Senin, 06 April 2009

Mukjizat Al-Qur’an Siwak



Mukjizat Al-Qur’an Siwak
Sains Modern dalam Al-Qur’an
SIWAK : Si Kayu Ajaib
Pelindung Gigi
ubhanaLlah, Maha suci Allah… sungguh indah dan sempurna
agama yang diturunkan-Nya, sungguh mulia hukum-hukum yang
disyariatkan-Nya, karena tak ada satupun dari apa-apa yang
diturunkan-Nya dan apa-apa yang diciptakan-Nya kecuali pasti
ada manfaat dan hikmahnya. Kesempurnaan islam ini benar-benar tiada
bandingannya oleh agama-agama selainnya. Diantara kesempurnaan Islam
adalah syariat bagi ummatnya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan,
seperti kewajiban istinja’ setelah buang air, mandi janabat setelah junub,
bahkan banyak sekali hikmah-hikmah syariat yang tersingkap dalam ajaran
islam yang telah dibuktikan oleh sains modern, seperti khasiat madu,
habbatus sawda’ (jinten hitam), minyak zaitun hingga ‘si kayu ajaib’ siwak
yang bermanfaat bagi kesehatan gigi dan gusi. Mari kita kupas apa manfaat
kayu siwak ini bagi kesehatan gigi…
Sejak zaman dahulu, manusia telah mengenal beberapa variasi
teknik dalam membersihkan gigi. Mulai dari bulu ayam, duri landak, tulang
hingga kayu dan ranting-ranting digunakan sebagai alat pembersih gigi.
Masyarakat arab sebelum kedatangan islam, menggunakan akar dan
ranting kayu dari pohon arak (Salvadora persica) yang hanya dapat tumbuh
di daerah asia tengah dan afrika, yang belakangan diketahui sebagai alat
pembersih gigi terbaik hingga saat ini. Setelah kedatangan islam,
RasuluLlah menetapkan penggunaan siwak sebagai sunnah beliau yang
sangat dianjurkan, bahkan beliau bersabda : “Seandainya tidak
memberatkan ummatku, maka aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap
akan wudhu” (Muttafaq ‘alaihi). Hal ini menunjukkan bahwa RasuluLlah
adalah orang pertama yang mendidik manusia dalam memelihara
kesehatan gigi.
Siwak berbentuk batang, diambil dari akar dan ranting segar
tanaman arak (Salvadora persica) yang berdiameter mulai dari 0,1 cm
sampai 5 cm. Pohon Arak adalah pohon yang kecil, seperti belukar dengan
batang yang bercabang-cabang, diameternya lebih dari 1 kaki, jika
kulitnya dikelupas warnanya agak keputihan dan memiliki banyak juntaian
serat. Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih,
aromanya seperti seledri dan rasanya agak sedikit pedas.
Siwak berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut.
Kata siwak diambil dari kata arab ‘yudlik’ yang artinya adalah ‘memijat’
(yakni memijat bagian dalam mulut). Jadi siwak lebih dari hanya sekedar
sikat gigi biasa. Selain itu, batang siwak memiliki serat batang yang elastis
dan tidak merusak gigi walau dibawah tekanan yang keras, bahkan batang
siwak yang berdiameter kecil, memiliki kemampuan fleksibilitas yang
tinggi untuk menekuk ke daerah mulut secara pas untuk mengeluarkan
sisa-sisa makanan dari sela-sela gigi dan menghilangkan plaque. Siwak
juga aman dan sehat bagi perkembangan gusi.
Perlu diketahui, bahwa sisa-sisa makanan yang ada pada sela-sela
gigi, menjadikan lingkungan mulut sangat baik untuk aktivitas pembusukan
yang dilakukan oleh berjuta-juta bakteri yang dapat menyebabkan gigi
berlubang, gusi berdarah dan munculnya kista. Selain itu, bakteri juga
menghasilkan enzim perusak yang ‘memakan’ kalsium gigi sehingga
menyebabkan gigi menjadi keropos dan berlubang. Bahkan, pada
beberapa keadaan bakteri juga menghasilkan gas sisa aktivitas
pembusukan yang menyebabkan bau mulut menjadi tak sedap.
Penelitian terbaru terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak
mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri,
menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.
Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :
- Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang
berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan
pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin
terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa
mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids
tersebut.
- Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride,
Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan
beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi,
memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering
diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
- Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan
mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
- Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang
gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara
premature.
- Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di
mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut
merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan
organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.
Sebuah penelitian terbaru tentang ‘Periodontal Treatment’ (Perawatan
gigi secara periodik/berkala) dengan mengambil sample terhadap 480
orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para
ilmuwan dari King Abdul Aziz University, Jeddah, menunjukkan bahwa
Periodontal treatement untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih
rendah daripada studi yang dilakukan terhadap negara-negara lain, hal ini
mengindikasikan bahwa penggunaan siwak berhubungan sangat erat
terhadap rendahnya kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap
‘Periodontal Treatment’.
Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan
pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa
campuran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi
kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran

bubuk siwak, karena butiran-butioran tersebut mampu menjangkau selasela
gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang
masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga banyak perusahaanperusahaan
di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi
mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan
yang perlu dipelihara dan dibudidayakan. Mari kita budayakan hidup sehat
dengan bersiwak…!!! (Ibnu Burhan)
Daftar Pustaka :
- Al-Mostehy, DR M. Ragaii, and friends, journal of SIWAK AS AN ORAL
HEALTH DEVICE, Kuwait, 1991.
- K.,Almas, abstract journal of THE EFFECT OF SALVADORA PERSICA
EXTRACT (MISWAK) AND CHLOREXIDINE GLUCONATE ON HUMAN
DENTIN, Department of Preventive Dental Sciences, King Saud
University College of Dentistry, Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia,
1995.
- Lafi,T. and Ababneh,H. abstract journal of THE EFFECT OF THE
EXTRACT OF THE MISWAK (CHEWING STICK) USED IN JORDAN
AND THE MIDDLE EAST ON ORAL BACTERIA, Department of
Periodontology, University of Wales College of Medicine Dental
School, Carddiff, United Kingdom, 1995.
- Hardie,J. and Ahmed,K. abstract journal of THE MISWAK AS AN AID
IN ORAL HYGIENE, J. Philipp Dental Association, 1995.
- Al-Khateeb,TL and friends, abstract journal of PERIODONTAL
TREATMENT NEEDS AMONG SAUDI ARABIAN ADULTS AND THEIR
RELATIONSHIP TO THE USE OF MISWAK, King Abdul Aziz University,
Jeddah, Kingdom of Saudi Arabia, 1991.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar