpahan shalawat dari Allah, Selama cahaya masih bersinar terang benderang.
Dan denganmu (SAW) kami memohon kepada Ar Rahmaan, Maka pencipta Arsy mendengar do’a kami.
Wahai pemberi anugerah yang mulia, Wahai Tuhan, Kumpulkanlah kami dengan AlMusthafa (SAW).
Dan demi Dia (SAW), maka pandanglah kami dengan kasih sayangmu, Dan berilah kami segala yang kami inginkan.
Dan hindarkanlah kami dari segala bencana, Dan jauhkanlah segala kesulitan, dan angkatlah sejauh-jauhnya.
Dan siramilah Wahai Tuhanku serta tolonglah kami, Dengan lebatnya curahan rahmat- Mu.
Dan akhirilah usia kami dengan husnul khatimah, Dan terimalah kami dengan baik saat kembali kepada- Mu
Dan terlimpahlah shalawat dari Allah, Baginya (SAW) yang kepadanya terkumpul segala kebaikan.
Ahmad yang tersuci serta keluarganya, Dan sahabatnya sebanyak pijaran cahaya.
Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam Sejahtera serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,
الدعاء
DO’A PENUTUP
وَ لَقَدْ أَشَرْ تُ لِنَعْتِ مَنْ أَوْ صَافُهُ
تُحْيِي الْقُلُو بَ تُهَيِّجُ اْلأَ شْجَانَا
وَ اللّهُ قَدْ أَ ثْنَى عَلَيْهِ فَمَا يُسَا
وِ ي الْقَوْ لُ مِنَّا أَوْ يَكُو نُ ثَنَانَا
لَكِنَّ حُبَّا فِي السَّرَ ائِرِ قَدْ دَعَا
لِمَدِ يحِ صَفْوَ ةِ رَ بِّنَا وَ حَدَ انَا
وَ إِذِ امْتَزَ جْنَا بِالْمَوَ دَّةِ ههُنَا
نَرْ فَعُ أَيْدِ ي فَقْرِ نَا وَ رَ جَانَا
لِلْوَ ا حِدِ اْلأ َحَدِ الْعَلِيِّ إِلهِنَا
مُتَوَ سِّلِينَ بِمَنْ إِلَيْهِ دَعَانَا
مُخْتَارِ هِ وَ حَبِيبِهِ وَ صَفِيِّهِ
زَ يْنِ الْوُ جُو دِ بِهِ اْلإِ لهُ حَبَانَا
يَا رَ بَّنَا يَا رَ بَّنَا يَا رَ بَّنَا
بِالْمُصْطَفَى اقْبَلْنَا أَ جِبْ دَ عْوَ انَا
أَ نْتَ لَنَا أَ نْتَ لَنَا يَا ذُ خْرَ نَا
فِي هذِ هِ الدُّ نْيَا وَ فِي أُ خْرَ انَا
أَصْلِحْ لَنَا اْلأَ حْوَ الَ وَ اغْفِرْ ذَنْبَنَا
وَ لاَ تُؤَ اخِذْ رَ بِّ إِنْ أَ خْطَانَا
وَ اسْلُكْ بِنَا فِي نَهْجِ طهَ الْمُصْطَفَى
ثَبِّتْ عَلَى قَدَ مِ الْحَبِيبِ خُطَانَا
أَرِ نَا بِفَضْلٍ مِنْكَ طَلْعَةَ أَحْمَدٍ
فِي بَهْجَةٍ عَيْنُ الرِّ ضى تَرْ عَانَا
وَ ارْ بُطْ بِهِ فِي كُلِّ حَالٍ حَبْلَنَا
وَ حِبَالَ مَنْ وَدَّ وَ مَنْ وَ الاَ نَا
وَ الْمُحْسِنِينَ وَ مَنْ أ َجَابَ نِدَ اءَ نَا
وَ ذَوِ ي الْحُقُو قِ وَ طَالِبًا أَوْ صَانَا
وَ الْحَاضِرِ ينَ وَ سَاعِيًا فِي جَمْعِنَا
هَا نَحْنُ بَيْنَ يَدَ يْكَ أَنْتَ تَرَ انَا
وَ لَقَدْ رَ جَوْ نَاكَ فَحَقِّقْ سُؤْ لَنَا
وَ اسْمَعْ بِفَضْلِكَ يَا سَمِيعُ دُعَانَا
وَ انْصُرْ بِنَا سُنَّةَ طهَ فِي بِقَا
عِ اْلأَ رْضِ وَ اقْمَعْ كُلَّ مَنْ عَادَ انَا
وَ انْظُرْ إِلَيْنَا وَ اسْقِنَا كَأْسَ الْهَنَا
وَ اشْفِ وَ عَافِ عَاجِلاً مَرْ ضَانَا
وَ اقْضِ لَنَا الْحَاجَاتِ وَ احْسِنْ خَتْمَنَا
عِنْدَ الْمَمَاتِ وَ أَصْلِحَنْ عُقْبَانَا
يَا رَ بِّ وَ اجْمَعْنَا وَ أَحْبَابًا لَنَا
فِي دَ ارِكَ الْفِرْ دَ وْسِ يَا رَ جْوَ انَا
بِالْمُصْطَفَى صَلِّ عَلَيْهِ وَ آلِهِ
مَا حَرَّ كَتْ رِ يحُ الصَّبَا أَغْصَانَا
سُبْحَانَ رَ بِّكَ رَ بِّ الْعِزَّ ةِ عَمَّا يَصِفُونَ
وَ سَلاَ مٌ عَلَى الْمُرْ سَلِينَ
وَ الْحَمْدُ لِلّهِ رَ بِّ العَالَمِينَ
Maka telah ku Isyaratkan untuk menyifatkan Budi Pekerti (Beliau saw) yang menghidupkan dan mengguncang luruhkan kegundahan,
Dan Allah Telah Memujinya maka apalah artinya pujian kita dan bagaimana (pujian kita ini) dinamakan pujian,
Akan tetapi cinta kasih dalam sanubari telah menuntut untuk memuji hamba Pilihan Pencipta kita yang telah menyeru kita dengan Kelembutan,
Maka setelah kita berpadu dengan cinta dan kasih sayang (terhadap Nabi saw) maka disinilah kita mengangkat kedua tangan kita yang hina dina untuk berdo’a dengan penuh pengharapan,
Kepada Tuhan Yang Maha Tunggal dalam Ke Esaan Nya, serta Maha Mulia dengan mengambil perantara pada yang telah menyeru kita Kepada Nya,
Hamba- Nya yang terpilih, Kekasih- Nya serta hamba- Nya yang Terkemuka dan sebaik-baik Ciptaan di Alam Semesta yang dengannya (saw) Allah telah menciptakan kita,
Wahai Tuhan kami, Wahai Tuhan Kami, Wahai Tuhan kami, Demi Nabi yang Terpilih Terimalah Kami dan Kabulkanlah Do’a Kami,
Hanya Engkaulah Harapan Kami, Hanya Engkaulah Harapan Kami, Wahai satu-satunya Tempat Memohon dan Harapan di Dunia dan di Akhirat kami,
Perbaikilah Keadaan Kami dan Ampunilah Dosa-Dosa Kami dan Janganlah Engkau Murkai Kami apabila kami berbuat kesalahan,
Dan jadikanlah kami selalu berjalan pada ajaran Nabi Thaahaa (saw) yang terpilih dan kuatkanlah serta tetapkanlah langkah-langkah kami pada jalan yang telah dilalui oleh Sang Kekasih,
Dan Perlihatkanlah kami Demi Anugerah dari Mu, Wajah Nabi Mu dalam Gemilangnya Kegembiraan dengan Pandangan Kasih Sayang serta Keridhoan yang selalu menaungi kami,
Dan ikatlah kami selalu dengan Beliau (saw) dalam segala gerak-gerik kami, dan juga orang-orang yang mengikuti kami dan mencintai kami,
Demikian pula orang-orang yang beramal shalih dan orang-orang yang mendengar da’wah kami, orang yang kami berhutang budi pada mereka dan orang-orang yang memohon nasehat dari kami,
Juga atas para hadirin dan penyelenggara, maka Wahai Allah Inilah kami di hadapan Mu dan Engkau Melihat Kami,
Dan bahwasanya kami Mengharapkan Mu, maka Kabulkanlah Permohonan kami dan Dengarlah demi Kemurahan Mu, Do’a Kami wahai Yang Maha Mendengar,
Dan Pilihlah Kami sebagai Penolong Sunnah Thaahaa (saw) di Seluruh Pelosok Bumi, dan Hancurkanlah semua yang memusuhi kami,
Dan Pandanglah Kami dengan Kasih Sayang Mu dan berilah kami minuman dari cangkir-cangkir (Mahabbah Rasul saw) dan Sembuhkanlah Penyakit yang ada pada kami dengan segera,
Dan kabulkanlah segala hajat kami dan akhirilah hidup kami dengan kebaikan dan jadikanlah kebaikan pula di hari kemudian,
Wahai Allah Kumpulkanlah Kami Bersama Kekasih-Kekasih Kami di surga Firdaus- Mu Wahai yang hanya kepada Nya harapan kami,
Demi Hamba (saw) yang terpilih yang Limpahan Shalawat selalu atasnya dan atas keluarga serta keturunannya sebanyak hembusan angin di pagi hari,
Maha Suci Tuhanmu Pencipta Yang Maha Memiliki Kekuasaan, dari apa yang mereka sifatkan,
Dan Salam Sejahtera atas Para Rasul,
Dan Segala Puji Bagi Allah Pencipta Seluruh Alam,
Qosidah Assalamu’alaika
هذه القَصِدَةْ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ زَ يْنَا ْلأَ نْبِيَآءِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Nabi yang paling mulia
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَ تْقَى ْلأَ تْقِيَآءِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang yang bertaqwa
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَصْفَى اللأَ صْفِيَآءِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang sufi
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَزْ كَى اْلأَزْ كِيَآءِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang yang suci
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَحْمَدْ يَاحَبِيْبِي اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Ahmad wahai kekasihku
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ طهَ يَا طَبِيْبِي اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Thaaha wahai pelipur hatiku
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يـَامِسْكِي وَطِيْبِي اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai keharumanku dan pewangi hatiku
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاأَحْمَدْ يَامُحَمَّدْ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Ahmad wahai Muhammad
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَاجَالِى الْكُرُوْ ب اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai yang menghindarkan bencana-bencana
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا وَجْهَالْجَمِيْلِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera Atas Nabi yang memiliki charisma dan wajah yang indah
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا بَدْرَ التَّمَامِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai bulan purnama yang terang benderang
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا نُوْرَ الظَّلآمِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai cahaya yang menerangi kegelapan
اَلسَّلاَمُ عَلَى الْمُقَدَّمِ بِاْلإِ مَامَة اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera bagimu wahai Nabi yang paling mulia
اَلسَّلاَمُ عَلَى الْمُظَلَّلِ بِالْغَمَامَة اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera atas pemimpin yang terkemuka
اَلسَّلاَمُ عَلَى الْمُبَشِّرِ بِالسَّلاَمَة اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ َ
Salam sejahtera atas pemberi kabar gembira dengan keselamatan
اَلسَّلاَمُ عَلَى الْمُشَفَّعِ بِالْقِيَامَة اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ
Salam sejahtera atas Pemberi Syafaat pada hari kiamat
\Qosidah Qod Kafani
هذه القصدة قد كفاني علم ربي
قَدْ كَفَانِيْ عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِ
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui Segala Permintaanku dan Usahaku
فَدُ عَائِي وَابْتِهَالِي شَاهِدٌ لِي بِافْتِقَارِي
Maka do’a do’a dan jeritan hatiku sebagai saksiku atas kefakiranku (dihadapan kewibawaanMU)
فَلِهَذَا السِّرِّ أَدْعُو فِي يَسَارِي وَعَسَارِي
Maka demi rahasia kefakiranku (dihadapan KewibawaanMu) aku selalau mohon (padaMu) disaat kemudahan dan kesulitanku
أَنَا عَبْدٌ صَارَفَخْرِي ضِمْنَ فَقْرِي وَاضْطِرَارِي
Aku adalah hamba yang kebangganku adalah dalamnya kemiskinannku dan besarnya kebutuhanku (padaMu)
قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْسُؤَالِي وَاخْتِيَارِي
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa penciptraku Maha Mengetahui segala permohonan dan usahaku
يَا إِلَهِي وَمَلِيكِي أَنْتَ تَعْلَم كَيْفَ حَالِي
Wahai Tuhanku Wahai yang memiliki diriku,Engkau Maha Mengetahui bagaimana keadaanku
وَبِمَا قَدْ حَلَّ قَلْبِي مِنْهُمُومٍ وَاشْتِغَالِي
Dan dari segala yang memenuhi hatiku dari kegundahan dan kesibukanku (hingga terlupakan dari mengingatMu)
فَتَدَارَكْنِي بِلُطْفٍ مِنْكَ يَا مَولَى الْمَوَالِي
Maka ulurkanlah bagiku Kasih Sayang dari Mu Wahai Raja dari segenap para Raja
ياَ كَرِيْمَ الْوَجْهِ غِثْنِي قَبْلَ أَنْ يَفْنَى اصْطِبَارِي
Wahai Yang Maha Pemurah Dzatnya,tolonglah aku,dengan pertolongan yang dating sebelum sirna kemampuanku dalam bersabar
قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْسُؤَالِي وَاخْتِيَارِي
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa penciptaku mengetahui segala permohonan dan usahaku
ياَسَرِ يْعَ الْغَوْثِ غَوْثًا مِنْكَ يُدْرِكْنِي سَرِيعًا
Wahai Yang Maha cepat mendatangkan pertolongan,temukan kami dengan pertolongan dari Mu yang mendatangi kami dengan segera
يُهْزِمُ الْعُسْرَوَيَأْتِي بْالَّذْي أَرْجُو جَمِيعًا
Pertolongan yang merubuhkan segala kesulitan,dan mendatangkan segala yang kami harap harapkan
يَاقَرِيْبًا يَامُجِيْبًا يَاعَلِيْمًا يَاسَمِيْعًا
Wahai Yang Maha Dekat,Wahai Yang Maha Menjawab segala rintihan,Wahai Yang Maha Mengetahui,Wahai Yang Maha Mendengar
قَدْ تَحَقَّقْتُ بِعَجْزِي وَخُضُوْعِي وَانْكِسَارِي
Sungguh aku telah benar-benar meyakini kelemahan dan ketidakmampuanku,kerendahan dan keluluhanku
قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَلِي وَاخْتِيَارِي
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa penciptaku Maha Mengetahui Segala Permohonan dan usahaku
لَمْ أَزَلْ بِالْبَابِ وَاقِفْ فَارْحَمَنْ رَبِّي وُقُوْفِي
Aku masih tetap berdiri di Gerbang Mu,maka kasihanilah aku yang masih terus menunggu
وَبِوَادِي الْفَضْلِ عَاكِفْ فَأَدِمْ رَبِّي عُكُوفِي
Dan di Lembah Anugerah Kasih SayangMu aku berdiam maka abadikanlah keadaanku ini
وَلِحُسْنِ الظَّنِّ لاَزِمَ فَهُوَخِلِّي وَحَلِيْفِي
Maka bersangka baik padaMu adalah hal yang mesti bagiku,sangka baik atasMu adalah pakaianku dan janjiku
وَأَنِيْسِيْ وَجَلِيسِي طُوْلَ لَيْلِي وَنَهَارِي
Dan hal itulah (sangka baik padaMu) yang menjadi penenang hatiku,dan selalu (sangka baik pada Mu) menemaniku sepanjang siang dan malam
قَدْكَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa penciptaku Maha Mengetahui Segala permohonan dan usahaku
حَاجَةٌ فِي النَّفْسِ يَارَبْ فَاقْضِهَا يَاخَيْرَ قَاضِي
Segala kebutuhan dalam diriku Wahai Penciptaku maka selesaikanlah,Wahai sebaik-baik yang menyelesaikan kebutuhan
وَأَرِحْ سِرِّي وَقَلْبِي مِنْ لَظَاهَا وَالشُّوَاظِ
Dan tenangkanlah ruhku dan sanubariku dari gejolak dan gemuruhnya (nafsu,kemarahan,kesedihan,kebingungan,dan penyakit penyakit hati)
قِيْ سُرُورٍ وَحُبُوْرٍ وَإِذَامَا كُنْتَ رَاضِي
Agar hatiku dan ruhku selalu dalam ketentraman dan kedamaian dalam apa2 yang telah engkau Ridhoi
فاَلْهَنَا وَالْبَسْطُ حَالِي وَشِعَارِي وَدِثَارِي
Mka kegembiraan dan kebahagiaan menjadi keadaanku selalu,dan menjadi lambing kehidupanku dan selubung perhiasanku
قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْسُؤَالِي وَاخْتِيَارِي
Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenangan bahwa penciptaku Maha Mengetahui Segala permohonan dan usahaku
Qosidah Allahu Allahu Rabbi
هذه القصدة الله رَبِّي
الله الله , الله الله , الله الله , الله الله
الله الله , الله رَ بِّي عَوْنِ وَ حَسْبِيْ مَالِي سِـوَاهُ
Allah… Allah… Allah…Allah… Allah…Allah… Allah…Allah…
Allah…Allah… Wahai Yang Maha Mengasuhku, Maha Menolongku, Maha Mencukupi Tiada bagiku Selain –Nya,
يَاسَاقِيَ الْقَوْمَ مِنْ شَذَاهُ الْكُلُّ لمَاَّ سَقَـيْتَ تَاهُو
Wahai Yang Maha Membasahi kaum shalih dengan Semerbak Indah Kelembutan –Nya yang menyeluruh, hinggamembuat mereka tenggelam dalam Keasyikan dan Kelezatan Munajat,
تَاهُوْ ا وَبِالْحُبِّ فِيْكَ فَاهُو وَصَرَّحُو ا فِيْكَ ثُمَّ بَاحُوا
Setelah Mereka tenggelam dalam Asyiknya Kerinduan Pada –Mu, maka terlantunlah kalimat indah dari bibir mereka dan mereka meneriakkan Mutiara Hikmah Indah itu tak henti-hentinya hingga mereka kehabisan suara karena asyiknya,
يَاعَاذِ لِي خَلَّنِى وَ شُرْ بِي فَلَسْتَ تَدْرِى الشَّرَ ا بَ مَاهُو
Wahai yang mendengki padaku biarkan aku bersama regukan asyikku dengan kekasihku, tahukah engkau apakah yang kumaksud dengan regukan kenikmatan ?,
مَا قُلْتُ لِلْقَلْبِ اَيْنَ حِبِّي إِ لاَّ وَ قَـالَ الضَّمِـيْرُ هَـاهُو
Tidaklah kukatakan pada hatiku : “Dimanakah Engkau Wahai Dzat yang Kurindukan ?” , maka Dia (Allah) menjawab panggilan hatiku dengan ucapan : “INILAH DIA DZAT YANG KAU SERU …” (Allah selalu menjawab panggilan Hamba Nya yang merindukan Nya,
اَحْبَبْتُ مَوْ لاَ إِذَا تَجَلَّى يَقْتَبِسُ الْبَدْرُ مِنْ سَنَاهُ
Aku merindukan Yang Maha Agung bila terbuka Gerbang Limpahan Keindahan dan Kemegahan Nya, Maka Bulan Purnama yang terang benderang pun membias indah dari Cahaya Keindahan Nya,
وَ لاَ أُسَمِّيْهِ غَيْرَ أَ نِّي إِذ َغَلَبَ الْوَ قْتِ قُلْتُ يَاهُو
Dan tidaklah aku mampu untuk selalu memanggil Nama –Nya, maka apabila telah memuncak Gejolak Dahsyatnya Kerinduanku padaNya maka bergeraklah bibirku memanggil Nya : “WAHAI DIA” (“Wahai Dia” yang dimaksud adalah Wahai Dia yang dengan Segala Keindahan Kesempurnaan Nya,
penulis syair tak mampu mengucapkan “Wahai Engkau” karena terlalu Dahsyatnya Kerinduan
Qosidah Yaa Rasulullah
هذه القَصِيدَةْ يَارَسُـوْلُ الله
يَا رَسُوْلَ الله سَلا َمٌ عَلَيْكْ يَارَفِيعَ الشَّانِ وَ الدَّرَ جِ
Wahai Rasulullah (saw) Salam Sejahtera, Wahai Yang Sangat Tinggi Martabat dan Derajatnya.
كُلُّ بَيْتٍ أ َنْتَ سَاكِنُهُ لَيْسَ مُحْتَاجًا اِلىَ السُّرُ جِ
Semua Rumah yang Kau duduki tak lagi membutuhkan Pelita Penerang,
وَمَرِ يْضٍ أَنْتَ عَائِدُ هُ قَدْ أتَى هُ اللّهُ بِالْفَرَ جِ
Semua orang sakit yang kau jenguk, segera diberi Allah Kesembuhan,
وَجْهُكَ الْمَيْمُونِ حُجَّتُنَا يَوْمَا تَأْتِي النَّاسُ بِالْحُجَجِ
Wajahmu yang Indah adalah Harapan kami di hari manusia dihujani pertanyaan,
فَجَزَاكَ اللهُ خَيْرَ جَزَآء يَامُنِيْرَ الْكَوْنَ بِالْبَلَجِ
Maka semoga Allah membalas Jasamu dengan semulia mulia balas Jasa, Wahai Penerang Alam dengan Cahaya dan Ketenangan,
أَهْلُ بَيْتِ الْمُصْطَفى الطُّهُرِ هُمْ أَمَانُ اْلاَرْضِى فَالدَّ كِرِ
Ahlul Bait Mushthafa yang suci, merekalah pengaman Bumi maka fahamilah
,
شُبِّهُوْا بِاْلأَنْجُمِ الزُّهُرِ مِثْلَمَا قَدْ جَاءَ فِى السُّنَنِ
Bagaikan Bintang bintang Gemerlap yang harum sebagaimana yang telah dikabarkan,
رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرْ كَتِهِمْ وَاهْدِنَا الْحُسْنى بِحُرْ مَتِهِمْ
Wahai Rabbi maka Berilah kami Manfaat dengan Keberkahan mereka, dan Tunjukilah kami kepada Kemuliaan Demi Kehormatan mereka,
وَ أَمِتْنَا فِى طَرِ يْقَتِهِمْ وَ مُعَافَةٍ مِنَ الْفِتَنِ
Dan Wafatkanlah kami dalam Thariqat mereka, dan terlindungi dari fitnah keduniawian,
Qosidah Yaa Habibi
هذه القَصِيدَةْ يَاحبيبى
يَاحَبِيْبِى كَيْفَ اَشْقى وَ اُضَامْ
وَ فُؤَادِى قَدْ بَدَى بَادِى الظَّلا َمْ
فَتَحَنَّنْ وَامْحُ عَنِّى مَابَدَا
كُلُّ نُوْرٍ مِنْ ثَنَا خَيْرِاْلاَنَامْ
مَالِى حِبِّى اِنْ يـَغِيْبْ عَنْ نَاظِرِى
تَرَكَ الْقَوْل مَالَدَ يْهِ مُسْتَهَامْ
كُلُّ حُسْنٍ فِى الْوَرى يَبْدُوْ لَنَا
مِنْ جَمَالِ الْمُصْطَفى دَاعِى السَّلا َم
Qosidah Hayyazal Aswaqo
هذه القَصِيدَةْ هيج الاشواق
هَيَّجَ اْ لاَ شْوَ ا قَ و َالشَّجَنَا
مُنْشِدٌ غَنـَّى فَاَ طْرَ بَنَا
تَسْلُبُ ا ْلاَ لْبَابَ نَفْحَتُهُ
كَمْ سَبَى قَلْبًا وَ كَمْ فَتَنَا
يَا سُقَـاة َالرّ َاحْ اَ يْنَ خَمْرَ تُكُمْ
حِلَقَ ا ْلاَ حْبَابِ مَوْ عِدُ نَا
اِنْ طَوَ تْنَا عَنْكُمْ غَيْرُ
فَشَرَ ابُ الْقَوْ مِ يُنْعِشُنَا
Qosidah Rodhina Yaa bani Zahra
هـذه القصـدة ر ضينا يابنى الز هر ا
رَ ضِيْنَا يَابَنِى الزَّ هْرَ ا رَ ضِيْنَا الله الله
بِحُبٍّ فِيْكُمُوْ ا يُرْ ضِيْ نَبِيْنَا
رَ ضِيْنَا بِالنبَِّي لَنَا إِ مَامًا
وَ أ َنْتُمْ آ لُهُ وَ بِكُمْ رَ ضِيْنَا
عَنِ السِّبْطِ الْحُسَيْن هذَا أ َخُوْ هُ
وَ حَيْدَ رَ ثُمَّ زَ يْنَ الْعَابِدِ يْنَ
وَ زَ يْنَبُ مَنْ لَهَا فَضْلٌ سَمِي
سُلا َ لَةَ أ َحْمَدٍ فِى الطَّيِّبيْنَ
وَ اُمُّكِ بِضْعَةُ الْمُحْتَارِطه
مُحَبَّبَةً اِلَى الْهَا دِ يْ نَبِيْنَا
وَ جَاءَ حَدِ يْثَهُ يُتْلى جِهَارً ا
لَقَدْ سَادَ تْ نِسَاءَ الْعَا لَمِيْنَ
وَ حَانَ الْمُصْطَفى يَحْنُوْ عَلَيْهَا
حُنُوَّ مَوَ دَّ ةٍ عَطْفًا وَ لِيْنَ
Qosidah Yaa Nabiyan Min Qidam
هـذه القصـدة يانبيا من قدم
يَا نَبِيًا مِنْ قِدَ مْ قَدْ جَلى عَنـَّا الظَّلَمْ
وَحَبَانَابِا لْهُدَى وَاسْتَـقَامَ فَحَـكَمْ
صَفْوَةَ الرَّبِّ الْجَلِيْلْ اَ نْتَ طَهَّرْتَ الْحَرَ مْ
يَاسِرَاجًا قَدْاَنَارْ وَاَتَانَا بِالْحِـكَمْ
جِئْتَ اَنْقَذْتَ اْلاَنَامْ وَرَ فَعْتَ لِلْهِمَمْ
يَا اَ بَا الزَّ هْرَ اءِ يَا خَيْرَ عُـرْ بٍ وَ عَجَمْ
كُنْ لَنَاعَوْ نًـا اِذَا اِسْتَشْفَعَتْ فِيْكَ ا ْلاُ مَمْ
رِ فْقَتِىْ صَلُّوْ اعَلىَ مَنْ عَلاَ فَوْ قَ الْمَلا َ
لِتَنَالَ ا ْلاَ مَلْ مِنْ إِلهٍ ذِ ىْ كَرَ مْ
Qosidah Fii Hawa
هـذه القصـدة في هوى
فِي هَوى خَيْرِالْعِبَادْ شُغِفَ الْقَلْبُ وَ هَامْ
فَهَنِيـْئًا لِفُـؤَ ادٍ نَالَ مِنْ طه الْمَرَ مْ
أَنَافِيْ مَدْحِ مُحَمَّدٍ مُغْرَ مٌ وَاللّـهُ يَشْهَدْ
أ َنَا فِيْ أَوْ صَافِهِ قَدْ بَتَّ صَوْ بًا مُسْتَهَامْ
Qosidah Yaa abaz zahro
هذه الـقـصدة ياابا الز هر اء
يَااَبَاالزَّهْرَاءْ يَااَبَا الْفُـقَرَاءْ دَارِ كْ بِفَضْلٍ يَاسَيِّدَ الشُّـفَعَاءْ
اُعْطِيْتَ فَضْلاً لاَ يُنَاحُ لِمُرْسَلٍ وَاللهُ يُعْطِى الْفَضْلَ كَيْفَ يَشَاءْ
وَاصِفَ اْلاَقْصَى اَتَيْتَ بِوَصْفِهِ وَ كَأَنـَّكَ ارْسَاهُ وَالْبَنـَّاءْ
وَبِهِ تَـوَسَّـلَ ادَمٌ مِنْ ذَ نْبِه ِ وَتَشَفَّعَ بِجَنَابِـهِ حَوَّاءْ
شَرُفَ الْمَقَامُ بِهِ وَزَمْزَمُ وَالصَّفَا وَمِنَى وَبـَيْتُ اللهِ وَالْبَطْحَـاءْ
Qosidah Dauuni dauuni
هذه الـقـصدة دعوني دعوني
دَ عُوْ نِي دَ عُـوْ نِي أُنَاجِي حَبِيْبِي
وَلاَ تَعْذُ لُوْنِي فَعَذْ لِي حَرَامْ
تَعَلَّمْ بُكَا يَ وَ نُحْ يَا حَمَامْ
وَخُذْعَنْ شُجُوْ نِي دُرُوْ سَ الْغَرَامْ
تَعَلَّمْ بُكَا يَ وَ نُحْ يا حَمَامْ
سَكَرْتُ بِخَمْرِ الْهَوَى وَ الْغَرَامْ
وَ مَنْ كَانَ مِثْلِي مُعَنّى مُضَنّى
بِحُبِّ النَّبِيِّ لمَا ذَايُلا َمْ
لاَ مُوْ نِي لاَ مُوْ نِي بِحُبِّكْ رَ مُوْ نِي
يَاقُـرَّةْ عُيُوْنِي عَلَيْكَ السَّلا َمْ
فُؤَ ادِ ي لِنَحْوِ الْمَدِ يْنَةِ هَامْ
وَ قَلْبِي تَوَ لَّعْ بِخَيْرِا ْلأَ نَا مْ
أَنَايَاابْنَ رَ ا مَةْ حُرِ مْتُ الْمَنَامْ
وَ زَ ادَ نِي سِقَا مًاغَرَ ا مُكْ تُسَامْ
Qosidah Qolbi Yunadi Yaa Rabb
هذه الـقـصدة قلبى ينادى
قَلْبِىْ يُنَادِيْ يَارَبِّ صَاحَ يَاهَـادِيْ يَارَبِّ
اَنْتَ عَوْنِى اَنْتَ حِصْنِى اَنْتَ غَوْثِىْ اَنْتَ اَمْنِىْ
لَسْتُ اَرْجُوْغَيْرَأَنـِّىْ فِى الْقِيَامَةِ تَعْفُوْ عَنِّىْ
فَفِى الْقِيَامَةِاَرْجُوالسَّلاَمَ وَفِى الْخِتَامَةْ جَنَّاتُ عَدْنِ
Qosidah Aktsir Ukhoyya
هذه الـقـصدة اكثر اخى
اَكْثِرْ اُخَىَّ مِنَ الصَّلوةِ عَلَى الْحَبِيبْ
فَاِنَّهَا نُوْرٌ ، نُوْرٌ يُضِيْئُ بِنُوْرِهِ
وَاَدِمْ صَلاَ تَكَ فِى خُشُوْعٍ عَلاَّهَا
تَكُنِ الْوَسِيْلَةَ كَىْ تَفُوْزَ بِقُرْبِهِ
وَاضِبْ بِاِخْلاَ صٍ وَطُوْلِيْتَ شَوْقِى
لِتَكُوْنَ اَقْرَبَ مَا يَكُوْنُ لِقَلْبِهِ
اَكْثِرْ اَكْثِرْ اَكْثِرْ اُخَىَّ اُخَىَّ اُخَىَّ
اِنْ رُمْتَ اَنْ تَحْيَا وَقَلْبُكَ آمِرٌ
بِالنُوْرِصَلِّ عَلَى النَّبِى وَالِهِ
اَوْشِئْتَ يَغْمُرُكَ الزَّمَانُ بِصَفْوِهِ
فَاجْعَلْ مِنَ الصَّلَوَاتِ غُرَّةَ يَوْمِهِ
اَكْثِرْ اَكْثِرْ اَكْثِرْ اُخَىَّ اُخَىَّ اُخَىَّ
Qosidah Innal Habibal Mushthofa
هذه الـقـصدة ان الحبيب المصطفى
اِنَّ الْحَبِيْبَ الْمُصْطَفى ذُوْرَ أْفَةٍ وَذُوْ وَفَا
وَذِكْرُهُ فِيْهِ الشِّـفَا اِذَا تَمَادَى بِالْعِلَلْ
نِلْنَا بِهِ طُوْلَ الْمَـدى نَصْرًا عَلى كُلِّ الْعِدى
يَسُـرُّ نَا اَنْ يُفْتَدى بِالرُّوْحِ مِنَّا وَالْمُقَلْ
طَارَتْ لَهُ اَرْوَاحُنَا دَامَتْ بِهِ اَفْرَا حُنَا
زَالَتْ بِهِ اَتْرَا حُنَا فَهُوَ الرَّجَاءُ وَاْلاَمَلْ
اَوْرَدْتَ رَبِّى نِعَمًا عَدَّ نُجُوْمٍ فِى السَّمَا
اَحْسِنْ اِلهِى كَرَمًا خِتَامَنَا عِنْدَ اْلاَجَلْ
Qosidah Sidnan Nabiy
هذه الـقـصدة سِدْنَاالنـَّبِى
سِدْنَاالنَّبِى سِدْنَاالنَّبِى سِدْنَاالنَّبِى
سِدْنَاالنَّبِى سِدْنَاالنَّبِى سِدْنَاالنَّبِى
سِيْدِي مُحَمَّدْ آمِنْ قُطْبِ حَبِيْبِ النَّبِى
اَحْمَدُكَ اللّهُمَّ حَمْدًا مُسْتَمِرْ عَدَّعَطَايَاكَ الَّتِى لاَ تَنْحَصِرْ
مُصَلِّيًا عَلى خِتَامِ اْلأَ نْبِيَاءِ وَاْلآلِ وَالصَّحْبِ الْهُدَاةِ اْلأَ تْقِيَاءِ
لاَ فَخْرَ لِلْبِنْتِ بِمَلْبَسٍ وَمَا بِهِ تَحَلَّتْ مِنْ حُلَّىًّ اِنَّمَا
فَخْرَالْفَتَاةِ بِالْعُلُوْمِ وَاْلأَدَبِ لاَبِالْجَمَالِ وَالْحَرِيْرِ وَالذَّهَبِ
Qosidah Yaa Izzana
هذه الـقـصدة يَاعِزَّنَا
حَيَتْهُ يَوْمَ الْغَارِ حَمَامَةْ وَالْعَنْكَبُوْتُ تِلْكَ عَلاَمَـةْ
وَوَ قَتْهُ يَوْمَ الْحَرِّ غَمَامَةْ يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
فَهُوَ الَّذِى نَشْتَاقُ اِلَيْهِ وَالْجِذْعُ اَنَّ وَحَنَّ اِلَيْهِ
وَعَطَاؤُنَا مِنْ فَيْضِ يَدَيْهِ يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
وَهُوَ الَّذِى قَدْ عَمَّ نَدَاهُ سُبْحَانَ مَنْ بِالنُّوْرِ حَبَاهُ
فَلَعَلَّنَا بِالْعَيْنِ نَرَاهُ يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
وَهُوَ الَّذِى مِنْ فَوْقِ سَمَاهَا قَدْخَاطَبَ الرَّحْمنَ شَفَاهَا
اِذْ يَغْشَ السَّدْرَةَ مَايَغْشَاهَا يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
نُوْرَ الْهُدَى يس وَ طه اَزْكَى الْوَرَى لِلْخَالِقِ جَاهَا
صَلُّوْ ا عَلى مَنْ عَبَدَ اللهَ يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
مُوْسَى بِهِ قَدْ سَمِعَ الصَّوْتَ عِيْسَى بِهِ قَدْ اَحْيا الْمَوْتى
يَاعَاشِقًا لِلْهَادِى سَـمَوْتَ يَاعِزَّنَا..... وَاللهِ بِطه
Qosidah Ummi
هذه الـقـصدة اُمِّـى
اُمِّى يَالَحْنًا اَعْشَقَـهُ وَنَشِـيْدًا دَوْمًا اَنْشُدُهُ
فِى كُلِّ مَكَانٍ اَذْ كُرُهُ وَ اَظَلُّ اَظَلُّ اُرَدِّدُهُ
اُمِّى يَارُوْحِى وَحَيَاتِى يَابَهْجَةَ نَفْسِى وَ مُنَاتِى
اُنْسِِى فِى الْحَاضِرِ وَالآتِى
اَللهُ تَعَالى اَوْصَانِى فِى السِّرِّ وَلَوْ فِى اْلاِعْلاَ نِ
بِالْبِرِّ لَكِ وَاْلاِحْسَانِ
اِسْمُكِ مَنْقُوْشٌ فِى قَلْبِى حُبُّكِ يَهْدِنِى فِى دَرْبِى
وَدُعَائِى يَحْفَظُكِ َربِّى
Qosidah Busyro Lana
هذه الـقـصدة بُشـْرَى لَنَا
بُشْرَى لَنَا نِلْنَا الْمُنى زَالَ الْعَنى وَفَـاالْهَنَا
وَالدَّهْرُ اَنْجَزَ وَعْدَهُ وَالْبِشْرُ اَضْحى مُعْلَنَا
يَانَفْسُ طِيْبِى بِاللِّقَا يَاعَيْنُ قَرِّىْ اَعْيُنَا
هذَا جَمَالُ الْمُصْطَفى اَنْوَارُهُ لاَحَتْ لَنَا
يَاطَيْبَةُ مَاذَا نَقُوْلُ وَفِيْكِ قَدْحَلَّ الرَّسُولْ
وَكُلُّنَا نَرْجُو الْوُصُولْ لِمُحَمَّدٍ نَبِيِّنَا
يَارَوْضَةَ الْهَادِى الشَّفِيعْ وَصَـاحِبَيْهِ وَالْبَقِيعْ
اُكْتُبْ لَنَا نَحْنُ الْجَمِيعْ زِيَارَةً لِحَبِيْبِنَا
حَيْثُ اْلاَمَانِى رَوْضُهَا وَظَلَّ حُلْوَ الْمُجْتَنى
وَبِالْحَبِيْبِ الْمُصْطَفى صَفَا وَطَابَ عَيْشُنَا
جَاءَالصَّفَا زَالَ الْجَفَا اَلْيَوْمَ عِيْدُ الْمُصْطَفى
مَنْ قَدْ تَسَامى شَرَفَـا وَاللهُ اَعْطَاهُ الْمُنى
يَافَوْزَنَا يَاسَعْدَنَا مَنْ نَالَ حَظًّا مِثْلَنَا
نَحْظى بِنُوْرِ الْمُصْطَفى فِى صُبْحِنَا وَمَسَائِنَا
صَلِّ وَسَلِّمْ يَاسَلاَمْ عَلَى النَّبِى مَاحِى الظَّلاَمْ
وَاْلالِ وَالصَّحْبِ الْكِرَامْ مَااُنْشِدَتْ بُشْرَى لَنَا
Qosidah Yaa Sayyidi Khudz Biyadi
هذه الـقـصدة يَاسَيِّدِىْ يَارَسُوْلَ اللهِ خُذْبِيَدِى ا
يَاسَـيِّدِىْ يَارَ سُوْلَ اللهِ خُذْ بِيَدِىْ
مَالِىْ سِوَ اكَ وَ لاَ اَلْو ِىْ عَلى اَحَدِ
فَاَنْتَ نُوْرُ الْهُد فِىْ كُلِّ كَائِنَةٍ
وَ اَنْتَ سِرُّ النَّدى يَاخَيْرَ مُعْتَمَدِىْ
الله الله الله الله
وَ اَنْتَ حَقًّا غِيَاثُ الْخَلْقِ اَجْمَعِنَا
وَ اَنْتَ هَادِى الْوَر ى لِلّهِ ذِى السَّدَدِ
يَا مَنْ يَقُوْمُ مَقَامَ الْحَمْدِ مُنْفَر ِدًا
لِلْوَ احِدِ الْفَرْ دِ لَمْ يُوْلَدْ وَ لَمْ يَلِدِ
يَا مَنْ تَفَجَّرَ تِ اْلا َنْهَارُ نَا بِعَةً
مِنْ اُصْبُعَيْهِ فَرَ وَ ى الْجَيْشَ بِالْمَدَدِ
الله الله الله الله
اِنِّى اِذَا سَامَنِى ضَيْمٌ يُرَ وِّعُـنِىْ
اَقُوْلُ يَاسَيِّدَ السَّـادَ اتِ يَاسَـنَدِىْ
كُنْ لِىْ شَفِيْـعًا اِلَى الرَّ حْمنِ مِنْ زَ للَِىْ
وَ امْنُنْ عَلَيْنَا بِمَا لا َ كَانَ فِى الْحَلَدِ
وَ انْظُرْ بِعَيْنِ الرِّ ضَالِىْ د َئِمًـا اَبَدًا
وَ اسْتُرْ بِفَضْلِكَ تَقْصِيْرِ ىْ مَدَ ى اْلاَمـَدِ
اِنِّى تَوَ سَّلْتُ بِالْمُخْتَارِ اَشْرَ فِ مَنْ
رَ قَى السَّموَ اتِ سِرِّ الْوَ احِدِ اْلاَحَـدِ
الله الله الله الله
عَلَيْهِ اَزْ كَى صَلا َةٍ لَمْ تَزَ لْ اَبَدًا
مَعَ السَّـلا َمِ بِلاَ حَصْرٍ وَ لاَ عَـدَدِ
الله الله الله يَاالله
Qosidah Shalatullahi dzil Karomi
هذه الـقـصدة صلاة الله ذى الْكرم
صَلاَة ُاللهِ ذِى الْكَرَمِ عَلَى الْمُخْتَارِ بِالْقِدَمِ
مُحَمَّدْ صَاحِبُ الْحَرَمِ نَبِيْنَا مُصْطَفَى الْعَلَمِ
اِمَـامِ اْلاَنْبِيَاءِ الْكُلِّ شَرِيْفِ الْفَرْعِ وَاْلاَصْلِ
حَمِيْدِ الْقَوْلِ وَالْفِعْلِ جَمِيْلِ الْخَلْقِ وَالشِّيَمِ
وَرَبُّ الْحُسْنِ كَمَّلَهُ وَ بِاْلاَنْوَارِ جَمَّلَهُ
وَشَرَّفَهُ وَفَضَّلَهُ عَلَى اْلاَ كْوَانِ كُلِّهِمِ
حَبِيْبِىْ اِنـِّنىْ هَائِمٌ وَلَكَ يَامُصْطَفى خَادِمِ
وَرَبِّىْ فِى الْفُؤَادِ عَالِمٌ وَقَلْبِىْ فِيْكَ ذُوْهِمَمِ
جَمَالُ الْوَجْهِ هَيَّمَنِىْ وَنُوْرُ الْحَدِّ تَيَمَّنِىْ
حَوْلُ الْعَيْنِ اَحْرَمَنِىْ اَمِيْنُ نَوْمِ وَالظُّلَمِ
تَجُوْد يَاسَيِّدِ وَارْحَمْ مُتَيَّمْ فِي هَوَاكْ مُغَرَمْ
فَاَنْتَ سَيِّدُ اْلأَ كْرَامْ عَلِيُّ الْقَدْرِ وَالْهِمَمِ
وَحُبُّكَ سَادَةْ فِى وَجَلِ وَصِلْ يَامُصْطَفى وُدِّ
وَلاَ تَقْصَ وَفَى أَهْلِى مُرَادِىْ رُأْيَةَ الْحَرَمِ
مُرَادِىْ رُأْيَةَ الْمَسْعى وَفِيْهَا قُرْبَةً مَسْعى
وَلِلْبَيْتِ الْعَتِيْقِ اُدْعى حَظى فِى اَرْضِى مِنْ قَدْمِ
Qosidah Bi Rasulillah Wal Badawi
هذه الـقـصدة بِرَسُوْلِ اللهِ وَالْـبَدَوِىْ
بِرَسُوْلِ اللهِ وَالْبَدَوِىْ وَرِجَالٍ مِنْ بَنِى عَلَوِىْ
سَلَكُوْافِى الْمَنْهَجِ النَّبَوِىْ بِرَسُوْلِ اللـهِ وَالْبَدَوِىْ
رَبِّ اِنِّى قَدْ مَدَدْتُ يَدِىْ مِنْكَ اَرْجُوْ فَائِضَى الْمَدَدِ
فَاَغِثْنِى اَنْتَ مُعْتَمَدِىْ بِرَسُوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ
قُمْتُ بِاْلاَعْتَابِ مُعـْتَرِفًا لِعَظِيْمِ الذَّنْبِ مُقْتَرِفًا
مِنْ بِحَارِالْفَضْلِ مُغْتَرِفًـا بِرَسُوْلِ اللّـهِ وَالْبَدَوِىْ
جُوْدُكَ الْمَأْلُوْفُ اَطْمَعَنِىْ وَاِلى رَجْـوَاكَ اَرْجَعَنِىْ
رَبِّ فَاذْهِبْ مَايُرَوَّعُنِىْ بِرَسُوْلِ اللّـهِ وَالْبَدَوِىْ
بَاسِطٌ كَفِّىْ وَلِىْ أَمَلٌ فِيْكَ لكِنْ لَيْسَ لِىْ عَمَلٌ
اِعْتِقَارِ جِئْتُ اَبْتَهِلُ بِرَسُـوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ
لَيْسَ لِىْ وَجْهٌ اُقَدِّ مُهُ غَيْرَ طه اَنْتَ تُكْرِمُهُ
جُدْبِفَقْدٍ اَنْتَ تَعْلَمُهُ بِرَسُوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ
صَلَوَاتُ اللهِ ذِى الْكَرَمِ تَتَغَشّى صَفْوَةَ اْلاُمَمِ
مَاسَرى رَكْبٌ اِلَى الْحَرَمِ بِرَسُوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ
وَعَلى الِ النَّبِى الْكُرَمَاءْ وَعَلى اَصْحَابِهِ الْحُكَمَاءْ
وَعَلى اَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءْ بِرَسُـوْلِ اللّـهِ وَالْبَدَوِىْ
Qosidah Yaa Thoybah
هذه الـقـصدة يَاطَيْبَةْ
يَاطَيْبَةْ يَاطَيْبَةْ يَاذَاوَالْعَيَانَااشْتَغْنَالِكْ
وَ الْهَوى نَدَانَا وَ الْهَوى نَدَانَا
سَيِّدِىْ يَا أَبَابَكْرٍ حُبُّكُمْ فِى الْقِيَامِ ذُخْرِىْ
يَاعُمَرْ إِغْضِيْهِ بِعُمْرِىْ وَكَذَا سَيِّدِىْ عُثْمَانَ
صَاحِبَ الْقَبْضَةِ اْلأَصْلِيَةْ وَذَوِى الْبَهْجَةِ السَّنِيَّةْ
وَ لَهُ الرُّتْبَةُ الْعَلِيَّةْ مَنْ إِلَيْهِ بَابُ الرَّيَّانَ
يَاعَلِى ابْنِ أَبِى طَالِبْ مِنْكُمُ الْمَصْدَرِ الْمَوَاهِبْ
هَلْ تُرَىْ هَلْ أُرَىْ لِحَاجِبْ عِنْدَ كُمْ أَفْضَلُ الغِلْمَانَ
أَسْيَدَالْحَسَنْ وَالْحُسَيْنِ إِلَى النَّبِيْ قُـرَّةُ عَيْنِىْ
وَيَا شَبَابَ الْجَنَتَيْنِ جَدُّكُمْ صَاحِبُ الْفُرْقَانَ
وَصَلا َةُ اللّـهِ تَعَالَىْ عَلىَ مَنْ كَلَّمَ الْغَزَالَةْ
وَاْلآلِ أَصْحَابِ الْكَـمَالَ وَاْلأَصْحَابِ مَنْ عَالَوْشَانَـا
Qosidah Sholawatullahi Taghsya
هذه الـقـصدة صَلَوَاتُ الله تَغْـشى
صَلَـوَاتُ اللهِ تَغْشى أَشْرَفَ الرُّسْلِ اْلأَطَائِبْ
وَ تَعُمُّ الآلَ جَمْعًـا مَابَدَا نُوْرُ الْكَوَاكِبْ
اَقْبَلَ السَّعْدُ عَلَيْنَا وَالْهَنَا مِنْ كُلِّ جَانِبْ
فَلَنَا الْبُشْرى بِسَـعْدٍ جَاءَنَا مِنْ خَيْرِ وَاهِبْ
يَاجَمَالاً قَدْ تَجَلَّى بِالْمَشَارِقْ وَالْمَغَارِبْ
مَرْحَبًا أَهْلاً وَسَهْلاً بِكَ يَاخَيْرَ الْحَبَائِبْ
مَرْحَبً أَهْلاً بِشَمْسٍ خَفِيَتْ فِيْهَا الْكَوَاكِبْ
يَاشَرِ يْفَ اْلأَصْلِ لُذْنَا بِكَ فِى كُلِّ النَّوَائِبْ
أَنْتَ مَلْجَا كُلِّعَارِضٍ أَنْتَ مَأْوَى كُلِّ تَائِبْ
مِنْ قَصَيٍّ وَ لُؤَ ىٍّ بَاذِخِ الْمَجْدِ ابْنِ غَالِبْ
وَاعْتَلى مَجْدُكَ فَخْرًا فِى رَفِيْعَاتِ الْمَرَاتِبْ
لاَ بَرِحْـنَا فِى سُرُوْرٍ بِكَ يَاعَالِى الْمَنَاقِبْ
فَلَكَمْ يَوْمَ وُجُوْدِكَ ظَهَرَتْ فِيْنَا الْعَجَـائِبْ
بَشَّـرَ تْنَا بِالْعَطَايَا وَاْلأَ مَانِىْ وَالرَّغَائِبْ
قَدْ شَـرِبْنَا مِنْ صَفَانَا بِكَ مِنْ أَحْلَى الْمَشَارِبْ
فَلِرَبِّ الْحَمْـدُ حَمْدًا جَلَّ أَنْ يُحْصِـيْهِ حَاسِبْ
وَ لَهُ الشُّكْرُ عَلَي مَا قَدْ حَبَانَا مِنْ مَوَاهِبْ
Qosidah Muhammadun (Burdah)
هذه القَصيدَ ة محُـَمَّدٌ بُرْ دَة
مُحَمَّدٌ أَشْرَ فُ ا ْلأَ عْرَ ابِ وَ الْعَجَمِ
مُحَمَّدٌ خيْرُ مَنْ يَمْشِ عَلَى قَدَمِ
مُحَمَّدٌ بَاسِطُ الْمَعْرُ وفِ جَامِعُهُ
مُحَمَّدٌ صَاحِبُ اْ لإِ حْسَانِ وَ الْكَرَ مِ
مُحَمَّدٌ تَاجُ رُسْلِ اللهِ قَاطِبَةً
مُحَمَّدٌ صَادِقُ اْلأَ قْوَ الِ وَ الْكَلِمِ
مُحَمَّدٌ ثَابِتُ الْمِثَاقِ حَافِظُهُ
مُحَمَّدٌ طَيِّبُ اْ لأَ خْلا َقِ وَ الْشِّيَمِ
مُحَمَّدٌ رُوِ يَتْ بِالنُّورِ طِيْنَتُهُ
مُحَمَّدٌ لَمْ يَزَ لْ نُو رً مِنَ الْقِدَمِ
مُحَمَّدٌ حَا كِمٌ بِالْعَدْلِ ذُوْ شَرَ فٍ
مُحَمَّدٌ مَعْدِ نُ اْلإِ نْعَامِ وَ الْحِكَمِ
مُحَمَّدٌ خَيْرُ خَلْقِ اللهِ مِنْ مُضَر ٍ
مُحَمَّـدٌ خَيْرُ رُ سْلِ اللهِ كُلِهِمِ
مُحَمَّدٌ دِ يْنُهُ حَقٌّ نَدِيْنُ بِهِ
مُحَمَّدٌ مُجْمِلاً حَقًّا عَلَى عَلَمِ
مُحَمَّدٌ ذِ كْرُ هُ رَوْحٌ ِلأَ نْفُسِنَا
مُحَمَّدٌ شُكْرُ هُ فَرْضٌ عَلَى ْالأُ مَامِ
Qosidah Ajib Daiyal Maula
هذه القَصيدَ ة اجب داعى المولى
أَقِمْ شَاهِدَ التَّقْصِيْرِ مِنْكَ مَعَ الضُّعْـفِ
عَسى وَاسِعُ اْلأَ لْطَافِ يُدْرِكُ بِاللُّطْفِ
وَقِفْ فِى مَقَامِ الذُّلِّ وَقْفَةَ نَادِمٍ
فَمَاقَدْ مَضى فِى الْعُمْرِ مِنْ غَفْلَةٍ يَكْفِىْ
أَجِـبْ دَاعِىَ الْمَوْلَى فَهذَا كِـتَابُهُ
يُنَادِيْكَ فَاسْرِعْ بِاْلإِجَابَةِ وَاسْـتَعْفِ
أَمَـاانَ لِلْعَاصِىْ الرُّجُـوْ عُ لِرَبـِهِ
أَلَمْ يَدْرِ أَنَّ الذَّنْبَ يُكْتَبُ فِى الصُّحُفِ
رُوَيْدًا أَخَاالْعِصْـيَانِ إِنَّكَ قَـادِمٌ
عَلَى اللهِ وَهُـوَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تُخْفِى
أَفِقْ وَانْتَبِهْ فَالْخَطْبُ صَعْبٌ وَأَمْرُهُ
مَرِيْرٌ وَشَـأْنٌ الذَّنْبِ يُوْقِعُ فِى الْحَـتْفِ
ظَلَمْتَ وَمَا إِلاَّ لِنَفْسِـكَ يَافَتى
ظَلَمْتَ وَظَلْمُ النَّفْسِ مِنْ أَقْبَخِ الْوَصْـفِ
تَمَادَيْتَ حَتَّى زَ لَّكَ الرُّشْدُ فَانْتَبِهْ
وَسَلْ غَافِرَ الزَّلاَتِ يُدْرِكُ بِالْعَطْفِ
أَيَا مَنْ بِقَيْدِ الجَهْلِ أَضْحى مُكَـبَّلاً
أَلَمْ تَدْرِ أَنَّ الْجَهْـلَ يُلْجِى إِلَى الْخَسْفِ
إِلَى الْعِلْمِ فَاهْرَعْ وَاتَّخِـذْ لَكَ مَسْلَكًا
مِنَ الرُّشْدِ يَهْدِى بَعْدَ ذَلِكَ لِلْكَـشْفِ
وَلاَ تَكُ ِممَّنْ قَيَّدَتْهُ حُظُوْ طُهُ
فَيَعْبُدَ رَبَّ الْعَـالَمِيْنَ عَلَي حَـرْفِ
نَصَحْتُكَ فَاسْمَعْنِى وَقَابِلِ نَصِيْحَتِى
بِصِدْقٍ فَإِنِّى قَدْ دَعَوْ تُكَ لِلْعُرْفِ
وَلَسْـتُ بِنُصْحِى قَاصِدًا غَيْرَ عَاكِفٍ
عَلَى الذَّنْبِ مِثْلِى وَصْفُهُ فِى الْعَمى وَصْفِى
بُلِيْتُ بِكَسْبِ الذَّنـْبِ وَاْلإِثْمِ عَامِدًا
عَسَى غَافِـرُ الزَّلاَّتِ مِنْ ذَاالْبَلاَ يَشْفِى
Qosidah Allahu Allahu Yaa Allahu
هذه القَصيدَ ة الله الله وَالصَّـلاَةُ عَلَى الْمُخْـتَارْ
الله الله يَااللهx وَالصَّلاَةُ عَلَى الْمُخْتَارْ خَيْرِالْبَرِيَةْ
لِى بِرَجْـوَاكَ يَامَوْلاَىْ عِلْقَةْ قَوِيَّةْ
تَحْتَ بَابَكْ وَشُفْ لِى يَارَبِّ نِيَةْ
وَأَنْتَ يَارَبَّنَا تَعْلَمْ بِمَا فِى الطَّوِيَّةْ
قَدَكْ دَارِىْ بِمَا فِى الظَّاهِرِ وَالْخَفِيَّةْ
وَاِنْ عَصَيْنَا وَسِرْنَا فِى الطَّرِيْقِ الْعَكِيَّةْ
فَإِنَّ لَكَ جُودْ يَغْفِرْ ذَنْبَنَا وَالْخَطِيَّةْ
تَحْتَ بَابَكْ وَكُلَّ مِنَّكْ يَبْغَى عَطِيَّةْ
يَااللهْ أُسْلُكْ بِنَا نَهْجَ الطَّرِيْقِ السَّوِيَّةْ
فِى طَرِيْقِ النَّبِىْ وَالسَّادَةِ الْعَلَوِيَّةْ
يَامُجِيْبَ اسْتَجِبْ وَاعْجَلْ بِشَرْبَةْ هَنِيَّةْ
وَاَصْلِحْ أَعْمَالَنَا يَارَبَّنَا وَالطَّوِيَّةْ
وَاكْفِنَا رَبَّنَا شَرَّالْهَوى وَالدَّنِيَّةْ
وَإِنْ دَعَيْتَ أَهْلَ وِدَّكْ لِلْعَطَايَا السَّنِيَّةْ
إِدْعَنَا مِثْلَهُمْ نَعْرِفْ حُقُوْقَ الْمَعِيَّةْ
فِى كَفَلْهُمْ وَمَعْهُمْ فِى الْجِنَانِ الْعَلِيَّةْ
عِنْدَ طهَ النَّبِى الْمُخْتَارْ خَيْرِالْبَرِيَّةْ
بَخْتَنَا بِالنَّبِى هُوْ كَنْزُنَا وَالْخَبِيَّةْ
لِى تَعَكَّتْ تَجِىْ فِى الْحَالْ مِنُّهْ بَتِيَّةْ
وَإِنْ دَعَيْنَاهُ لِلْبَلْوى يُزِيْلُ الْبَلِيَّةْ
وَأَلْفَ صَلُّوْا عَلَيْهِ إِنُّهْ إِمَامِ السَّرِيَّةْ
Qosidah Rabbi Kholaq Thohaa
هذه القَصيدَ ة رَبِّي خَلَقْ طه
رَبِّي خَلَقْ طه مِنْ نُورْ فِيهْ اِحْتِرَامْ
نَادَاهُ أَقْبِلْ يَامُخْتَارْ أَنْتَ اْلأَمِينْ
لَمَّاارْتَقَى الْبَيْتَ الْمَعْمُورْ صَلّى إِمَامْ
وَقَدْ دَنَا مِنْ رَبِّهِ الْبَاهِي الْجَلِيلْ
إِنْ رُمْتَ أَنْ تَحْظى بِالْحُورْ يَوْمَ الزِّحَامْ
صَلِّى عَلَى بَاهِي اْلأَنْوَارْ عَيْنِ الْيَقِينْ ُ
Qosidah Sholawat Badar
هذه الـقَــصيدَة الـصَّلَـوَتُ الْـبـَدْرِيــَّةْ
صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ
صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ
تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ
وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ
وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ
مَـكَائـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا
وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
فَكَــمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَــمْ مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ
وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَ كَـمْ اَغْـنَيْتَ ذَالْعُـمْرِ وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَاالْفَـقْـرِ
وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ
فَانْـجِ مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
ا َتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـقِ وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ
فَوَ سِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ بَلِ اجْعَلْـنَاعَلَى الطَّيْبـَةْ
اَيـَا ذَاالْعِـزِّ وَالْهَـيـْبَةْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَ اِنْ تَرْدُدْ فَـمَنْ نَأْتـِىْ بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَا تِى
اَيـَا جَـالِى الْمُـلِـمـَّاتِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِ مْنَـا بِـنَيـْلِ مـَطَا لِبٍ مِنَّا
وَ دَفْـعِ مَسَـاءَةٍ عَـنَّا بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى اَنـْتَ ذُوْ لُطْـفٍ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ
وَكَـمْ مِنْ كُـرْبـَةٍ تَنـْفِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَصَلِّ عَـلَى النـَّبِىِّ الْبَـرِّ بـِلاَ عَـدٍّ وَلاَ حَـصْـرِ
وَالِ سَـادَةٍ غُــــرِّ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Qosidah Waqtus sahar
هذه القَصيدَ ة وقت السحر
وَقْتِ السَّحَرْ بِهْ يَطِيْب الْحَالْ لاَهْلِ الصَّفَا
وَبِهْ يَجُوْدُ الْعَلِي بِالْفَضْلِ لأَهْلِ الْوَفَا
Waktu larut malam adalah saat termuliakannya keadaan orang orang suci, dan pada waktu itu pula semakin pemurah Sang Maha Mulia dengan anugerah untuk mereka yg menepati janji untuk mengunjungi Nya (shalat malam),
كَمْ مِنْ سَقِيْمٍ بِهَذَا الْوَقْتِ نَالَ الشِّفَا
وَكَمْ بِهِ اِتَّصَلْ مِنْ عَبْدٍ بِالْمُصْطَفَى
Berapa banyak orang orang yg dimurkai dan ditimpa musibah yg diwaktu larut malam itu (mereka bermunajat pada Nya) maka mereka mendapatkan kesejukan dan pencabutan atas musibahnya, dan berapa banyak banyak pula para hamba yg termuliakan dengan terhubung hatinya dengan sang Nabi saw,
وَقَابَلَتْهُ الْمَوِاهِبْ ظَاهِرًا وَالْخَفَا
وَنَازَلَتْهُ لَطَائِفْ خَيْرِ مَنْ لَطَفَا
Maka ia disambut dengan anugerah anugerah yg terlihat dan yg tersembunyi (permasalahan dunia dan akhiratnya), dan turunlah untuknya kasih sayang dan kelembutan kelembutan dari yg sangat Indah kelembutan Nya.
عَنِ الْمَسَاوِي وَكُلِّ الذَّنْبِ فَضْلاً عَفَى
وَبَارِقِ الْفَضْلِ وَاْلإِ حْسَانِ لُهْ رَفْرَفَا
dari kehinaan kehinaan dan setiap dosa, anugerah maaf Nya pun melimpah, dan pijaran cahaya kemuliaan dan keluhuran untuknya terus bercahaya indah,
وَحَسْبُهُ جُوْدُ مَوْلاَنَا الْعَلِي وَكَفَى
وَهَاهُنَا الْقَوْلَ يَا أهْلَ الْفَهُمْ قَدْ وَقَفَا
Maka cukuplah kedermawanan Tuhan kita Yang Maha Tinggi dan Maha Mencukupi segenap hamba Nya, dan sampai disinilah wahai yang memahami, terhenti ucapan dan kata kata..
مَنْ ذَايُعَبِّرْ عَنِ الْغَوْثِ إِذَا وَكَفَا
ياَرَبِّ زِدْنَا عَطَايَا يَارَبِّ زِدْ تُحَفَا
Siapakah pula yg mampu menggambarkan kemegahan curahan hujan rahmat Nya bila sedang melimpah.., wahai Tuhan tambahkan bagi kami pemberian pemberian, wahai Tuhan kami tambahkanlah sesuatu yg berharga,
وَاعْطِفْ عَلَيْنَا فَإِنَّكَ خَيْرَ مَنْ عَطَفَا
وَاعْلِي لَنَا فِي رِحَابِ الْعِزّ ِبِكْ غُرَفَا
Maka berlemah lembutlah pada kami, sungguh engkau sebaik baik yg berlemah lembut, dan limpahkanlah kemuliaan bagi kami dengan sambutan kemegahan kamar kamar istana Mu,
وَصَلِّ دَأْبًا عَلَى أحْمَدُ وَالِهَ الشُّرَفَا
وَالصَّحْبِ أَهْلِ الْهُدَى وَمَنْ بِهِمْ إِقْتَفَا
Dan limpahkanlah shalawat selalu atas Nabi Muhammad saw dan keluarganya yg mulia, beserta para sahabatnya dan para pembawa petunjuk dan semua yg mengikuti jejak mereka,
وَالْحَمْدُ اللهِ رَبِّي حَسْبُنَا وَكَفَى
Dan segala puji bagi Allah Tuhanku, Yang Maha Melindungi kami dengan kecukupan.
Qosidah Bi Fathimah
هذه القصيدة السيدة فاطمة الذهراء رضي الله عنها
ج
بِفَاطِمَةْ قَدْ صَفَا حَاِلي وَ نِلْتُ الْمَرَ امْ
بِضْعَةْ مُحَمَّدْ حَبِيْبُ اللهِ خَيْرُا لأَ نَامْ
Dengan Fathimah telah tersucikan keadaanku dan kudapatkan segala cita-cita luhurku,
Sebahagian tubuh Muhammad Habibullah SAW sebaik-baik manusia.
أَعْلَى لَهَا الله ُقَدْرً ا فِي اْلعُلا َوَ الْمَقَامْ
نِعْمَ الْبَتُوْ لِ الرَّ ضِيَّةْ نُوْرٌ كُلِّ الظُّلا َمْ
Allah telah mengagungkan derajat Fathimah dengan Keluhuran dan Maqam Mulia Kesucian yang tersuci dalam Samudra Keridhaan Ilahi, Cahaya segala Kegelapan.
أُمُّ الْحَسَنْ وَ الْحُسِين أَهْلُ الْمَرَ قِي الْعِظَا مْ
لَهُمْ عَطَايَا مِنَ الْمَوْ لَى كِبَارْ جُسَامْ
Ibu Hasan dan Husein pemilik maqam puncak kemuliaan,
Atas mereka limpahan Anugerah dari Sang Pencipta Pemilik Anugerah terbesar.
هُمْ سَادَ ةُ أَهْلُ الْجِنَانِ الْعَالِيَّةْ يَاغُلا َمْ
مَنْ حُبُّهُمْ صَدَ قْ بَا يَسْكُنْ بِدَ ارِ السَّلا َمْ
Merekalah pembesar ahli surga yang luhur wahai anak,
Maka yang mencintai mereka dengan kesungguhan akan menghuni surga Darussalam.
وَ مَنْ تَعَلَّقْ بِهِمْ يَظْفَرْ بِنَيْلِ الْمَرَ امْ
أَكرَ مْتِ يَا بِضْعَةْ أَحْمَدْ فَانْعِمِي بِالتَّمَامْ
Dan yang berpegang dengan mereka akan beruntung mendapatkan cita-citanya,
Mulialah engkau wahai sebahagian tubuh yang terpuji (Al Hamid) maka limpahilah kami kemuliaan.
وَ امْنَحِيْ عَبْدَ كُمْ فِي الْقُرْ بِ أَعْلَى وَ سَامْ
نَقُو مُ بِحَمْلِ الرَّ يَاتِ الْهُدَ أَحْسَنْ قِيَامْ
Perhatikanlah dengan lembut budakmu ini, dengan kedekatan sebagai anugerah agung,
Agar kami tegak memegang Panji Dakwah Al Hamid dengan tegak sempurna.
تَعُمُّ دَ عْوَ تَةُ فِي ا لأ َ كْوَ انِ كُلَّ الأَ نَامْ
نَلْبَسُ خَلْعِ إِرْثُ مَا يَصِفْ سَنَاهَاكَلا َمْ
Hingga tersebar dakwahnya di seluruh dunia kepada seluruh manusia,
Hingga kami memakai baju Warisanmu yang bercahaya terang benderang tak tersifatkan oleh kalimat.
يَانُوْ رُ قَلْبِيْ وَ يَا أُمِّيْ عَلَيْكِ السَّلا َمْ
فِيْ كُلِّ حَالٍ وَ شَأْنٍ كُلِّ لَحْظَةٍدَ وَامْ
Wahai cahaya hatiku, wahai ibuku kuucapkan salam,
Setiap waktu, kejap dan saat dengan abadi.
عَلَيْكِ صَلَّى ِإ لهِيْ مَعَ أَبِيْكِ الإِ مَامْ
ِ إِ مَامْ كُلِّ الْوَ رَى فِي كُلِّ خَاصٍّ وَ عَامْ
Atasmu limpahan shalawat Tuhanku, juga atas Ayahmu Sang Imam,
Pemuka semua pemuka dari semua golongan khusus dan awam.
الشَّا فِعُ الْمُبْتَغِ يَوْ مُ اللِّقَاءِ وَ الزِّ حَامْ
يَوْ مُ الْمَلا َئِكْ تُنَادِ يْ جَمْعُ كُلَّ الأَ نَامْ
Pemilik Syafa’at idaman dan tujuan di Hari Pertemuan dan Perkumpulan,
Hari para malaikat berseru pada seluruh manusia.
غُضُّوْ ا أَبْصَارَ كُمْ تَمُرُّ بِنْتِ النَّبِيِّ بِالسَّلا َمْ
وَ نَكِّسُوْ ارُ ؤُ وْ سَكُمْ مَاأَعْظَمَهُ وَالله ُمَقَامْ
Tundukkan pandangan kalian untuk lewatnya Putri Nabi dengan Salam Sejahtera …..!
Tundukkan kepala kalian…, Maqam yang alangkah Agungnya Demi Allah.
أتََذْ كُرِ يْنِي مَعَكِ أَعْبُرْ وَ مَنْ لَهُ ذِ مَامْ
حَاشَاكِ يَا أُمُّنَا تَنْسِيْنَ هَذَاالْغُلا َمْ
Apakah mengingatkan saat itu untuk masuk dan lewati shirath bersamamu dan bersama mereka yang termuliakan,
Alangkah sedih dan tak mungkin ….. wahai Ibu kami, Engkau lupakan anakmu ini.
مَحْسُوبِكُمْ يَرْتَجِيْهِ مِنْكُمْ بِهِ الإِ هْتِمَامْ
أَ نْتُمْ مَرَ امُهْ وَمَقْصُوْ دُهُ وَ نِعْمَ الْمَرَامْ
Bocah kesayanganmu mengharapkan kasih sayang dan perhatian ini,
Engkaulah cita-cita dan maksud, dan semulia-mulia cita-cita.
يَا بِنْتَ طهَ فُؤَادِ يْ فِيْ مَحَبَّتِكِ هَامْ
وَاللهِ أَ نْتُمْ مُرَادِ يْ فِي الدُّ نَاوَالْقِيَامْ
Wahai Putri Tha Haa, sanubariku bergejolak dalam mahabbah padamu,
Demi Allah, Engkau maksudku di dunia dan di hari kebangkitan.
وَمَاأَنَا ِإ لاَّ بِكُمْ يَاسَادَ تِيْ يَاكِرَامْ
عَلَيْكِ مَعَ وَ الِدْكِ أَذْ كَي الصَّلا َةُ وَالسَّلا َمْ
Dan aku ini hanyalah karenamu Wahai Pembesarku, Wahai Imam mulia,
Atasmu bersama ayahmu sesuci-suci shalawat dan salam.
وَأَهْلُ الْكِسَاءْوَ اهْلِ بَيْتِهِ عَالِيِيْنَ الْمَقَامْ
وَالصَّحْبِ أَجْمَعْ وَ مَنْ عَلَى هُدَ اهُ اسْتَقَامْ
Dan atas Ahlul Kisa serta Ahlul Baitnya para maqam yang luhur,
Dan para Shahabat semua dan seluruh yang teguh dengan petunjuknya.
Qosidah Muhammadun
هذه القصيدة موالاي ( محمد)
مَوْلاَيَ صَلِيْ وَ سَلِّمْ دَا ئِمًا أَبَدًا
Wahai Tuhanku limpahkan shalawat dan salam selalu dan abadi,
عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِهِمِ
atas Kekasih Mu sebaik-baik ciptaan seluruhnya
مُحَمَّدٌ أَشْرَ فُ ا ْلأَ عْرَ ابِ وَ الْعَجَمِ
Muhammad SAW semulia-mulia manusia dari segala bangsa,
مُحَمَّدٌ خَيْرُ مَنْ يَمْشِ عَلَى قَدَمِ
Muhammad SAW sebaik-baik makhluk yang berjalan (menginjak bumi)
مُحَمَّدٌ تَا جُ رُسْلِ اللهِ قَاطِبَةً
Muhammad Saw mahkota para rasul dan pemuka mereka,
مُحَمَّدٌ صَا دِقُ اْلأَ قْوَ الِ وَ الْكَلِمِ
Muhammad SAW selalu jujur dalam ucapan dan perkataanya (ucapannya adalah Al Hadits,perkataanya adala Al Qur’an)
مُحَمَّدٌ حَا كِمٌ بِالْعَدْ لِ ذُوْ شَرَ فٍ
Muhammad SAW adalah hakim yang sangat adil dan pemilik kemuliaan,
مُحَمَّدٌ مَعْدِ نُ اْلإِ نْعَامِ وَ الْحِكَمِ
Muhammad SAW adalah sumber kenikmatan hidup dan sumber hikmah
مُحَمَّدٌ ذِ كْرُ هُ رَ وْ ح ٌ ِلأَ نْفُسِنَا
Muhammad SAW dengan mengingatkannya menenangkan hati kami,
مُحَمَّدٌ شُكْرُهُ فَرْ ضٌ عَلَى ْالأُ مَامِ
Muhammad SAW yang menyukurinya wajib bagi umat
مُحَمَّدٌ ذِ يْنَة ُ الدُّ ْنيَا وَ بَهْجَتُهَا
Muhammad SAW penghias bumi dan kemegahannya
,
مُحَمَّدٌ كَا شِفُ الْغُمَّاتِ وَ الظُّلَمِ
Muhammad SAW pelebur bencana dan kegelapan
مُحَمَّدٌ ضَاحِك ٌ لِلضَّيْفِ مُكْرِ ُم ُه
Muhammad SAW selalu tersenyum pada para tamunya dan memuliakan mereka,
مُحَمَّدٌ جَارُ هُ وَ الله ِ لَمْ يُضَمِ
Muhammad SAW yang dekat padanya demi Allah takkan disia-siakan
مُحَمَّدٌ يَوْ مَ بَعْثِ النَّاس ِ شَا فِعُنَا
Muhammad SAW pada hari bangkitnya seluruh manusia pemberi kami syafaat
,
مُحَمَّدٌ نُوْ رُ هُ الْهَدِى مِنَ لظُّلَمِ
Muhammad SAW cahanya merupakan petunjuk dari kegelapan
Qosidah Allah Allahu Shofat Lii
هذه القصيدة اللّهُ اللّهُ يا اللّهُ
اللّهُ اللّهُ يا اللّهُ اللّهُ اللّهُ يا اللّهُ
اللّهُ اللّه يا اللّهُ وَ نِعْمَ الْوَ الِي وَالِيهَا
صَفَتْ لِي حُمَيَّا خِلِّيْ وَ أُسْقِيْتُ مِنْ صَافِيْهَا
وَ أَقْبَلْ وَ ثَنَّى ُيمْلِيْ عَلَيَّ الَّذِيْ يُعْلِيْهَا
وَ مَنْ ذَا شَرِ بْهَا مِثْلِيْ أَ نَا قَبْلُ لاَ يُصْفِيْهَا
أَنَا قَبْلُ قَبْلِ الْقَبْلِيْ وَ يُدِ يْتُ عَلَى هَالِيْهَا
أَنَا أُعْطِيْتُ كُلَّ الْفَضْلِ تَكَرَّ مْ عَلَيّْ وَ الِيْهَا
أَنَا الْمُجْتَبَى بَيْنَ أَهْلِيْ وَ شُفِعْتُ فِي عَاصِيْهَا
أَنَا أَعْذِلْ أُنَادِي وَ لِيْ أَ نَا شَيْخُهَا قَاضِيْهَا
أَنَا شَيْخُ أَهْلِ الْوَصْلِ تَكَرَّ مْ عَلَيّْ بَارِ يْهَا
أَنَا حَتْفُ أَهْلِ الْعَدْلِ وَ نَارَ اْلجَحِيْمِ أُطْفِيْهَا
و َسَيْفِيْ وَدِرْ عِي َمجْلِيْ أُعَاقِبْ عَلَى تَالِيْهَا
فَمَنْ كَانَ يُنْكِرْ فِعْلِي يُجَرِّ بْ وَ أَنَا حَامِيْهَا
أَنَا بَاذُ هَا وَ الشُّهْبِ أَنَا لِلْمَثَانِيْ أُقْرِ يْهَا
وَ عَيْنُ اْلحَقِيْقَةْ عَيْنِيْ وَ أَشْرَ بُ مِنْ صَافِيْهَا
وَ فَخْرُ الْوُ جُوْدِ فَخْرِ يْ أَبُوْ بَكْرٍ لِي يَحْمِيْهَا
وَ فَخْرُ الْوُ جُوْدِ فَخْرِ يْ أَبُوْ بَكْرٍ لِي يَحْمِيْهَا
فَقَدْ طَابَ فِيْهَا أَصْلِيْ أَنَا لِلْفُرُ وْ عِ أُغْذِ يْهَا
وَ رَ اقَتْ حُمَيَّا قُرْ بِيْ وَ إِ نِّي لَهَا سَا قِيْهَا
وَ ا فَلَتْ شُمُوْ سُ الْكُلِّ وَ هَا شَمْسُنَا ضَا حِيْهَا
أَنَا عَرْ شُهَا وَ الْكُرْشِيْ أَنَا لِلسَّمَا بَانِيْهَا
شُفْ أَهْلَ الْكِسَا بِالْفَضْلِ وَ جِبْرِ يْلُ لِي رَ اوِ يْهَا
فَهذِهْ رِ سَالَةْ تُنْبِيْ بِنَصِّ الْقُرْ آنْ أُتْلِيْهَا
وَ اَشْكُرْ لِنِعْمَةْ رَ بِّي وَ لكِنْ لاَ أُحْصِيْهَا
وَ بَثَّيْتُ مِنْهَا وَ هْبِيْ عَلَى مَنْ تَبِعْنِيْ فِيْهَا
وَ اخْتِمْ بِخَيْرِ الرُّ سْلِ نَبِيِّ الْهُـدَ ى هَادِيْهَا
Ya Allah biha
هذه القصيدة يا اللّه بها
يَا اللّه بِهَا يَا اللّه بِهَا يَا الله بِهَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةْ
لِي عَشْرَ ةٌ أُطْفِي بِهِمْ نَارَ الْجَحِيْمِ الْحَاطِمَةْ
اَلْمُصْطَفى وَ الْمُرْ تَضَى وَ ابْنا هُمَا وَ فَاطِمَةْ
وَ خَدِ يْجَةُ الْكُبْرَى الَّتِي هِيَ لِلْمَعَالِى عَالِمَةْ
وَ بِعَائِشَةْ ذَاتِ الْجَمَالْ أُمِّ الْكَمَالِ الْعَالِمَةْ
وَ بِنْتُ عِمْرَ انْ أُمِّ عِيْ سى لَمْ تَزَ لْ لِي رَاحِمَةْ
وَ بِآسِيَةْ مَنْ أَصْبَحَتْ مِنْ كُلِّ هَوْ لٍ سَالِمَةْ
وَ بِحَقِّ جِبْرِ يْلِ اْلأَ مِينْ عَلَى الصَّحَائـِفِ تَامَّةْ
هُمْ خِيْرَ تِي وَ ذَخِيْرَ تِي فِى الْحَشْرِ يَوْمِ الطَّامَّةْ
وَ كَذَاكَ فِي الدُّ نْيَا إِذَا دَهَتِ الْخُطُوْ بُ الْقَاسِمَةْ
وَ بِحَقِّهِمْ يا ذَا الْجَلاَ لْ وَ بِالصَّلا َةِ الدَّائِمَةْ
اُلْطُفْ بِنَا وَ الْمُسْلِمِينْ مِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَ مَّةْ
وَ مِنَ الْعِدَى وَ مِنَ الرَّ دَى وَ مِنَ الْمَصَائِبِ عَامَّةْ
وَ عَلَيْهِمُوا يَا رَ بـَّنَا مِنْكَ السَّلاَمُ الدَّ ئِمَةْ
ثُمَّ صَّلا َةُ عَلَى الَّذِي خَصَّصْتَهُ بِمُكَالَمَةْ
Qosidah Qodis Ta Antuka
هذه القَصدَة الحَبيب عَبْدُ الله بن عَلوي الحَدَّاد
قَدِ اسْتَعَنْتُكَ رَ بِّي عَلَى مُدَ ا وَاةِ قَلْبِى
وَحَلِّ عُقْدَةَ كَرْ بِي فَانْطُرْإِلَىالْغَمِّ يَنْجَالْ
Sungguh aku telah memohon pertolongan Mu Wahai Penciptaku untuk mengobati penyakit hatiku dan melepaskan ikatan ikatan kesulitanku, maka lihatlah dan pandanglah dengan kasih sayang Mu kepada kegelisahanku yang berkobar.
يَارَبِّ يَاخَيْرَ كَا فِي اُحْلُلْ عَلَيْنَا الْعَوَافِي
فَلَيْسَ شَيْء ثَمَّ خَافِِي عَلَيْكَ تَفْصِيْل وَإِجْمَالْ
Wahai Penciptaku, Wahai sebaik-baik yang mencukupi hamba-Nya limpahkanlah atas kami kesembuhan-kesembuhan (kesembuhan hati dan jasmani) hingga tidak tersisa sedikitpun, atas-Mu lah segala perincian dan ringkasan masalah.
يَارَبِّ عَبْدُ كَ بِبَا بِكَ يَخْشَى أَلِيْمَ عَذَا بِكَ
وَيَرْ تَجِي لِثَوَا بِكَ وَغَوْثُ رَحْمَتِكَ هَطَّالْ
Wahai Pencipta hamba-Mu tegak di pintu-Mu, merisaukan pedihnya siksa dan sangat mengharapkan ganjaran dan derasnya Rahmat-Mu yang sangat lebat.
وَقَدْ أَتَا كَ بِعُذْ رِهِ وَبِا نْكِسَا رِهِ وَفَقْرِهِ
فاهْذِ مْ بِيُسْرِك عُسْرِهِ بِمَحْضِ جُوْدِك وَالإ فضالِ
Dan hamba-Mu telah dating kepada-Mu dengan kehinaan dan segala kelemahan dan dengan hati yang hancur dan dengan kemiskinannya. Maka musnahkanlah dengan kemudahan-Mu segala kesulitannya dengan limpahan kemurahan-Mu dan anugrah-Mu yang agung.
وَامْنُنْ عَلَيْهِ بِتَوْبَةٍ تَغْشِلْهُ مِنْ كُلِّ حَوْبَةٍ
وَاعْصِمْهُ مِنْ شَرِّأَوْبَةٍ لِكُلِّ مَا عَنْهُ قَدْ حَالْ
Dan anugerahkanlah kepadanya taubat dengan siraman yang memandikannya dari setiap kotoran. Dan lindungilah ia dari keburukan tempat kembali, dari apa yang telah menimpanya dari segala kehinaan.
فَأَ نْتَ مَوْلَىالْمَوَالِي اَلْمُنْفَرِدُ بِا لْكَمَا لِ
وَبِالْعُلاَ وَالتَّعَالِي عَلَوْتَ عَنْ ضَرْبِ اْلأَمْثَالْ
Maka Engkau adalah raja dari para raja yang tunggal dalam kesempurnaan. Dan dengan segala ketinggian dan keluhuran maka engkau telah teragungkan dari segala yang dicontohkan atas-Mu.
جُوْدُكَ وَفَضْلُكَ وَبِرُّكَ يُرْجىوَبَطْشُكَ وَقَهْرُكَ
يُخْشَى وَذِكْرُكَ وَشُكْرُكَ لاَزِمُ وَحَمْدُكَ وَاْلإِجْلاَ لْ
Kemurahan-Mu, Anugerah-Mu dan kasih sayang-Mu sangat diharapkan, dan kemurkaan-Mu serta kemarah-Mu sangat dirisaukan, maka mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu merupakan kewajiban demikian pula pujian kepada-Mu dan pengagungan atas-Mu.
يَا رَبِّ أَنْتَ نَصِيْرِيْ فَلَقِّنِيْ كُلَّ خَيْرِيْ
وَاجْعَلْ جِنَانَكَ مَصِيْرِيْ وَاخْتِمِ بِاْلإِ يْمَانِ اْلاجَالِ
Wahai pencipta, Engkau adalah penolongku maka pertemukanlah aku kepada setiap perlakuan baikku, jadikanlah surga-Mu sebagai tempat kembaliku dan jadikanlah akhir hidupku dengan keimanan.
وَصَلِّ فِي كُلِّ حَالَةٍ عَلَىمُزِيْلِ الضَّلاَ لَةِ
مَنْ كَلْمَتْهُ الْغَزَالَةَ مُحَمَّدِ اهَادِيِ الدَّالِ
Dan shalawat pada setiap keadaan-Nya ats penghapus segala kebhatilan (SAW) yang telah berbicara kepada seekor kijang, Muhammad pemberi hidayah dan petunjuk.
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ شُكْرًا عَلَىنِعَمِ مِنْهُ تَتْرًى
نَحْمَدُهُ سِرًّا وَجَهْرًا وَبِالْغَدَايَاوَاْلأَصَالِ
Dan segala puji bagi Allah dan syukur atas ni’mat-ni’mat-Nya yang berlimpah, kami memuji-Nya dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan pada pagi dan sore.
Yaa Sayyidiy
هذه القَصدَة يَاسَـيِّدِي
يَاسَـيِّدِي يَارَسُـوْلَ اللّه يَامَنْ لَـهُ الْجَـاهُ عِـنْدَ اللّه
اِنَّ الْمُسِيْـئِـيْنَ قَدْ جَاءُوك للذَّ نْبِ يَسْـتَـغْفـِرُوْنَ اللّه
يَاسَـيِّدَ الرُّ سُلْ هَـادِيـْنَا هَـيَّا بِـغَـارَهْ إِلَـيْنَا اْلآنْ
ياهِمَّةَ السَّـادَاتِ اْلأَقْـطَابْ مَـعَادِنَ الصِّـدْقِ وَالسِّـرّْ
نَادِ الْمُـهَاجِرْ صَـفِيَّ اللّه ذَاكَ ابـْنَ عِيْسَى اباالسَّادَاتْ
ثُـمَّ الْمُـقَـدَّمْ وَلِيَّ اللّه غَـوْثَ الْوَرَى قُدْوَةَ الْقَادَاتْ
ثُـمَّ الْوَ جِـيْهَ لدِ يْنَ الله سَـقَّـافَـنَا خَارِقَ الْعَادَاتْ
السَّـيِّـدَ الْكَـامِلَ اْلأَوَّابْ الْعَـيْدَرُوسْ مُظْـهِرَ الْقُـطْرِ
قُوْمُوا بِنَا وَاكْشِـفُوا عَـنَّا يَاسَـادَتـِي هـذِهِ اْلأَسْوَى
وَاحْمُوا مَدِيـْنَتْكُـمُ الْغَـنَّا مِنْ جُمْلَةِ الشَّـرِّ وَالْبَـلْوَى
أَهْلِ الْحَسَبْ وَالنَّسَبِ اْلأُسْنى وَالْعِـلْمِ وَالْحِـلْمِ وَالتَّقْوى
بِجَـدِّ كُـمْ تَـنْجَــابُ سُحْبُ الْبَـلِيَّاتِ وَالضُّـرِّ
Langganan:
Komentar (Atom)

